Soreang, Info Burinyay – Menjelang dinamika politik nasional yang mengarah ke tahun 2030, Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb terus memperkuat komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Salah satu langkah konkret yang ia lakukan adalah membangun sinergi bersama insan pers yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung.
Ali Syakieb menerima audiensi pengurus dan anggota PWI Kabupaten Bandung di ruang pertemuan Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung, Soreang, Selasa (6/1/2026). Dalam pertemuan tersebut, ia menegaskan pentingnya peran pers dalam mendukung pembangunan daerah melalui pemberitaan yang edukatif dan berimbang.
Ali Syakieb menyampaikan bahwa wartawan memegang posisi strategis dalam kehidupan demokrasi. Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan pers sebagai mitra yang mampu menyampaikan informasi secara objektif kepada masyarakat.
“Wartawan merupakan mitra strategis Pemerintah Kabupaten Bandung. Kami membutuhkan wartawan sebagai penyeimbang demokrasi. PWI memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait program kerja Pemkab Bandung,” ujar Ali Syakieb.
Ia menambahkan bahwa seluruh program pemerintah daerah berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah membutuhkan dukungan pers agar masyarakat memahami setiap kebijakan yang dijalankan.
Dalam audiensi tersebut, Ali Syakieb hadir bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bandung Teguh Purwayadi serta Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Sandi Apriatna. Ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi PWI Kabupaten Bandung dalam menyebarluaskan informasi pembangunan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada PWI Kabupaten Bandung yang selama ini membantu pemerintah daerah dalam menyampaikan informasi kegiatan dan program kepada masyarakat,” katanya.
Ali Syakieb menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memperkuat pola kerja sama dengan PWI. Ia berharap kolaborasi tersebut mampu menghadirkan informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami publik.
“Kita harus bersama-sama membangun Kabupaten Bandung. Informasi yang disampaikan harus jelas dan bertanggung jawab. Jangan sampai masyarakat menerima informasi yang tidak benar atau hoaks,” ucapnya.
Selain membahas peran pers, Ali Syakieb juga memaparkan sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian Pemkab Bandung. Ia menyoroti masalah pengangguran, praktik bank emok, pengelolaan sampah, serta persoalan banjir di beberapa wilayah.
Untuk menekan angka pengangguran, Pemkab Bandung mendorong penciptaan lapangan kerja dan pengembangan kewirausahaan. Pemerintah juga mengajak masyarakat agar berani menciptakan usaha mandiri.
“Kami terus mendorong masyarakat agar menjadi entrepreneur dan menciptakan wirausaha baru,” jelas Ali Syakieb.
Terkait praktik bank emok, Pemkab Bandung menjalankan program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan. Program tersebut bertujuan membantu masyarakat keluar dari jeratan pinjaman ilegal.
“Solusi bank emok tidak hanya melalui bantuan modal. Masyarakat juga harus mandiri agar tidak kembali terjerat,” ujarnya.
Ali Syakieb juga menjelaskan upaya pemerintah daerah dalam menangani banjir. Ia menyebut kondisi geografis menjadi salah satu faktor utama, namun pemerintah tetap mengambil langkah nyata.
“Pemkab Bandung menjalankan penanganan banjir secara bertahap. Kami melakukan pengerukan sungai, pelebaran aliran, serta penataan bantaran sungai melalui kolaborasi berbagai pihak,” katanya.
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Bandung Enung D Susana memaparkan rencana program PWI sepanjang tahun 2026. Ia menyebutkan PWI akan memperingati Hari Pers Nasional setiap 9 Februari.
“Puncak peringatan HPN nasional akan berlangsung di Provinsi Banten pada 9 Februari 2026. Di Kabupaten Bandung, kami merencanakan diskusi publik yang membahas persoalan daerah,” kata Enung.
Ia menjelaskan bahwa isu lingkungan, sampah, dan pendidikan menjadi fokus utama diskusi. Selain itu, PWI Kabupaten Bandung juga merencanakan rapat kerja serta Konferensi PWI pada November 2026.
Penasehat PWI Kabupaten Bandung Didi Mainaki menegaskan komitmen PWI sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Ia mengapresiasi Diskominfo yang aktif menyampaikan informasi kegiatan pemerintahan.
“Kami siap menjadi jembatan informasi antara Pemkab Bandung dan masyarakat,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, anggota PWI Kabupaten Bandung Rusyandi menyampaikan rencana sosialisasi Kode Etik Jurnalistik kepada aparatur sipil negara.
“Melalui sosialisasi KEJ, kami berharap ASN dan wartawan memiliki pemahaman yang sama terkait kerja jurnalistik,” katanya.
