Frasa Utama
Soreang, Info Burinyay – Kabupaten Bandung memasuki akhir tahun dengan suasana keprihatinan menyusul terjadinya bencana alam di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut mendorong munculnya ajakan solidaritas dari unsur legislatif daerah.
Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Partai Golkar, Riki Ganesa, S.Hut., mengajak masyarakat menunjukkan empati nyata menjelang pergantian Tahun Baru 2026. Ia meminta warga menahan diri dari berbagai aktivitas perayaan yang berpotensi mengganggu ketenangan lingkungan.
Ajakan tersebut Riki sampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak bencana, baik di Kabupaten Bandung maupun di wilayah lain di Indonesia.
Menurut Riki, masyarakat perlu menjadikan momentum akhir tahun sebagai ruang refleksi bersama. Oleh karena itu, ia menilai perayaan berlebihan tidak sejalan dengan kondisi kebencanaan yang masih berlangsung.
“Dalam situasi seperti ini, kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyalakan kembang api maupun petasan,” ujar Riki Ganesa.
Ia menjelaskan, penggunaan petasan dan kembang api sering memicu gangguan keamanan, ketertiban, serta kenyamanan warga. Selain itu, suara bising dapat memperburuk kondisi psikologis masyarakat terdampak bencana.
Lebih lanjut, Riki juga mengajak warga meniadakan kegiatan yang bersifat hura-hura saat malam pergantian tahun.
Menurutnya, masyarakat dapat menunjukkan empati melalui sikap sederhana, namun bermakna, seperti menjaga ketenangan lingkungan.
“Empati tidak selalu berbentuk bantuan materi. Kita bisa menunjukkannya dengan menjaga ketertiban dan ketenangan,” katanya.
Riki menekankan bahwa kesadaran kolektif masyarakat memegang peran penting dalam menciptakan suasana kondusif. Dengan sikap saling peduli, warga dapat membangun solidaritas yang kuat di tengah situasi sulit.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa suasana aman dan tertib akan memudahkan aparat menjaga stabilitas wilayah.
Dengan demikian, potensi gangguan keamanan selama pergantian tahun dapat diminimalkan secara signifikan.
Di sisi lain, Riki mendorong masyarakat mengisi malam tahun baru dengan kegiatan yang lebih bermakna. Ia menyarankan doa bersama, refleksi akhir tahun, atau kegiatan sosial di tingkat lingkungan.
Menurutnya, langkah tersebut mampu memperkuat ikatan sosial antarwarga sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
“Kesadaran bersama akan menciptakan suasana aman, kondusif, dan penuh solidaritas antar sesama anak bangsa,” ujarnya.
Riki kembali menegaskan ajakannya agar masyarakat tidak menyalakan kembang api dalam rangka pergantian Tahun Baru 2026.
Ia berharap masyarakat Kabupaten Bandung dapat menjadi contoh daerah yang mengedepankan empati dan tanggung jawab sosial.
Menutup pernyataannya, Riki menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru 2026 kepada seluruh masyarakat.
Ia berharap tahun baru membawa keselamatan, kekuatan, serta kebersamaan bagi seluruh warga.
“Semoga Allah SWT selalu menjaga dan melindungi kita semua,” tutupnya.
Melalui imbauan tersebut, DPRD Kabupaten Bandung berharap masyarakat menyambut Tahun Baru 2026 dengan sikap bijak, penuh empati, serta mengutamakan kepentingan bersama.
