26.6 C
Bandung
Jumat, Mar 13, 2026
Info Burinyay
Kegiatan Organisasi

IPSM Jabar Siap Jadi Gerakan Sosial Modern 2025–2030

Peserta Muskerprov IPSM Jawa Barat 2025–2030 mengikuti ikrar bersama di Hotel Newton Bandung
Peserta Musyawarah Kerja Provinsi Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Jawa Barat Periode 2025–2030 mengikuti ikrar dan komitmen bersama di Hotel Newton Bandung, Selasa (27/1/2026), sebagai simbol penguatan peran IPSM sebagai gerakan sosial modern di Jawa Barat. - Foto:InfoBurinyay/Denjaya

Bandung, Info Burinyay – Gubernur Jawa Barat melalui Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat membuka Musyawarah Kerja Provinsi (Muskerprov) Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Provinsi Jawa Barat Periode 2025–2030. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Newton Bandung, Jalan R.E. Martadinata Nomor 223, Kota Bandung, Selasa, 27 Januari 2026.

Muskerprov IPSM Jawa Barat mengusung tema “Menata Arah, Menguatkan Peran, Mewujudkan IPSM Sebagai Gerakan Sosial Modern”. Tema tersebut menegaskan komitmen IPSM dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk mendukung pembangunan kesejahteraan sosial di Jawa Barat secara berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi musyawarah kerja pertama IPSM di tingkat provinsi. Karena itu, forum ini berperan strategis dalam menyelaraskan arah kebijakan, menyusun program kerja jangka menengah, serta memperkuat peran kolaboratif IPSM bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Selain itu, Muskerprov ini juga menjadi wujud konkret sinergitas antara IPSM dengan pemerintah daerah. Melalui forum ini, IPSM berupaya menegaskan posisinya sebagai gerakan sosial modern yang adaptif terhadap perubahan sosial dan tantangan zaman.

Muskerprov dihadiri oleh para Ketua IPSM kabupaten dan kota se-Jawa Barat. Selain itu, para Kepala Dinas Sosial kabupaten dan kota turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran pekerja sosial masyarakat di daerah.

Mewakili Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Hj. Noneng Komara Nengsih, S.E., M.A.P., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan besar terhadap peran strategis IPSM di Jawa Barat.

Ia menilai IPSM memiliki potensi besar untuk menjadi mitra pemerintah dalam menangani berbagai persoalan sosial. Menurutnya, struktur organisasi IPSM yang sudah terbentuk hingga tingkat akar rumput menjadi modal penting untuk memperluas dampak program sosial.

“Mudah-mudahan IPSM sesuai dengan visinya bisa memberikan program-program yang sangat efektif dan efisien untuk urusan sosial di Jawa Barat,” ujar Hj. Noneng Komara Nengsih.

Lebih lanjut, ia mengaku memiliki kepercayaan terhadap kapasitas organisasi IPSM. Ia melihat IPSM mampu meningkatkan daya guna dan manfaatnya bagi masyarakat jika dikelola secara profesional dan kolaboratif.

“Kalau saya melihat dari struktur organisasinya, saya punya kepercayaan bahwa IPSM bisa lebih berdaya guna lagi buat masyarakat kita,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinsos Jabar juga menyampaikan pesan khusus terkait kesiapsiagaan bencana. Ia menegaskan bahwa penanganan bencana membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk pekerja sosial masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa peran IPSM dalam situasi bencana sangat penting, terutama dalam penanganan pengungsian dan layanan sosial bagi korban terdampak. Namun, ia juga menekankan pentingnya langkah-langkah preventif sebelum bencana terjadi.

“Untuk bencana, ini memang urusan semua pihak. Kalau di sosial, kita lebih banyak di pengungsian saat bencana,” ujarnya.

Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi.

“Mudah-mudahan di masa hujan deras seperti sekarang ini, semuanya waspada. Kita sama-sama menjaga lingkungan, tanah, dan hal-hal lain untuk mengatasi bahkan sebelum bencana itu hadir,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum IPSM Provinsi Jawa Barat, Drs. H. Rd. Subchan Daragana, yang didampingi Sekretaris Umum Drs. Saeful Bironi, menyampaikan bahwa IPSM tengah melakukan transformasi dalam cara kerja dan pola kemitraan.

