25.5 C
Bandung
Jumat, Mar 6, 2026
Info Burinyay
Kegiatan Organisasi

Jumbara PMR 2025 Kabupaten Bandung Resmi Ditutup, Perkuat Karakter dan Jiwa Kemanusiaan

Penutupan Jumbara PMR 2025 Kabupaten Bandung di Awana Resort Ciwidey dihadiri ratusan peserta PMR dan jajaran PMI
Suasana penutupan Jumpa Bakti Bergembira (Jumbara) Palang Merah Remaja PMI Kabupaten Bandung Tahun 2025 di Awana Resort Ciwidey, Kecamatan Rancabali, Jumat (19/12/2025). Ratusan peserta PMR dari jenjang Mula, Madya, hingga Wira mengikuti prosesi penutupan yang dirangkaikan dengan pengumuman dan penyerahan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan prestasi selama kegiatan berlangsung. (Foto:InfoBurinyay/Denjaya)

Ciwidey, Info Burinyay – Kegiatan Jumpa Bakti Bergembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung Tahun 2025 resmi berakhir pada Jumat, 19 Desember 2025. Ketua PMI Kabupaten Bandung, H. Asep Deni, menutup langsung kegiatan tersebut setelah berlangsung selama empat hari, sejak Selasa hingga Jumat, 16–19 Desember 2025.

Jumbara 2025 berlangsung di kawasan Awana Resort Ciwidey, Kecamatan Rancabali. Sebanyak 906 peserta PMR dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti kegiatan ini, mulai dari PMR Mula tingkat SD, Madya tingkat SMP, hingga Wira tingkat SMA. Sejak awal, panitia merancang Jumbara sebagai sarana pembinaan karakter, kepemimpinan, dan penguatan nilai kemanusiaan bagi generasi muda.

Ketua PMI Kabupaten Bandung, H. Asep Deni, menjelaskan bahwa panitia memulai seluruh rangkaian kegiatan sejak pagi hari. Setiap hari, peserta mengikuti agenda terstruktur yang diawali dengan senam sehat pada pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Selanjutnya, panitia mengarahkan peserta mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan kemanusiaan.

“Peserta mempraktikkan tujuh materi kepalangmerahan, mengikuti lokakarya Zero Bullying, serta menerima penyuluhan donor darah dan pemeriksaan kesehatan, termasuk pengecekan golongan darah,” kata Asep Deni.

Selain itu, panitia memfasilitasi kegiatan Youth Station Wira dan Youth Conference. Melalui kegiatan tersebut, peserta mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan komunikasi. Di saat bersamaan, peserta PMR menjalankan program kewirausahaan sosial yang menghasilkan bantuan dan donasi untuk kegiatan kemanusiaan.

Untuk mempererat kebersamaan, panitia menggelar olahraga persahabatan antar peserta. Panitia juga bekerja sama dengan instansi terkait untuk memfasilitasi perekaman KTP elektronik dan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi peserta yang memenuhi persyaratan administrasi.

Setiap sore, panitia menutup rangkaian kegiatan dengan panggung budaya. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. Melalui panggung budaya, peserta menampilkan berbagai seni dan budaya daerah sebagai wujud kreativitas dan pelestarian budaya lokal.

Asep Deni menegaskan bahwa hujan yang turun secara bergantian tidak menghambat jalannya kegiatan. Para peserta tetap mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh semangat hingga hari terakhir.

“Antusiasme peserta menunjukkan keberhasilan pembinaan karakter dan penguatan jiwa kemanusiaan PMR di Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Pada akhir kegiatan, panitia menjadwalkan pengumuman serta pembagian piala, trofi, dan piagam penghargaan. Panitia memberikan penghargaan kepada perwakilan PMR yang menunjukkan prestasi, kedisiplinan, dan keuletan selama kegiatan berlangsung.

Sementara itu, Kepala Desa Alamendah, Awan, menyampaikan bahwa Jumbara PMR ke-X berperan strategis dalam meningkatkan kualitas pembinaan PMR di Kabupaten Bandung. Menurutnya, kegiatan ini membentuk jiwa kepemimpinan, kemandirian, dan kepedulian sosial di kalangan pelajar.

“Kegiatan ini mendidik anak-anak PMR agar lebih solid, memiliki jiwa membantu di bidang sosial dan kesehatan, serta tumbuh menjadi generasi mandiri,” ujar Awan.

Ia juga mengapresiasi kegiatan penanaman pohon yang peserta lakukan di wilayah Desa Alamendah. Peserta menanam pohon buah-buahan dan pohon keras untuk menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu, peserta PMR melaksanakan bakti sosial berupa santunan bagi lansia dan panti jompo.

Menurut Awan, peserta Jumbara menghimpun donasi secara mandiri melalui program kewirausahaan sosial. Panitia menyalurkan bantuan tersebut kepada siswa SD Barutunggul 3 dan kegiatan sosial lainnya.

Awan turut menyampaikan apresiasi kepada sponsor, termasuk Nestlé, atas dukungan yang diberikan. Ia berharap perusahaan lain turut berpartisipasi dalam kegiatan PMI agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat.

Di akhir pernyataannya, Awan berharap PMR mampu menjadi garda terdepan dalam membangun generasi berakhlak, empati, tangguh, dan siap mengabdi kepada masyarakat, khususnya dalam layanan kemanusiaan dan penanganan kebencanaan.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.