24.3 C
Bandung
Selasa, Mar 3, 2026
Info Burinyay
Kegiatan Organisasi

IIDI Bandung dan IDI Kota Turun ke Sekolah, Bentengi Remaja Cicalengka dari Bahaya Napza

IIDI Cabang Bandung bersama IDI Kota Bandung dan BKOW Jawa Barat berfoto bersama usai sosialisasi Napza bertema Ketahanan Keluarga di SMK Guna Dharma Nusantara, Cicalengka.
Pengurus Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Bandung, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bandung, dan BKOW Provinsi Jawa Barat berfoto bersama usai kegiatan Sosialisasi Bahaya Napza bertema Ketahanan Keluarga di Aula SMK Guna Dharma Nusantara, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kamis (29/1/2026). - Foto:InfoBurinyay/Denjaya

Cicalengka, Info Burinyay – Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Bandung bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bandung dan Badan Kerja Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Sosialisasi Bahaya Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (Napza) dengan mengangkat tema “Ketahanan Keluarga”. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMK Guna Dharma Nusantara, Jalan Raya By Pass KM 30, Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kamis, 29 Januari 2026.

Melalui kegiatan ini, IIDI Cabang Bandung menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran keluarga sebagai benteng utama pencegahan penyalahgunaan Napza di kalangan remaja. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari program unggulan organisasi yang berfokus pada pembangunan karakter dan ketahanan mental generasi muda.

Dalam pelaksanaannya, panitia mengusung dua subtema utama, yakni “Hindari Napza, Raih Prestasi” serta “Meningkatkan Kekuatan Mental Spiritual Remaja Tanpa Napza”. Kedua subtema tersebut menegaskan bahwa pencegahan narkoba tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga penguatan mental, spiritual, dan lingkungan keluarga.

Ketua IIDI Cabang Bandung, Lia Dahliana Prihariadi, SH., menyampaikan bahwa pihaknya memilih tema ketahanan keluarga karena melihat kondisi sosial yang semakin mengkhawatirkan, khususnya terkait penyalahgunaan narkoba di kalangan anak dan remaja.

“Dalam pedoman organisasi IIDI, ketahanan keluarga menjadi salah satu program unggulan. Saya memilih tema ini karena sangat prihatin melihat kondisi saat ini, khususnya di Bandung dan secara umum di Indonesia. Situasi ini sudah sangat memprihatinkan,” ujar Lia Dahliana.

Ia menekankan bahwa keluarga memegang peranan penting dalam membentuk karakter dan perilaku anak sejak dini. Oleh karena itu, menurutnya, edukasi yang tepat harus terus diberikan agar anak-anak mampu menolak pengaruh negatif dari lingkungan sekitar.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap anak-anak mendapatkan edukasi sesuai dengan kemampuan mereka. Kami juga berharap lingkungan sekitar dapat ikut menjaga. Kami berdoa semoga masih banyak anak-anak yang saleh dan berakhlak baik, serta mampu mempertahankan kesalehan, ketakwaan, dan adabnya,” tambahnya.

Sementara itu, materi sosialisasi disampaikan oleh Apt. Emma Sechan, Dra., M.Si., yang membahas pentingnya menjauhi Napza sekaligus membangun prestasi sebagai bekal masa depan. Dalam pemaparannya, ia mengajak para siswa untuk menjadikan prestasi sebagai fondasi utama dalam kehidupan.

“Anak-anak harus menjauhi Napza dan terus meraih prestasi. Prestasi menjadi landasan agar manusia dapat berkembang secara positif. Napza justru membawa lebih banyak keburukan dibandingkan kebaikan,” jelas Emma.

Ia juga mengingatkan bahwa kekuatan mental dan spiritual sangat dibutuhkan agar remaja mampu bertahan menghadapi tekanan pergaulan dan tantangan era digital yang semakin kompleks.

Ketua Pelaksana kegiatan, Dr. Atik Mardiati, Dra., M.Si., menjelaskan bahwa panitia merancang kegiatan ini untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para peserta. Menurutnya, sosialisasi ini tidak hanya membahas bahaya Napza, tetapi juga strategi pencegahan melalui penguatan mental dan spiritual.

“Kami melihat remaja, terutama di era digital, sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan. Ketika keluarga dan lingkungan kurang mendukung, anak-anak lebih mudah terpengaruh. Karena itu, kami memperkuat materi dengan pendekatan mental dan spiritual,” ungkap Dr. Atik.

Ia juga mengajak para orang tua untuk lebih aktif dalam mengawasi perkembangan anak-anaknya, baik di lingkungan rumah maupun sekolah.

“Orang tua perlu mengetahui dengan siapa anak-anak bergaul, bagaimana aktivitas mereka di sekolah, serta kegiatan apa saja yang mereka ikuti. Selain itu, anak-anak harus berpegang pada nilai agama dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Keluarga dan sekolah harus memperkuat nilai-nilai tersebut,” tambahnya.

Ketua Yayasan SMK Guna Dharma Nusantara, Dra. Hj. Hetty Suhaeti, M.M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak. Kondisi zaman sekarang menghadirkan banyak ancaman, sehingga anak-anak perlu memahami cara menjaga diri dan masa depannya,” ujar Hetty Suhaeti.

Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi generasi Z agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa mengabaikan nilai moral dan agama.

“Orang tua harus lebih dekat dengan anak-anak, lebih dekat dengan agama, dan lebih memberikan perhatian. Generasi sekarang memang harus mengikuti perkembangan zaman, tetapi tetap membutuhkan pendampingan,” katanya.

Wakil Ketua I BKOW Provinsi Jawa Barat, Dr. Hj. Sri A. Kusuma Wardani, SH., M.Hum., menyatakan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam upaya pencegahan narkoba di kalangan remaja, khususnya generasi Z.

“Kegiatan yang diselenggarakan IIDI Cabang Bandung ini sangat positif. Kegiatan ini mendukung upaya pencegahan bahaya narkoba bagi remaja, terutama dalam rangka menyongsong Generasi Emas 2045,” jelasnya.

Ia berharap para peserta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

“Kami berharap para peserta dapat menjadi local champion yang mampu menyampaikan kembali kepada teman, keluarga, dan lingkungan sekitar bahwa narkoba sangat berbahaya bagi generasi Indonesia,” tambahnya.

Penasehat IIDI Cabang Bandung, Hj. Sofi Eddy Haswidi, menilai kegiatan sosialisasi ini membawa manfaat besar bagi dunia pendidikan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut secara berkesinambungan.

“Semoga anak-anak generasi Z dapat bergaul dengan baik, menghindari hal-hal negatif, dan para orang tua mampu menjaga anak-anaknya dengan iman,” ujarnya.

Senada dengan itu, Sesepuh IIDI Cabang Bandung, Dr. Hj. Hera R. Somantri, Dra., M.Pd., menegaskan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam melindungi anak-anak dari bahaya Napza.

“Kita sebagai orang tua harus terus memberikan nasihat agar anak-anak terhindar dari Napza. Iman dan takwa harus kuat, dan orang tua tidak boleh lengah dalam menjaga anak-anaknya,” tegasnya.

Melalui sosialisasi ini, IIDI Cabang Bandung bersama IDI Kota Bandung dan BKOW Provinsi Jawa Barat berharap dapat memperkuat sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang sehat, berprestasi, berkarakter, serta bebas dari Napza sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.