Nagreg, Info Burinyay – Hari ketiga pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kabupaten Bandung memunculkan beragam isu strategis dari Kecamatan Nagreg. Forum perencanaan tahunan ini berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Nagreg, Rabu, 11 Februari 2026, dengan mengusung tema “Peningkatan Daya Saing Daerah yang Berkelanjutan.”
Dalam forum tersebut, masyarakat melalui perwakilan desa menyampaikan sejumlah usulan prioritas. Pertama, warga menekankan pentingnya peningkatan kualitas infrastruktur dasar dan kewilayahan. Usulan ini mencakup perbaikan jalan lingkungan, drainase, serta fasilitas pendukung pelayanan publik. Selain itu, masyarakat menilai infrastruktur menjadi fondasi utama penguatan konektivitas wilayah.
Selanjutnya, isu peningkatan kondisi serta sarana pertanian juga mengemuka. Para peserta Musrenbang menilai sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Nagreg. Oleh karena itu, dukungan sarana irigasi, alat pertanian, hingga peningkatan kualitas lahan menjadi kebutuhan mendesak.
Di sisi lain, masyarakat juga mengusulkan pengembangan sarana olahraga, kebudayaan, dan sosial. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk mendorong kualitas sumber daya manusia, memperkuat kohesi sosial, serta menjaga keberlanjutan nilai budaya lokal.
Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Golkar, Dr. H. Cecep Suhendar, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa seluruh poin usulan tersebut telah tercatat sebagai bahan pokok pikiran DPRD. Ia menegaskan bahwa dewan memiliki komitmen untuk terus menampung dan mengawal aspirasi masyarakat.
“Poin-poin ini tentu menjadi catatan penting dalam pokok pikiran dewan. Kami di DPRD Dapil IV akan terus menampung apa yang menjadi aspirasi warga masyarakat,” ujar Cecep Suhendar dalam forum tersebut.
Namun demikian, ia juga menjelaskan bahwa keterbatasan pagu indikatif menjadi tantangan utama dalam proses perencanaan. Kecamatan Nagreg, kata dia, hanya memperoleh pagu indikatif sekitar Rp2 miliar.
“Kalau pagu indikatif ini dibagi untuk sembilan desa, maka masing-masing hanya sekitar Rp300 juta. Sementara itu, jumlah usulan jauh lebih besar dari angka tersebut,” jelasnya.
Meski demikian, Cecep memastikan bahwa tujuh anggota DPRD Dapil IV siap menampung aspirasi masyarakat yang belum terakomodasi dalam pokok pikiran. Bahkan, menurutnya, setiap anggota dewan telah menugaskan tim untuk mengikuti proses Musrenbang hingga tahap akhir.
“Para delegasi Musrenbang desa dan kecamatan bisa langsung mengikuti kami. Silakan sampaikan usulan-usulan yang belum terakomodasi, karena itu tetap akan kami perjuangkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Cecep mengungkapkan bahwa terdapat hampir 400 program usulan dari Kecamatan Nagreg. Meski saat ini belum seluruhnya terlihat dalam dokumen perencanaan, ia memastikan penyesuaian akan dilakukan berdasarkan pagu indikatif yang tersedia.
Dengan demikian, Musrenbang Kecamatan Nagreg tidak hanya menjadi ruang seremonial, tetapi juga forum strategis untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
