Rancaekek, Info Burinyay – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Bandung, Dr. H. Cecep Suhendar, S.Pd., M.Si., menyerap dan menanggapi berbagai aspirasi masyarakat dalam reses keempat masa sidang tahun 2026. Ia menggelar kegiatan tersebut di SMK Pasundan Rancaekek, Jalan Babakan Radio No. 1, Desa Rancaekek Wetan, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Kamis (26/2/2026).
Sejak awal forum, Cecep langsung membuka ruang dialog dengan peserta. Ia menegaskan bahwa reses kali ini menghadirkan dinamika aspirasi yang lebih aktual dibanding sebelumnya. Menurut dia, warga tidak hanya mengusulkan kebutuhan rutin, tetapi juga menyoroti isu yang sedang berkembang di tingkat nasional.
“Ini reses keempat, Alhamdulillah sudah bisa dilaksanakan. Tentunya aspirasi yang mereka sampaikan ini lebih banyak kepada permasalahan yang update, yang sekarang ini lagi viral,” ujar Cecep.
Ia menjelaskan bahwa warga masih memprioritaskan pembangunan infrastruktur. Selain itu, masyarakat meminta peningkatan sarana olahraga untuk mendukung aktivitas generasi muda. Di sektor pertanian, para petani mendorong pemerintah agar memperkuat dukungan alat dan sarana produksi.
“Pertama, kaitan dengan usulan infrastruktur, usulan sarana olahraga, kemudian urusan sarana pertanian juga itu sudah biasa,” katanya.
Namun demikian, forum tidak hanya membahas persoalan teknis di tingkat desa. Justru warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membicarakan kebijakan pemerintah pusat yang berdampak langsung ke daerah. Cecep melihat antusiasme itu sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap arah pembangunan nasional.
“Hal-hal lain yang muncul adalah kaitan program-program kebijakan pemerintah pusat yang dilakukan di daerah dan harus dibikin di daerah,” ungkapnya.
Ia menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu topik utama. Warga juga mempertanyakan mekanisme pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di tingkat desa. Selain itu, mereka menyoroti penurunan dana desa yang mereka nilai cukup signifikan dan berpotensi menghambat program pembangunan.
Kehadiran anggota DPR RI dalam reses tersebut turut mendorong partisipasi warga. Mereka secara langsung menyampaikan persoalan nasional sekaligus isu lokal yang mereka hadapi sehari-hari. Situasi itu membuat forum berlangsung dinamis dan interaktif.
“Ini pun menjadi aspirasi yang mereka sampaikan tadi. Karena dalam reses hari ini hadir juga anggota DPR RI, jadi nampaknya mereka sangat bersemangat dan menyampaikan permasalahan baik yang nasional maupun sampai hal yang bersifat lokal di Kabupaten Bandung ini,” jelas Cecep.
Lebih lanjut, Cecep memastikan dirinya akan menindaklanjuti seluruh aspirasi sesuai kewenangan yang ia miliki. Ia berkomitmen mengawal usulan prioritas melalui pembahasan di DPRD serta komunikasi lintas lembaga. Dengan demikian, ia berharap hasil reses mampu memperkuat sinkronisasi antara kebijakan pusat dan kebutuhan daerah.
Pada akhirnya, Cecep menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal. Ia memandang kegiatan tersebut sebagai instrumen penting untuk menjaga akuntabilitas sekaligus memastikan kebijakan publik benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Kabupaten Bandung.
