Ciwidey, Info Burinyay – Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PKB, Hadiat, S.Pd.I., menggelar reses masa sidang II tahun 2026 di Kecamatan Ciwidey dan Pasirjambu, Rabu (25/2/2026). Melalui kegiatan tersebut, ia menyerap berbagai aspirasi masyarakat sekaligus menyampaikan sejumlah komitmen program untuk tahun anggaran mendatang.
Kegiatan pertama berlangsung di Aula Kantor Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey. Sejumlah perwakilan desa hadir dan menyampaikan usulan secara langsung. Camat Ciwidey Nardi Sunardi serta Kepala Desa Panyocokan Usep Komara turut mendampingi jalannya dialog.
Dalam forum tersebut, warga mengajukan berbagai kebutuhan prioritas. Mereka menyoroti perbaikan rumah tidak layak huni, pembangunan infrastruktur, hingga perbaikan jalan lingkungan. Selain itu, warga juga meminta peningkatan layanan kesehatan yang mudah diakses.
Menanggapi aspirasi tersebut, Hadiat menyatakan komitmennya untuk memberikan satu unit ambulans bagi Kecamatan Ciwidey. Selain itu, ia juga menyiapkan satu unit ambulans untuk Kecamatan Pasirjambu. Menurutnya, fasilitas tersebut akan membantu percepatan layanan kesehatan masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Bandung.
“Hari ini saya melaksanakan reses yang keempat di Ciwidey. Perwakilan dari tujuh desa hadir dalam kegiatan ini. Setelah ini, kami lanjut ke Sugihmukti di Pasirjambu,” ujar Hadiat.
Ia menjelaskan, peserta reses berasal dari berbagai unsur masyarakat desa. Oleh karena itu, ia membuka ruang seluas-luasnya bagi warga untuk menyampaikan aspirasi. Bahkan, ia menyediakan lembar aspirasi tertulis bagi usulan yang belum tersampaikan secara lisan.
“Nanti tim kami akan memilah mana yang bisa kami tindak lanjuti untuk program tahun 2027. Jadi semua aspirasi tetap kami catat dan evaluasi,” katanya.
Selanjutnya, Hadiat mengaitkan kegiatan reses dengan momentum Ramadan. Ia menggelar program PKB Berbagi yang menyasar peserta reses dan masyarakat sekitar. Dalam kegiatan tersebut, ia membagikan paket sembako dan sarung menjelang Idulfitri.
“Ini bentuk ketulusan kami kepada konstituen. Bukan soal besar atau kecilnya bantuan, tetapi bagaimana kami hadir dan berbagi kebahagiaan,” ucapnya.
Selain fokus pada Ciwidey dan Pasirjambu, Hadiat juga menanggapi aspirasi warga Rancabali. Ia menyebut masyarakat Sukaresmi, Patengan, dan Indragiri menginginkan akses pangan murah karena jarak pasar yang cukup jauh. Oleh sebab itu, ia menggulirkan program subsidi pangan murah.
“Kami berikan kupon kepada warga agar mereka bisa membeli bahan pangan dengan harga terjangkau. Antusiasme masyarakat sangat tinggi karena kebutuhan itu memang mendesak,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Panyocokan Usep Komara mengapresiasi pelaksanaan reses tersebut. Ia menyatakan kegiatan berjalan lancar dan partisipasi warga cukup tinggi.
“Undangan yang hadir sekitar 140 orang dari lima desa, yaitu Panyocokan, Sukawening, Nengkelan, Rawabogo, dan Lebakmuncang. Aspirasi sudah tersampaikan, terutama terkait rutilahu dan infrastruktur,” ujar Usep.
Ia menilai forum reses memberikan ruang dialog yang konstruktif antara wakil rakyat dan masyarakat. Dengan demikian, pemerintah desa dapat menyelaraskan usulan dengan program DPRD.
“Alhamdulillah, hari ini juga ada pembagian sembako di bulan Ramadan. Kami berterima kasih atas perhatian yang diberikan,” tambahnya.
Setelah agenda di Ciwidey selesai, Hadiat melanjutkan reses di GOR Desa Sugihmukti, Kecamatan Pasirjambu. Sekretaris Kecamatan Pasirjambu Hermawan Santoso, Kepala Desa Sugihmukti H. Ruswan Bukhori, serta unsur Bhabinkamtibmas hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Ruswan Bukhori menekankan pentingnya komitmen antara wakil rakyat dan konstituen. Menurutnya, reses bukan sekadar agenda formal, melainkan momentum memperkuat silaturahmi dan menyatukan harapan pembangunan.
“Yang harus kita jalin pertama silaturahmi, kedua aspirasi. Aspirasi bukan dari individu saja, tetapi harus mewakili harapan wilayah,” ujarnya.
Ia juga menilai kehadiran anggota dewan di desa memberikan dampak psikologis positif bagi masyarakat. Sebab, warga dapat menyampaikan kebutuhan secara langsung tanpa perantara.
“Dewan dan masyarakat tidak berbeda jauh. Dewan hanya berstatus sebagai wakil rakyat. Jadi ketika rakyat membutuhkan sesuatu, komunikasi seperti ini sangat penting,” katanya.
Ruswan juga menegaskan bahwa pembagian sembako dalam kegiatan tersebut tidak berkaitan dengan agenda politik. Ia menyebut bantuan itu murni sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci.
“Ini bukan ranah perpolitikan. Ini berbagi untuk negeri di bulan Ramadan. Mudah-mudahan membawa keberkahan bagi Kabupaten Bandung,” ujarnya.
Di sisi lain, peserta reses asal Sugihmukti, Nurdedah, mengaku senang dapat bertemu langsung dengan anggota DPRD. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diterima.
“Alhamdulillah acaranya lancar. Saya bisa bertemu Bapak Hadiat dan mendapatkan paket sembako. Hatur nuhun pisan, semoga lancar terus,” katanya.
Melalui rangkaian reses tersebut, Hadiat menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat. Ia memastikan seluruh aspirasi akan masuk dalam pembahasan program kerja fraksi dan DPRD.
Dengan demikian, reses tidak berhenti pada dialog semata. Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi pintu masuk perencanaan pembangunan yang lebih terarah. Selain itu, komitmen penyediaan ambulans dan subsidi pangan murah menunjukkan respons konkret terhadap kebutuhan warga.
Ke depan, Hadiat menyatakan akan terus mengawal aspirasi masyarakat Ciwidey, Pasirjambu, dan Rancabali agar masuk dalam skala prioritas pembangunan Kabupaten Bandung. Ia berharap sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan DPRD semakin kuat sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat secara bertahap dan berkelanjutan.
