Kamis, Feb 12, 2026
Info Burinyay
Kegiatan Organisasi

Sah! Dr. Enny Soebari Pimpin PASI Kota Bandung 2026–2031, Siap Nanjeur dan Perkuat Peran Wanoja Sunda

Peserta Konferda Pengurus Daerah Pasundan Istri Kota Bandung Tahun 2026 berfoto bersama di De Sofia Dago Hotel, Bandung.
Pengurus dan perwakilan 21 cabang Pasundan Istri Kota Bandung berfoto bersama usai pelaksanaan Konferda Tahun 2026 di De Sofia Dago Hotel, Kamis (12/2/2026), yang menetapkan Dr. Hj. Enny H.R. Soebari sebagai Ketua PASI Kota Bandung periode 2026–2031. - Foto:InfoBurinyay/Denjaya

Bandung, Info Burinyay – Konferensi Daerah (Konferda) Pasundan Istri (PASI) Kota Bandung Tahun 2026 berlangsung di De Sofia Dago Hotel, Jalan Tengku Angkasa No. 27, Kelurahan Lebakgede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Kamis, 12 Februari 2026. Forum lima tahunan ini menetapkan Dr. Hj. Enny H.R. Soebari, SH., MH., CN., sebagai Ketua PASI Kota Bandung periode 2026–2031 melalui mekanisme sidang pleno yang berjalan tertib dan demokratis.

Sejak pagi, peserta dari 21 cabang PASI se-Kota Bandung mengikuti rangkaian agenda, mulai dari laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya hingga pembahasan program kerja. Panitia mengatur seluruh tahapan secara sistematis. Peserta kemudian membahas arah organisasi sebelum memasuki proses pemilihan ketua.

Konferda tahun ini mengusung tema “Ngalangkungan Konferda Pasundan Istri Kota Bandung Urang Wujudkeun Wanoja Anu Micinta Budaya, Ngajaga Martabat Sarta Miboga Akhlakul Karimah.” Melalui tema tersebut, pengurus menegaskan komitmen untuk memperkuat peran perempuan Sunda dalam menjaga budaya dan menjunjung akhlakul karimah. Selain itu, forum ini mendorong setiap cabang agar aktif membina anggota di wilayahnya.

Ketua terpilih, Dr. Hj. Enny H.R. Soebari, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang anggota berikan. Ia menilai amanah ini sebagai tanggung jawab besar yang harus ia jalankan dengan sungguh-sungguh.

“Pertama tentu saya bersyukur kepada Allah SWT atas amanah yang sangat mulia ini. Mudah-mudahan saya bisa menjaga amanah tersebut. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada 21 cabang di Kota Bandung yang telah memberikan dukungan,” ujar Enny.

Selanjutnya, ia mengapresiasi kerja keras panitia yang menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan tepat waktu. Menurutnya, soliditas panitia mencerminkan kekuatan organisasi. Oleh karena itu, ia menyiapkan langkah konsolidasi untuk memperkuat struktur hingga tingkat cabang.

Ke depan, Enny akan menjalankan tiga strategi utama, yakni konsolidasi, konsultasi, dan kolaborasi. Pertama, ia akan memperkuat komunikasi internal agar seluruh cabang bergerak seirama. Kedua, ia membuka ruang konsultasi bagi anggota untuk menyampaikan gagasan. Ketiga, ia akan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak guna memperluas manfaat organisasi.

“Kami ingin Pasundan Istri terus nanjeur dan memberi kontribusi nyata. Karena itu, kami akan mengedepankan konsolidasi internal dan kolaborasi eksternal,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Sidang, Prof. Dr. Fenty Hikmawati, M.Si., CPM., CPS., menyatakan forum berjalan sesuai agenda. Ia memimpin jalannya sidang dan memastikan setiap tahapan mengikuti aturan organisasi.

“Alhamdulillah, Konferda PASI Kota Bandung periode 2026–2031 berjalan baik dan lancar sesuai agenda. Tema yang diusung menekankan akhlakul karimah sebagai ujung keberhasilan organisasi,” katanya.

Ia menambahkan, akhlak menjadi fondasi utama dalam membangun organisasi yang berkelanjutan. Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus menerjemahkan hasil Konferda ke dalam program kerja konkret.

Ketua Panitia, Dra. Hj. Diah Susilawati, juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta. Ia menyebut dukungan 21 cabang membuat suasana forum tetap kondusif dari awal hingga akhir.

“Selamat kepada Ibu Dr. Enny sebagai Ketua terpilih. Semoga dapat melanjutkan dan meningkatkan program yang telah dirancang demi kemajuan Pasundan Istri Kota Bandung,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua PD PASI Jawa Barat, Hj. Siti Julaeha Sahidin, S.Ip., MBA., menekankan pentingnya menjalankan visi dan misi secara konsisten. Ia meminta pengurus baru menjadikan AD/ART sebagai pedoman utama dalam setiap langkah organisasi.

“Pegang terus AD/ART sebagai buku saku dan buku pintar organisasi. Pasundan Istri harus menjadi ikon Jawa Barat, karena Jawa Barat adalah Pasundan,” tegasnya.

Lebih jauh, ia mendorong generasi muda perempuan Sunda agar aktif bergabung dan berproses di dalam organisasi. Menurutnya, kaderisasi akan menentukan keberlanjutan Pasundan Istri di masa depan.

Pangaping PASI Kota Bandung, Dra. Hj. Ammy Uky, M.Si., turut menyampaikan dukungan terhadap kepengurusan baru. Ia meminta seluruh ketua cabang bergerak selaras dengan visi organisasi.

“Ketua-ketua cabang harus berjalan sesuai program dan visi misi Pasundan Istri. Tetep ajeg, panceg dina galur,” ujarnya.

Melalui kepemimpinan baru ini, PASI Kota Bandung menargetkan penguatan peran perempuan Sunda dalam bidang budaya, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan. Dengan semangat kolaborasi dan konsolidasi, organisasi ini berkomitmen menghadirkan kontribusi nyata bagi Kota Bandung dan Jawa Barat.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.