Ia menegaskan bahwa IPSM tidak lagi bekerja secara eksklusif. Sebaliknya, IPSM kini membangun kolaborasi aktif dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Sudah kita ubah cara kita berhubungan dengan peminat dan stakeholder lain, seperti Baznas. Intinya, kita tidak boleh bekerja sendiri-sendiri,” ujar Subchan.

Menurutnya, perubahan tersebut bertujuan agar peran IPSM semakin dikenal dan dirasakan oleh masyarakat luas. Ia menilai bahwa keberadaan IPSM harus lebih terlihat dan terukur.

“Kita mulai lakukan perubahan supaya mereka tahu siapa kita dan apa yang kita kerjakan,” katanya.

Ia juga menjelaskan makna gerakan sosial modern yang diusung IPSM Jawa Barat. Menurutnya, modernisasi tidak hanya berkaitan dengan digitalisasi, tetapi juga perubahan cara pandang dan pola kerja.

“Gerakan sosial modern itu bukan cuma soal digital. Ini soal cara pandang. Tugas pokok kita adalah menjadi jembatan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa IPSM harus mampu menghubungkan berbagai pihak yang memiliki kepedulian sosial dengan kebutuhan nyata di lapangan.

“Kita dekatkan diri dengan teman-teman lembaga lain. Mereka butuh turun ke lapangan, dan kita ada di situ,” katanya.

Ia pun menegaskan pesan kepada seluruh IPSM di daerah agar tidak lagi bekerja sendiri. Menurutnya, tantangan sosial yang semakin kompleks menuntut kerja kolaboratif lintas lembaga.

“Kita tidak bisa kerja sendiri dan tidak bisa kerja lama sendirian. Kita harus banyak berpegangan tangan dengan lembaga sosial lainnya,” tegasnya.

Dari tingkat kabupaten, Ketua IPSM Kabupaten Bandung, Olan Muslim Setawerdaya, S.Pd., M.Pd., berharap Muskerprov ini mampu meningkatkan kapasitas dan profesionalisme pekerja sosial masyarakat.

Ia menilai rapat kerja ini menjadi momentum penting untuk memperkuat integritas dan kompetensi PSM di seluruh Jawa Barat.

“Dalam rapat kerja IPSM Jabar tahun ini, diharapkan para PSM se-Jawa Barat bisa meningkatkan kapasitas, integritas, dan profesionalismenya,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua IPSM Kabupaten Cianjur, Gito Alamsyah, S.H., menyampaikan bahwa hari pertama Muskerprov difokuskan pada penyusunan program kerja IPSM Jabar 2025–2030.

Ia berharap IPSM Jawa Barat ke depan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan sosial masyarakat.

“Kita ingin IPSM menjadi organisasi yang berakar di masyarakat dan bersuara di ruang publik,” katanya.

Ia menilai selama ini pekerja sosial masyarakat sering bekerja secara senyap. Namun, ke depan IPSM perlu lebih terbuka dan akuntabel.

“Hari ini kita harus perlihatkan bahwa PSM itu ada. Kita akan lebih profesional dan lebih akuntabel,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua IPSM Kabupaten Bogor, Supiah, berharap seluruh usulan dari IPSM kabupaten dan kota dapat terakomodasi dalam program kerja IPSM Provinsi Jawa Barat.

Ia menegaskan pentingnya penguatan peran IPSM di tingkat lokal agar benar-benar mengakar di masyarakat dan hadir di ruang publik.

“Kalau PSM terpublikasi dengan baik, banyak pihak seperti filantropi dan CSR yang bisa ikut membantu. Jadi kita tidak hanya bergantung pada pemerintah,” katanya.

Melalui Muskerprov ini, IPSM Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk bergerak lebih profesional, kolaboratif, dan adaptif. Dengan sinergi yang kuat, IPSM berharap dapat menjadi kekuatan sosial yang berkontribusi nyata bagi terwujudnya kesejahteraan sosial di Jawa Barat.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.