Rancaekek, Info Burinyay – Porseni PGRI Rancaekek Tahun 2025 resmi menutup seluruh rangkaian kegiatannya melalui penilaian paduan suara di Ballroom SMP–SMK Skye Digipreuneur, Jalan Walini No. 24, Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Kamis, 20 November 2025. Kegiatan tahun ini mengangkat tema “Dengan Porseni PGRI Kita Ciptakan Guru Hebat, Indonesia Kuat”.
Sejak pagi, guru dari berbagai ranting mulai memadati ruang acara. Mereka datang dengan persiapan matang dan semangat tinggi. Suasana kompetisi tumbuh cepat karena dukungan peserta yang terus bergelombang. Dengan begitu, atmosfer lomba terlihat lebih hidup dibandingkan tahun sebelumnya.
Ketua Cabang PGRI Rancaekek, Drs. Japarudin Ishak, menegaskan bahwa Porseni berperan besar dalam memperkuat kebersamaan. Ia menjelaskan bahwa pekan seni berlangsung selama empat hari dan mencapai puncaknya pada hari terakhir.
“Hari ini menjadi penutup seluruh rangkaian seni. Kami menampilkan perlombaan paduan suara sebagai agenda final,” ujarnya.
Ia melihat antusiasme peserta meningkat signifikan. “Guru menunjukkan soliditas luar biasa. Semangat itu hadir dari awal hingga akhir,” katanya.
Ia juga memberikan informasi tentang kegiatan berikutnya.
“Rangkaian HUT PGRI ke-80 akan berlanjut pada 22 November 2025. Kami menggelar fun walk di Kamojang. Peserta dari Rancaekek sudah menyatakan kesiapan, mulai dari TK hingga SMA dan SMK,” jelasnya.
Dengan demikian, PGRI Rancaekek terus mendorong partisipasi aktif guru dan siswa dalam kegiatan pendidikan berbasis kebersamaan.
Di sisi lain, Ketua Panitia, Yayan Suryana, S.Pd., M.Pd., merinci jumlah peserta pada hari terakhir. “Sebanyak 330 peserta hadir dan mengikuti lomba dengan penuh semangat,” ungkapnya. Ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat.
“Kami berterima kasih kepada peserta, Dewan Juri, Panitia, Kepala Sekolah, dan Ketua Ranting. Mereka bekerja keras hingga acara ini berjalan lancar dari awal hingga akhir,” ucapnya.
Melalui pernyataan tersebut, ia berharap panitia berikutnya dapat melanjutkan program ini. “Saya berharap pengurus baru memasukkan Porseni dalam program kerja tahun depan,” katanya.
Selanjutnya, Dewan Juri yang diwakili Ayu Kurnia Marlina, S.Sn., memberikan penilaian sekaligus apresiasi. Ia melihat potensi guru di Rancaekek berkembang pesat.
“Saya bangga dengan kemampuan guru-guru di sini. Potensi seni mereka sangat besar. Antusiasme mereka juga terus meningkat,” tuturnya.
Ia mendorong agar kegiatan seni tidak berhenti. “Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut agar guru tetap semangat melestarikan seni budaya,” tambahnya.
Selain itu, peserta dari SMPN 3 Rancaekek, Yustina, S.Pd., dan R. Savitri Puji Lestari, S.Sn., ikut menyampaikan kesan mereka.
“Kami berterima kasih atas penyelenggaraan Porseni PGRI Rancaekek. Kegiatan ini memberi ruang bagi guru untuk menggali potensi seni,” kata Yustina.
Mereka berharap panitia memperbanyak jenis perlombaan di masa depan. “Kami berharap lombanya semakin beragam agar potensi setiap ranting dapat muncul lebih kuat,” ujar Savitri.
Penutupan Porseni kali ini menghadirkan semangat baru bagi PGRI Rancaekek. Melalui rangkaian seni dan olahraga, guru-guru berhasil membangun komunikasi lebih baik. Mereka juga memperkuat ikatan sosial lintas sekolah. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga media pengembangan karakter dan kreativitas.
Selain itu, kegiatan ini memberi dorongan moral bagi guru yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang seni. Banyak guru menampilkan karya terbaiknya melalui paduan suara, seni suara, dan ekspresi kreatif lainnya. Partisipasi itu menunjukkan bahwa ekosistem seni di lingkungan PGRI Rancaekek terus tumbuh.
Dengan berakhirnya penilaian paduan suara, seluruh rangkaian Porseni PGRI Rancaekek 2025 resmi selesai. Para guru kembali ke sekolah masing-masing dengan membawa pengalaman baru. Mereka juga membawa semangat untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan pengembangan diri. PGRI Rancaekek berharap seluruh rangkaian kegiatan tahun ini mampu menguatkan karakter guru yang kreatif, solid, dan mampu berkontribusi lebih luas bagi pendidikan Indonesia.
Dengan demikian, Porseni 2025 meninggalkan pesan penting bahwa kebersamaan dapat menciptakan kekuatan besar. Ketika guru bersatu, kualitas pendidikan tumbuh lebih cepat. Oleh karena itu, kegiatan seni dan olahraga menjadi ruang strategis untuk memupuk nilai persatuan. Harapan terbesar panitia adalah agar kegiatan besar ini terus berlanjut dan berkembang pada tahun-tahun berikutnya.
