Bandung, Info Burinyay – Pembinaan organisasi PD Pasundan Istri Jawa Barat dan dialog kebangsaan bersama Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat berlangsung di Sekretariat Pasundan Istri, Jalan Wirangrong Nomor 2, Kelurahan Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Selasa, 23 Desember 2025.
Agenda ini menjadi bagian dari penguatan struktur organisasi menjelang pelaksanaan Konferensi Daerah PD Pasundan Istri Kota Bandung. Selain itu, kegiatan tersebut mempertegas peran organisasi perempuan dalam pembangunan daerah melalui sinergi lintas sektor.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ir. H. MQ. Iswara, hadir langsung sebagai narasumber utama. Dalam dialog tersebut, ia menegaskan bahwa Pasundan Istri Jawa Barat memiliki sejarah panjang dan kontribusi nyata bagi Jawa Barat maupun Indonesia.
Menurut Iswara, Pasundan Istri berdiri sejak 30 April 1930 dan terus berkontribusi dalam berbagai bidang sosial kemasyarakatan. Modal sejarah tersebut, kata dia, harus menjadi kekuatan untuk menghadapi tantangan pembangunan saat ini.
Iswara menjelaskan bahwa pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Karena itu, konsep pentahelix menuntut kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media.
“Pasundan Istri Jawa Barat merupakan organisasi yang sudah lama berdiri dan banyak berkontribusi. Dalam konsep pentahelix, pemerintah mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersinergi dan berkolaborasi,” ujar Iswara.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kata kunci pembangunan saat ini. Melalui kerja sama yang kuat, menurutnya, pembangunan Jawa Barat dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Lebih jauh, Iswara mengajak Pasundan Istri Jawa Barat untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah. Ia menilai organisasi perempuan memiliki posisi penting dalam memperkuat ketahanan keluarga dan masyarakat.
“Kami mengajak Pasundan Istri Jawa Barat berkolaborasi membangun Jawa Barat menuju Jawa Barat istimewa,” katanya.
Iswara juga menyampaikan keyakinannya terhadap kepemimpinan Ketua Pasundan Istri Jawa Barat, Dra. Hj. Euis Siti Julaeha Sahidin. Ia menilai pengalaman organisasi yang dimiliki menjadi modal besar untuk memajukan Pasundan Istri.
Di bawah kepemimpinan Euis, lanjut Iswara, Pasundan Istri Jawa Barat diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan pengurus dan masyarakat luas, khususnya kaum perempuan.
“Saya berharap Pasundan Istri fokus pada pendidikan dan kesejahteraan. Dua bidang itu sangat strategis bagi peningkatan kualitas hidup perempuan,” ujarnya.
Ketua Pasundan Istri Jawa Barat, Dra. Hj. Euis Siti Julaeha Sahidin, S.IP., MBA., menjelaskan bahwa pembinaan organisasi tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab PD Pasundan Istri Jawa Barat kepada PD Kota Bandung.
Menurut Euis, PD Kota Bandung tengah bersiap melaksanakan Konferensi Daerah sebagai forum musyawarah tertinggi untuk membentuk kepengurusan baru.
“Pembinaan ini kami laksanakan sebagai persiapan Konverda. Forum tersebut menjadi wadah tertinggi untuk menyusun kepengurusan baru,” kata Euis.
Ia menambahkan bahwa pembinaan organisasi bertujuan meningkatkan kapasitas, wawasan, dan keberanian anggota dalam berorganisasi. Proses tersebut, menurutnya, harus mendorong perubahan sikap dan pola pikir.
“Awalnya tidak tahu menjadi tahu, tidak mengerti menjadi mengerti, dan tidak berani harus menjadi berani,” ujarnya.
Euis berharap ilmu dan pengalaman yang disampaikan dapat memberikan dampak nyata bagi anggota. Ia juga mendorong agar materi pembinaan terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Selain itu, Euis mengingatkan bahwa Pasundan Istri merupakan salah satu organisasi perempuan tertua di Indonesia. Saat ini, usia organisasi telah mencapai 95 tahun dan akan memasuki usia 100 tahun pada kongres mendatang.
“Organisasi ini hampir berusia satu abad. Dengan latar belakang anggota yang beragam, mulai dari akademisi hingga profesional, Pasundan Istri harus terus berkembang,” katanya.
Menurut Euis, potensi akademik dan profesional para anggota perlu diterjemahkan menjadi program konkret yang bermanfaat bagi masyarakat.
Di bidang kesehatan, pengurus Pasundan Istri Jawa Barat, Dr. Hj. Herawati RS, M.Pd., menyampaikan bahwa organisasinya secara konsisten memperhatikan kesehatan anggota.
Ia menjelaskan bahwa setiap pertemuan rutin selalu diiringi pemeriksaan kesehatan, seperti pengecekan tekanan darah dan berat badan.
“Setiap bulan kami melakukan pemeriksaan kesehatan agar ibu-ibu tetap sehat dan produktif,” ujar Herawati.
Ke depan, kata dia, Bidang Kesehatan juga berencana menghadirkan narasumber dari kalangan legislatif untuk memberikan edukasi kesehatan bagi perempuan dan lansia di Kota Bandung.
Ketua Panitia kegiatan, Hj. Tuti Heryanti, SKM., dari Bidang Organisasi, menyebutkan bahwa kegiatan ini melibatkan seluruh ketua cabang se-Kota Bandung.
“Sebanyak 20 cabang dari seluruh kecamatan di Kota Bandung mengikuti kegiatan ini,” katanya.
Ia berharap pembinaan tersebut mampu melahirkan generasi penerus yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi.
Salah satu peserta, Dra. Ir. Syafrida, MSc., dari Cabang Pramesti Gita Kota Bandung, menyampaikan pandangannya terkait kegiatan tersebut.
Menurutnya, Pasundan Istri merupakan organisasi yang menjunjung tinggi disiplin dan tanggung jawab.
“Saya berharap organisasi ini semakin maju karena disiplin dan tanggung jawab selalu ditekankan,” ujarnya.
Meski demikian, Syafrida mengakui tantangan dalam mengajak generasi muda untuk bergabung. Menurutnya, pendekatan bertahap tetap diperlukan agar organisasi terus berkelanjutan.
Melalui pembinaan dan dialog ini, Pasundan Istri Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk memperkuat organisasi, meningkatkan peran perempuan, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan Jawa Barat, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
