26.2 C
Bandung
Selasa, Mar 3, 2026
Info Burinyay
Pemerintahan

Bupati Bandung Dorong Kolaborasi Pentahelix Atasi Banjir Dayeuhkolot

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan arahan saat Rapat Koordinasi Sinergitas Pentahelix Penanganan Banjir di Gedung Pinus BBSPJIS, Dayeuhkolot.
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Sinergitas Pentahelix Penanganan Banjir di Gedung Pinus BBSPJIS, Dayeuhkolot, Selasa (11/11/2025). Rapat ini membahas kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi banjir di wilayah Dayeuhkolot. Foto:InfoBurinyay/Denjaya

Dayeuhkolot, Info Burinyay – Bupati Bandung Dadang Supriatna mengajak masyarakat, instansi pemerintah, dan dunia usaha bergerak bersama menangani banjir di Kecamatan Dayeuhkolot. Ajakan itu ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi Sinergitas Pentahelix Penanganan Banjir di Gedung Pinus BBSPJIS, Jalan Moch. Toha, Selasa (11/11/2025).

Rapat tersebut mempertemukan perwakilan BBWS Citarum, Dinas PUTR Kabupaten Bandung, BPBD, PSDA Jawa Barat, tokoh masyarakat, dan pengusaha kawasan industri. Melalui forum ini, Pemkab Bandung ingin memperkuat kolaborasi lintas sektor agar solusi banjir tidak berhenti di tataran wacana.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus terlibat — masyarakat, dunia usaha, akademisi, media, dan pemerintah. Kolaborasi Pentahelix menjadi kunci agar hasilnya nyata,” ujar Dadang Supriatna.

Ia menegaskan, sedikitnya 30 perusahaan di kawasan industri Dayeuhkolot akan berpartisipasi lewat program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). “Saya tidak meminta uang pribadi siapa pun. Saya hanya ingin partisipasi bersama demi keselamatan warga,” tegasnya.

Selain itu, Kang DS memastikan Pemkab Bandung siap mengalokasikan anggaran dari APBD. Ia menekankan bahwa setiap program harus transparan dan sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, langkah konkret di lapangan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Kalau kita kompak, persoalan banjir bisa diselesaikan secara bertahap. Kita tidak cukup berbicara di forum, tapi harus bergerak bersama,” kata Kang DS menambahkan.

Dalam forum itu, Bupati meminta pembentukan Tim Pentahelix Kecamatan Dayeuhkolot yang melibatkan unsur masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha. Ia juga meminta camat segera menetapkan struktur tim secara resmi agar program lebih terarah.

“Silakan bentuk ketua, sekretaris, dan bendahara. Nanti Pak Camat akan membuat SK agar tim ini bisa bekerja,” tuturnya.

Hasil rapat memilih tokoh masyarakat Tri Rahmanto sebagai Ketua Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot. Ia berjanji menggerakkan seluruh pihak untuk mendukung langkah pemerintah.

“Kami siap menjalankan amanah Bupati Bandung. Semua perusahaan harus ikut membantu. Jangan hanya menonton. Mari bersama mengatasi banjir,” tegas Tri Rahmanto.

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqawa, menjelaskan bahwa Dayeuhkolot memiliki kondisi geografis yang sulit. Wilayahnya lebih rendah dari Sungai Citarum, sehingga genangan air mudah terjadi saat hujan deras.

“Kondisi ini menjadi tantangan berat. Karena posisi lebih rendah dari sungai, limpasan air sulit keluar. Itulah sebabnya banjir kerap terjadi,” ujar Zeis.

Ia menambahkan, BBWS Citarum telah memetakan 20 titik kolam retensi untuk menampung air hujan. Sebelas kolam sudah selesai, sedangkan sembilan lainnya masih dirancang. Selain itu, pihaknya juga memperbaiki drainase, pompa air di Bojong Asih dan Cipalasari, serta membangun sistem resapan di kawasan padat penduduk.

“Dengan kerja sama semua pihak melalui konsep Pentahelix, kami yakin penanganan banjir di Dayeuhkolot bisa lebih efektif dan berkelanjutan,” pungkas Zeis.

Rapat berakhir dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga teknis, dan dunia usaha. Semua peserta sepakat mempercepat langkah nyata menuju Dayeuhkolot bebas banjir.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.