24.9 C
Bandung
Rabu, Mar 11, 2026
Info Burinyay
Jawa BaratParlementer

Ratusan Warga Serbu Bazar Ramadan Cikembar, Anggota DPRD Jabar Apresiasi Strategi Pemkab Sukabumi Jaga Harga Sembako

Warga membeli kebutuhan pokok dan buah-buahan di stan UMKM saat Bazar Ramadan 1447 H di Lapang Sepakbola Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.
Suasana transaksi antara pedagang dan warga dalam kegiatan Bazar Ramadan 1447 Hijriah yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sukabumi di Lapang Sepakbola Bojong, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Selasa (10/3/2026). -Foto:infoburinyay/yk

Sukabumi, Info Burinyay – Ratusan warga memadati Lapang Sepakbola Bojong, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa, 10 Maret 2026. Sejak pagi hari masyarakat berdatangan untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dalam kegiatan Bazar Ramadan 1447 Hijriah.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) menggelar kegiatan tersebut untuk membantu masyarakat menghadapi kebutuhan selama Ramadan. Selain itu, pemerintah daerah juga membuka ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat memasarkan produk mereka secara langsung kepada warga.

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, membuka kegiatan bazar tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan melalui berbagai program ekonomi kerakyatan.

“Kami ingin masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Selain itu, kami juga ingin memberi kesempatan kepada pelaku UMKM untuk memperluas pasar,” ujar Asep Japar.

Selanjutnya, kegiatan bazar juga menarik perhatian kalangan legislatif. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKB, Hasim Adnan, menghadiri langsung kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi atas langkah konkret dalam membantu masyarakat.

Menurut Hasim Adnan, bazar Ramadan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Warga bisa membeli sembako dengan harga lebih rendah. Di sisi lain, pelaku usaha lokal dapat memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas.

“Bazar Ramadan seperti ini sangat positif. Kegiatan ini membantu masyarakat mendapatkan sembako murah sekaligus memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk menunjukkan kualitas produknya,” kata Hasim Adnan.

Ia juga menilai kegiatan tersebut mampu mendorong perputaran ekonomi daerah. Produk lokal yang tampil dalam bazar menjadi bukti bahwa pelaku usaha Sukabumi memiliki potensi besar.

Selain itu, Bupati Sukabumi menjelaskan alasan pemilihan Lapang Bojong sebagai lokasi kegiatan. Pemerintah daerah memilih tempat tersebut karena aksesnya mudah dijangkau oleh masyarakat dari berbagai wilayah.

Asep Japar juga mengajak para pelaku UMKM untuk memanfaatkan momentum bazar sebagai sarana promosi produk. Ia berharap para pelaku usaha tidak hanya fokus pada penjualan harian, tetapi juga membangun citra produk lokal.

“Gunakan kesempatan ini untuk mempromosikan produk. Tingkatkan kualitasnya agar semakin dikenal masyarakat. Mari kita cintai dan membeli produk lokal untuk menggerakkan ekonomi daerah,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sukabumi juga menyampaikan dukungan pemerintah terhadap pelaku UMKM melalui program pembiayaan usaha. Pemerintah daerah mendorong program kredit tanpa bunga melalui BPR Sukabumi agar pelaku usaha kecil dapat memperkuat modal usaha mereka.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap pelaku UMKM mampu mengembangkan usaha secara lebih stabil dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Disdagin Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni, menjelaskan bahwa bazar Ramadan berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Maret 2026.

Ia menyebutkan bahwa sebanyak 40 pelaku UMKM mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai sektor usaha, seperti kuliner, kerajinan tangan, dan busana.

Menurut Dani, seluruh produk yang hadir dalam bazar merupakan hasil karya pelaku usaha lokal Kabupaten Sukabumi. Oleh karena itu, pemerintah daerah ingin memperkenalkan kualitas produk lokal kepada masyarakat lebih luas.

“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa produk Sukabumi memiliki kualitas yang mampu bersaing. Karena itu, kami menghadirkan langsung para pelaku UMKM dalam bazar ini,” ujar Dani.

Selama kegiatan berlangsung, warga paling banyak mencari komoditas kebutuhan pokok. Beras, telur, minyak goreng, serta sayur-mayur menjadi produk yang paling diminati masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap bazar Ramadan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan selama bulan suci. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat peran UMKM dalam menggerakkan perekonomian daerah.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.