Rancaekek, Info Burinyay – Porseni PGRI Kecamatan Rancaekek 2025 memasuki hari kedua dengan fokus pada penilaian Biantara Sunda. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 18 November 2025, di Ballroom SMP–SMK Skye Digipreuneur, Jalan Walini No. 24, Desa Bojongloa, Rancaekek.
Sejak pagi, panitia mulai mengatur alur kompetisi dan para peserta langsung menyiapkan diri untuk tampil. Suasana semakin hidup karena Dewan Pembina PGRI Kecamatan Rancaekek, Ir. H. Diar Hadi Gusdinar, M.Si., hadir di lokasi dan ikut menyaksikan seluruh rangkaian acara.
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia mengangkat tema “Dengan Porseni PGRI Kita Ciptakan Guru Hebat, Indonesia Kuat”. Tema tersebut mengarahkan seluruh kegiatan untuk memperkuat karakter, kreativitas, dan kompetensi para guru. Hari kedua menghadirkan 14 peserta yang mengikuti cabang Biantara Sunda, sehingga setiap sesi tampil dengan atmosfer kompetisi yang segar dan penuh semangat.
Dalam sambutannya, Ir. H. Diar Hadi Gusdinar menyampaikan apresiasi yang kuat kepada pengurus PGRI Kecamatan Rancaekek. Ia menilai panitia bekerja secara serius untuk menyukseskan rangkaian kegiatan HUT ke-80 PGRI.
“Kami selaku Dewan Pembina PGRI Kecamatan Rancaekek mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus. Mereka menjalankan kegiatan ini dengan sungguh-sungguh untuk memperingati HUT PGRI ke-80,” ujarnya.
Ia kemudian menekankan bahwa ajang ini mampu membangun motivasi sekaligus menambah pengalaman bagi para guru di bidang seni dan olahraga.
Ia juga menyoroti potensi besar guru-guru Rancaekek dalam seni. Menurutnya, partisipasi pada cabang nyanyi solo, tembang pupuh, hingga paduan suara menunjukkan minat tinggi.
“Saya melihat antusiasme peserta sangat positif. Ini memberi sinyal bahwa guru di Kecamatan Rancaekek siap bersaing sampai tingkat kabupaten,” tambahnya.
Ia berharap kegiatan ini menjadi pijakan awal bagi PGRI Rancaekek untuk menghadirkan karya dan prestasi yang lebih besar.
Ketua Panitia Porseni, Yayan Suryana, S.Pd., M.Pd., juga memberikan laporan perkembangan kegiatan hingga hari kedua. Ia menyatakan bahwa semua sesi berjalan lancar dan panitia mampu mengelola peserta secara tertib.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Saya menyampaikan apresiasi kepada peserta dan ketua ranting yang mengirimkan kontingennya. Dua hari ini semua proses berlangsung sesuai rencana,” tutur Yayan.
Ia kemudian memaparkan prediksi jumlah peserta pada hari terakhir. Menurutnya, panitia akan menerima kedatangan 11 ranting pada sesi paduan suara.
“Setiap ranting membawa sekitar 30 peserta. Totalnya mencapai kurang lebih 500 peserta. Kami sudah menyiapkan pola koordinasi agar puncak acara tetap tertib dan meriah,” jelasnya.
Pada sisi lain, Dewan Juri Biantara Sunda, Aam Purnama, S.Pd., M.Pd., memberikan evaluasi khusus terkait aspek kebahasaan. Ia memeriksa setiap detail ejaan peserta dan menemukan beberapa kekeliruan penggunaan huruf dalam Bahasa Sunda.
“Saya menemukan beberapa catatan pada penggunaan huruf e dan eu. Banyak peserta menulis kata seperti cicaheum menjadi cicahem atau meureun menjadi meren. Hal seperti ini harus peserta perbaiki,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa Bahasa Sunda memiliki tingkat kerumitan tersendiri bagi generasi sekarang. Karena itu, ia mendorong seluruh peserta untuk terus mempelajari kaidah kebahasaan agar penampilan mereka semakin kuat.
“Ejaan itu menentukan makna. Karena itu peserta perlu memperhatikan kaidah agar penyampaian biantara semakin tepat,” ujarnya.
Melalui berbagai masukan, apresiasi, dan antusiasme peserta, Porseni PGRI Rancaekek 2025 hari kedua bergerak menjadi ruang pembinaan yang kaya manfaat. Panitia terus memperkuat koordinasi, peserta terus meningkatkan kemampuan, dan pengurus PGRI memperluas kolaborasi. Dengan alur kegiatan yang solid, penyelenggaraan ini membuka peluang besar bagi guru-guru Rancaekek untuk tampil lebih percaya diri pada tingkat kabupaten maupun jenjang lebih tinggi.
