Lembang, Info Burinyay – Pegiat Bugar Lansia Bandung (PBLB) Kota Bandung memperingati Hari Ulang Tahun ke-7 sekaligus meluncurkan Mars PBLB dalam sebuah acara yang berlangsung di Pendopo Ojo Dumeh, Jalan Raya Tangkuban Parahu No. 52 A, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin, 29 Desember 2025.
Sejak pagi hari, para lansia dari berbagai kecamatan di Kota Bandung berdatangan ke lokasi kegiatan. Mereka mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan. Panitia kegiatan menyambut kehadiran para peserta dengan pengaturan acara yang tertib dan terkoordinasi.
PBLB Kota Bandung mengusung tema “Giat Bugar Bahagia Selamanya” pada peringatan tahun ini. Tema tersebut menegaskan komitmen organisasi untuk terus mendorong para lansia agar menjalani hidup aktif, sehat, dan bahagia melalui kegiatan fisik, seni, serta interaksi sosial yang positif.
Selain memperingati hari jadi, PBLB Kota Bandung juga memanfaatkan momentum ini untuk meluncurkan Mars PBLB. Grup angklung PBLB membawakan mars tersebut sebagai persembahan pembuka. Penampilan itu langsung menciptakan suasana hangat dan penuh kebanggaan. Panitia kemudian melanjutkan acara dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan organisasi selama tujuh tahun.
Ketua PBLB Kota Bandung, Hj. Siti Nurhayati, M.BA., menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan utama untuk menggerakkan para lansia agar tetap aktif dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya kemauan pribadi dalam menjaga kesehatan dan kebahagiaan di usia lanjut.
“Tujuan kegiatan ini memang untuk menggiatkan para lansia. Lansia tidak cukup hanya duduk atau berdiam diri. Lansia harus memiliki keinginan untuk sehat dan bahagia,” ujar Hj. Siti Nurhayati saat memberikan sambutan.
Ia menjelaskan bahwa PBLB mendorong lansia memulai pola hidup sehat melalui gerakan sederhana dan aktivitas yang menyenangkan. Menurutnya, kebahagiaan akan tumbuh ketika lansia menekuni hobi dan minat yang mereka sukai.
“Sehat dan bahagia itu dimulai dengan bergerak. Setelah itu, lansia bisa mengikuti kesenangan yang dimiliki, seperti menyanyi, menari, atau bermain angklung. Angklung merupakan budaya Jawa Barat, sehingga kami kembangkan grup angklung di PBLB,” tuturnya.
Hj. Siti Nurhayati juga menyampaikan bahwa grup angklung PBLB telah meraih sejumlah prestasi di tingkat Kota Bandung. Ia menganggap pengalaman mengikuti ajang tingkat nasional sebagai proses pembelajaran bagi seluruh anggota.
“Kami sudah beberapa kali menjadi juara di Kota Bandung. Saat tampil di Kementerian Kebudayaan kemarin kami belum berhasil, karena menghadapi perwakilan dari berbagai provinsi. Itu menjadi pembelajaran berharga bagi kami,” katanya.
Ia kemudian mengajak para lansia di Kota Bandung untuk bergabung dan berperan aktif dalam kegiatan PBLB. Menurutnya, PBLB membuka ruang kebersamaan bagi lansia untuk tetap produktif dan berdaya.
Perwakilan Dinas Sosial Kota Bandung, Desti Rusliani, S.Sos., memberikan apresiasi terhadap konsistensi PBLB dalam mendampingi lansia. Ia menilai peran PBLB sangat membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas hidup lansia.
“Kami mengucapkan terima kasih atas undangannya. Hari ini PBLB genap berusia tujuh tahun. Selamat ulang tahun ke-7 untuk PBLB Kota Bandung. Semoga tetap jaya, tetap kompak, dan terus menjaga kesehatan serta kebugaran para lansia,” ujarnya.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Drs. H. Djuwendi, M.Ak., memaparkan sejarah berdirinya PBLB kepada para peserta. Ia menjelaskan bahwa komunitas ini berawal dari kegiatan pemeriksaan kebugaran lansia sejak tahun 1998.
