Ciwidey, Info Burinyay – Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kecamatan Ciwidey melanjutkan pemeriksaan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dan Bantuan Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2025 dengan mendatangi Desa Sukawening pada Selasa, 10 Desember 2025. Agenda ini berjalan intens selama satu hari penuh untuk memastikan seluruh program memakai anggaran secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Selain itu, tim ingin memperkuat disiplin administrasi agar desa lebih siap menghadapi audit berjenjang.
Kegiatan berlangsung di ruang rapat desa dan menghadirkan unsur kecamatan, pemerintah desa, BPD, para RW, serta para kepala dusun. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian dengan runtut, sementara tim Monev terus memeriksa berkas dan fisik kegiatan secara paralel. Dengan pola ini, pemeriksaan berjalan lebih efisien dan hasilnya lebih terukur.
Kasi Pembangunan Kecamatan Ciwidey, Hendri Sopiandi, mewakili Camat Ciwidey H. Nardi Sunardi, menyampaikan arah pemeriksaan.
“Kami ingin memastikan BKK Bunga Desa, Rembug Bedas, dan Banprov berjalan sesuai aturan,” ujarnya.
Ia lalu menjelaskan bahwa pemeriksaan terbagi dua tim.
“Tim pertama mengecek fisik kegiatan, sedangkan tim kedua menilai SPJ dan dokumen pelengkap. Capaian administrasi baru sekitar 80 persen sehingga desa perlu mempercepat perbaikannya,” katanya menambahkan.
Hendri menegaskan pentingnya langkah korektif cepat karena desa harus siap menghadapi audit Inspektorat.
Pada sesi pemaparan berikutnya, Kepala Desa Sukawening, H. Hamdani Sukmana, memberikan gambaran mengenai program yang sedang berjalan.
“Kami menerima tim Monev sebagai bagian dari pembinaan yang wajib kami ikuti. Aturan mengatur ini secara jelas, jadi kami menjalankan semuanya secara terbuka,” jelasnya.
Ia kemudian merinci sumber anggaran yang menjadi fokus pemeriksaan, yaitu BKK Rembug Bedas, Banprov, dan Bunga Desa.
Hamdani memaparkan realisasi fisik melalui anggaran Bunga Desa.
“Kami memperbaiki enam rumah dan membangun satu sumber bor pangkalan,” ucapnya. Setelah itu, ia menguraikan kegiatan Banprov yang tersebar di tiga RW. “Pada Banprov, kami membangun jalan lingkungan sepanjang total 300 meter di RW 02, RW 03, dan RW 04. Dua ruas memakai rabat beton dan satu ruas memakai hotmix,” katanya.
Dirinya menilai pembangunan tersebut menjawab kondisi jalan sebelumnya yang curam dan licin. Akses warga kini lebih aman dan nyaman.
Selain menjelaskan program, Hamdani juga menyampaikan pesan bagi warga.
“Kami berharap warga menjaga hasil pembangunan. Pemeliharaan saluran air sangat penting agar jalan tetap awet. Kami juga berterima kasih kepada Pak Gubernur KDM atas dukungan Banprov yang sangat bermanfaat,” tegasnya.
Di sisi lain, Kedus 1 Pasirhuni, Kurniawan, memberikan pandangan mengenai dampak pembangunan di wilayahnya.
“Jalan ini sebelumnya rusak dan bergelombang. Karena itu, kami bersyukur atas pembangunan ini,” ungkapnya.
Ia kemudian menjelaskan spesifikasi teknis jalan gang tersebut yang memiliki panjang 300 meter, lebar satu meter, dan ketebalan delapan sentimeter. Sebagian sudah selesai dan sisanya masih proses pengerjaan. Menurutnya, jalur tersebut menjadi rute utama pengguna motor setiap hari sehingga pembangunan ini membawa dampak langsung bagi warga. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Bapak Aing atau KDM yang telah memberikan Banprov kepada desa.
Sementara itu, warga penerima bantuan rumah, Nyonya Nanin dari RW 06 Kampung Nenon, merasakan perubahan besar setelah rumahnya mendapatkan perbaikan.
“Senang sekali, rumah sekarang jauh lebih baik,” ujarnya.
Ia mengenang kondisi rumah sebelumnya yang bocor, memiliki genting rusak, dinding lapuk, serta banyak celah udara. Setelah perbaikan, kondisi rumah berubah total dan membuat keluarganya lebih nyaman. Ia kemudian mengucapkan terima kasih kepada Pak Kades, Pak Bupati, Pak Camat, dan Pak Gubernur Bapak Aing KDM.
Setelah seluruh rangkaian selesai, Kecamatan Ciwidey menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat pengawasan pembangunan desa. Monitoring berkelanjutan menjadi alat penting bagi kecamatan untuk memastikan penggunaan anggaran tertib, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata. Selain itu, pembinaan rutin memberi ruang bagi desa untuk memperbaiki administrasi dan meningkatkan kualitas tata kelola.
Tim Monev menutup kegiatan dengan penekanan bahwa kecamatan akan terus mendampingi desa. Tujuannya agar setiap program berjalan efektif dan hasilnya memberi dampak nyata bagi masyarakat. Dengan proses evaluasi yang konsisten, pembangunan di Desa Sukawening dapat berkembang lebih baik dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga dari tahun ke tahun.
