Ciwidey, Info Burinyay – Pengajian Rutin Bulanan kembali digelar di Aula Kantor Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Senin (24/11/2025). Kegiatan ini mempertemukan warga dari tiga RW, yaitu RW 02 Kampung Panyocokan, RW 03 Kampung Pasirawi, dan RW 04 Kampung Cisepan. Suasana kebersamaan terasa dalam seluruh rangkaian acara.
Pengajian menghadirkan Ustadz Kakang, Ketua DKM Masjid Al-Idris Panyocokan, sebagai penceramah. Selain itu, kegiatan dihadiri Kepala Desa Panyocokan Usep Komara, Sekretaris Desa Imam Ahmad Sahroni, Ketua Alhidayah Kecamatan Ciwidey Hj. Kokom, perangkat desa, tokoh agama, dan perwakilan masyarakat.
Kepala Desa Panyocokan Usep Komara menyampaikan bahwa pemerintah desa konsisten menjaga ruang silaturahmi dan pembinaan keagamaan.
“Pengajian rutin ini menjadi sarana mempererat ulama dan umara, juga memperkuat kedekatan pemerintah dengan masyarakat,” katanya. Ia kemudian menyinggung sistem pelaksanaan yang berjalan bergiliran setiap bulan.
“Bulan ini giliran tiga RW, dan alhamdulillah jamaah sangat antusias,” tambahnya.
Materi kajian yang disampaikan Ustadz Kakang berfokus pada fiqih dan tasawuf. Ia menjelaskan nilai ibadah sebagai pondasi kehidupan.
“Menuntut ilmu itu kunci untuk membuka hati dan memperbaiki ibadah,” terangnya dengan nada menegaskan. Ia kemudian mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan keagamaan di desa.
“Semoga pemerintah desa terus menjaga kegiatan positif seperti ini,” singkatnya.
Sekretaris Desa, Imam Ahmad Sahroni, menyampaikan perkembangan pengajian yang semakin menggembirakan. Ia menilai bahwa partisipasi masyarakat meningkat dari waktu ke waktu.
“Hari ini tercatat lebih dari seratus jamaah hadir,” katanya. Ia yakin konsistensi kegiatan akan berdampak baik bagi keagamaan masyarakat.
“Harapannya, pengajian ini menjaga silaturahmi sekaligus menambah ilmu warga,” tambahnya.
Ketua Alhidayah Kecamatan Ciwidey, Hj. Kokom, juga memberikan pandangan mengenai kemajuan kegiatan keagamaan di Panyocokan. Ia melihat peningkatan partisipasi masyarakat secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
“Dulu sempat menurun, tapi sekarang pengajian di Panyocokan jauh lebih hidup,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa kegiatan berjalan tanpa agenda politik.
“Intinya tolabul ilmi dan silaturahmi, agar semuanya mendapat keberkahan,” tuturnya.
Pengajian ditutup dengan doa bersama. Warga kemudian saling menyapa sebelum meninggalkan aula, menandakan hubungan sosial yang semakin kuat. Pemerintah desa memastikan kegiatan ini tetap berlangsung setiap bulan dengan pola bergiliran agar seluruh RW mendapatkan giliran yang sama.
Program keagamaan ini menjadi bagian dari komitmen Desa Panyocokan dalam memperkuat pendidikan spiritual masyarakat. Kegiatan ini berlangsung sederhana, namun mempunyai makna penting bagi warga karena mendorong kebersamaan, kedekatan, dan peningkatan ibadah.
