Cileunyi, Info Burinyay – Bupati Bandung Dadang Supriatna melakukan peletakan batu pertama pembangunan fisik gudang dan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Cileunyi Wetan, Selasa (16/12/2025). Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan eks Terminal Cileunyi, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Bandung hadir bersama Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung Dindin Syahidin. Selain itu, Kabag Tata Pemerintahan Gugum Gumilar, Camat Cileunyi Cucu Endang, Kepala Desa Cileunyi Wetan Hari Haryono, serta sejumlah pemangku kepentingan turut mendampingi.
Pemerintah Kabupaten Bandung membangun gudang dan gerai KDMP Cileunyi Wetan sebagai bagian dari program strategis nasional. Program ini bertujuan memperkuat perekonomian masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan. Pemerintah menempatkan koperasi sebagai instrumen utama penggerak ekonomi kerakyatan.
Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan bahwa pembangunan fasilitas KDMP terus berjalan di berbagai wilayah. Hingga saat ini, pemerintah daerah telah memulai pembangunan gudang dan gerai KDMP di 56 desa.
“Untuk gudang atau gerai KDMP di Kabupaten Bandung, saat ini sudah berjalan di 56 desa. Salah satunya hari ini di Desa Cileunyi Wetan,” kata Dadang Supriatna usai kegiatan.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Desa Cileunyi Wetan menyediakan tanah carik desa untuk pembangunan fasilitas tersebut. Menurutnya, lokasi tersebut memiliki posisi strategis yang mendukung aktivitas ekonomi dan distribusi barang.
Dadang Supriatna, yang akrab disapa Kang DS, menilai kawasan eks Terminal Cileunyi memiliki keunggulan akses. Lokasi tersebut berada di jalur provinsi yang menghubungkan sejumlah kabupaten dan kota di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya.
“Lokasi ini sangat strategis karena berada di jalan provinsi yang menghubungkan antar daerah,” ujarnya.
Kang DS berharap keberadaan gudang dan gerai KDMP mampu meningkatkan perputaran ekonomi lokal. Ia menilai koperasi dapat menjadi pusat distribusi kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya usaha produktif desa.
“Mudah-mudahan pembangunan gudang dan gerai KDMP ini mampu membangkitkan ekonomi masyarakat Desa Cileunyi Wetan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Bupati Bandung menyampaikan target pembangunan KDMP secara menyeluruh. Pemerintah Kabupaten Bandung menargetkan pembangunan gudang dan gerai KDMP di 270 desa dan 10 kelurahan pada tahun 2026.
Target tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan kelengkapan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. Untuk mendukung kebijakan tersebut, pemerintah daerah telah menggelar koordinasi dengan para kepala desa dan lurah.
“Pada Januari 2026, kami mulai membangun gudang dan gerai KDMP di kelurahan yang sudah siap. Saat ini, delapan kelurahan telah menyatakan kesiapan,” jelas Kang DS.
Meski demikian, Kang DS mengakui sejumlah kendala masih muncul di lapangan. Beberapa desa memiliki tanah carik, namun lokasinya kurang strategis untuk pengembangan usaha koperasi.
“Sebagian desa memiliki tanah carik, tetapi lokasinya tidak mendukung aktivitas ekonomi,” ujarnya.
Sebagai langkah solusi, Pemerintah Kabupaten Bandung mengusulkan mekanisme ruislag bagi desa yang belum memiliki lahan strategis. Pemerintah daerah menyiapkan pendanaan melalui Alokasi Dana Perimbangan Desa (ADPD) yang bersumber dari APBD Kabupaten Bandung.
Kang DS menargetkan pada Maret 2026 minimal 50 persen Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih telah memiliki gudang dan gerai yang berfungsi. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah akan memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah.
“Kami akan menggelar rapat khusus bersama Dinas Koperasi dan UKM serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa untuk membahas percepatan dan penyelesaian kendala,” pungkasnya.