“PBLB berdiri pada 10 Desember 1998. Saat itu Badan Kesehatan Masyarakat memeriksa kebugaran para lansia. Setelah tiga bulan, hasil tes menunjukkan peningkatan kebugaran. Dari situ kami membentuk komunitas agar kegiatan tidak terhenti,” jelasnya.
Seiring waktu, PBLB terus berkembang dan meluaskan jenis kegiatannya. Organisasi ini tidak hanya fokus pada olahraga, tetapi juga mengembangkan kegiatan seni dan rohani.
“Saat ini PBLB menggelar pengajian, paduan suara, angklung, dan rampak kendang. Dalam dua tahun terakhir, paduan suara PBLB mengikuti perlombaan dan berhasil meraih juara secara berturut-turut,” ungkap Djuwendi.
Ia menyampaikan bahwa panitia mencatat sebanyak 257 peserta mengikuti kegiatan HUT ke-7 PBLB. Panitia membatasi jumlah peserta untuk menjaga kenyamanan dan keamanan acara.
“Sebetulnya masih banyak yang ingin ikut. Namun kami membatasi pendaftaran karena kapasitas tempat tidak memungkinkan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Djuwendi juga mengajak para lansia untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
“Umur memang ketentuan Tuhan. Namun kesehatan bergantung pada pilihan kita. Sehat belum tentu bugar, tetapi bugar pasti sehat,” ujarnya.
Pembina PBLB Kota Bandung, Teti Kadi, menyampaikan kekagumannya terhadap kreativitas para anggota PBLB. Ia menilai kegiatan ini memberi ruang ekspresi bagi lansia.
“Para lansia di PBLB sangat kreatif. Mereka bermain angklung, bernyanyi, dan tampil dengan penuh percaya diri. Kegiatan ini membuat mereka bahagia dan bangga menunjukkan kemampuan kepada keluarga,” ucapnya.
Penasehat PBLB Kota Bandung, H. Lili Suwarli Abdullah, berharap PBLB terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas.
“Kami berharap PBLB semakin maju. Kegiatannya tidak hanya kebugaran, tetapi juga seni dan olahraga. Semoga PBLB memberi manfaat bagi masyarakat Bandung dan lansia di Indonesia,” katanya.
Pembawa acara kegiatan, Devy Suryani, menjelaskan bahwa PBLB memiliki agenda rutin yang terbuka bagi seluruh lansia.
“Kami menggelar senam setiap hari Selasa. Pada hari Kamis, kami mengadakan latihan angklung dan paduan suara. Kami juga merencanakan kegiatan rekreasi dan olahraga beramal,” jelasnya.
Pengurus PBLB Kota Bandung, Wawan Suryawan, mengaku bangga melihat antusiasme anggota. Ia berharap peringatan HUT ini menjadi momentum penguatan organisasi.
“Kami berharap anggota di 16 kecamatan semakin aktif, semakin kompak, dan terus menjaga silaturahmi serta kesehatan,” katanya.
Ketua Lantip Jawa Barat, Hardy Pramono, turut menyampaikan ucapan selamat kepada PBLB. Ia mendoakan agar PBLB terus menjadi wadah kebahagiaan lansia.
“Selamat ulang tahun ke-7 PBLB. Semoga selalu sehat, selalu bahagia, dan terus menjalani hidup dengan penuh syukur,” ujarnya.
Perwakilan peserta dari Kecamatan Lengkong dan Buah Batu, Aas Kasiah dan Tia Hesti, menyebut kegiatan ini sangat menginspirasi. Mereka mengajak para lansia untuk tetap aktif meski usia terus bertambah.
“Acara ini memberi semangat bagi kami. Semoga para lansia tetap sehat, aktif, dan bahagia,” kata mereka.
