25.9 C
Bandung
Selasa, Mar 3, 2026
Info Burinyay
Kegiatan Organisasi

FPRB Kabupaten Bandung Perkuat Literasi Iklim dan Cuaca Ramah Anak di Rancaekek

Penandatanganan kerja sama Save the Children dan Siaga Warga Rancaekek disaksikan Plt Camat Rancaekek pada lokakarya literasi iklim di Aula Kecamatan Rancaekek.
Plt. Camat Rancaekek H. Gugum Gumbira, S.STP., M.Si. menyaksikan proses penandatanganan kerja sama antara Save the Children dan Siaga Warga Rancaekek pada kegiatan Lokakarya Verifikasi dan Validasi Modul Informasi Iklim dan Cuaca Ramah Anak di Aula Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Rabu (14/1/2026). - Foto:InfoBurinyay/Denjaya

Rancaekek, Info Burinyay – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bandung menggelar Lokakarya Verifikasi dan Validasi Modul Informasi Iklim dan Cuaca Ramah Anak serta Training of Facilitator (ToF) Informasi Iklim dan Cuaca. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Rabu, 14 Januari 2026.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan literasi kebencanaan masyarakat. Selain itu, lokakarya ini mendorong pemahaman warga terhadap risiko iklim dan cuaca. FPRB merancang kegiatan ini untuk memperkuat kesiapsiagaan, terutama bagi kelompok rentan dan anak-anak.

Plt. Camat Rancaekek, H. Gugum Gumbira, S.STP., M.Si., membuka kegiatan secara resmi. Pada kesempatan yang sama, Save the Children dan Siaga Warga Rancaekek menandatangani kerja sama. Penandatanganan ini menegaskan komitmen kolaborasi pengurangan risiko bencana di tingkat kecamatan.

Dalam sambutannya, H. Gugum Gumbira mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai lokakarya ini memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, edukasi kebencanaan menjadi kebutuhan penting di wilayah rawan bencana.

“Saya membuka Lokakarya Literasi Informasi Cuaca dan Iklim yang diinisiasi Forum Pengurangan Risiko Bencana. Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi Save the Children, LTBI NU, dan INDEB. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat,” ujar Gugum.

Lebih lanjut, Gugum menegaskan bahwa literasi cuaca dan iklim berperan penting dalam membangun kesiapsiagaan. Oleh karena itu, pemerintah kecamatan mendukung penuh kegiatan serupa. Ia berharap edukasi ini menjangkau masyarakat secara luas.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari edukasi kebencanaan di Kabupaten Bandung, khususnya di Kecamatan Rancaekek. Masyarakat perlu memahami cara membaca kondisi cuaca dan iklim sejak dini,” katanya.

Selain itu, Gugum menekankan pentingnya kesadaran kolektif. Ia menilai masyarakat harus bersikap proaktif menghadapi potensi bencana. Dengan kesiapan tersebut, risiko dampak bencana dapat ditekan.

“Kita berdoa agar tidak terjadi bencana. Namun, kesiapsiagaan tetap harus kita bangun. Prinsip sedia payung sebelum hujan perlu kita terapkan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Abah Mustopa dari Kelompok Siaga Bencana Kelurahan Rancaekek Kencana menjelaskan peran komunitas dalam program ini. Ia menyebut pembentukan kelompok siaga sebagai hasil kolaborasi multipihak. Program ini berfokus pada adaptasi perubahan iklim berbasis masyarakat.

“Alhamdulillah, Kelompok Siaga Bencana Rancaekek Kencana terbentuk melalui dukungan Save the Children, LBPI NU, dan INDEB. Saat ini, anggota terus berproses untuk menjalankan program kebencanaan,” ujar Abah Mustopa.

Ia juga menekankan pentingnya pemahaman kebencanaan secara menyeluruh. Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa bencana tidak selalu berbentuk kejadian alam ekstrem.

“Bencana tidak hanya banjir atau angin puting beliung. Semua peristiwa yang mengganggu aktivitas masyarakat termasuk dalam kategori kebencanaan,” jelasnya.

Melalui lokakarya ini, FPRB Kabupaten Bandung berharap lahir fasilitator lokal yang andal. Para fasilitator diharapkan mampu menyampaikan informasi iklim dan cuaca secara ramah anak. Dengan langkah tersebut, masyarakat Rancaekek diharapkan semakin siap menghadapi risiko bencana secara berkelanjutan.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.