26.2 C
Bandung
Selasa, Mar 3, 2026
Info Burinyay
Pemerintahan

Dadang Supriatna Tebar 5,2 Juta Bibit, Pemkab Bandung Pulihkan Hutan Gundul

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan program pemulihan hutan dengan menyiapkan 5,2 juta bibit tanaman di Kabupaten Bandung
Bupati Bandung Dadang Supriatna memberikan keterangan terkait upaya pemulihan hutan gundul melalui penyediaan 5,2 juta bibit tanaman sebagai langkah menjaga keseimbangan lingkungan dan mencegah bencana alam di Kabupaten Bandung. -Foto:InfoBurinyay/Denjaya

Soreang, Info Burinyay – Pemerintah Kabupaten Bandung terus menunjukkan komitmen nyata dalam menangani kerusakan hutan di wilayahnya. Kondisi hutan gundul tidak hanya menghilangkan pepohonan, tetapi juga melemahkan sistem kehidupan yang menopang masyarakat.

Atas dasar keprihatinan tersebut, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengambil langkah konkret dengan menyiapkan 5,2 juta bibit biji-bijian. Program ini bertujuan menghidupkan kembali kawasan hutan yang mengalami degradasi di berbagai titik Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung yang akrab disapa Kang DS menegaskan bahwa hutan memegang peran penting sebagai penyangga kehidupan. Selain itu, hutan menjaga ketersediaan air, menahan pergerakan tanah, serta melindungi masyarakat dari ancaman bencana.

“hutan menjadi tempat air bermula, tanah bertahan, dan manusia bergantung. Ketika hutan rusak, risiko banjir dan longsor meningkat,” ujar Kang DS, Jumat (26/12/2025).

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bandung tidak memposisikan program ini sebagai kegiatan simbolis. Sebaliknya, pemerintah daerah menjalankan penghijauan sebagai tanggung jawab moral dalam menjaga keseimbangan alam dan keselamatan warga.

Selain fokus pada pemulihan fisik hutan, program ini juga menanamkan kesadaran lingkungan. Pemerintah daerah melibatkan pelajar tingkat SD hingga SMP dalam proses penyemaian bibit. Dengan demikian, para siswa berperan aktif sejak tahap awal.

Dari ruang-ruang kelas, para pelajar belajar memahami pentingnya menjaga alam. Melalui kegiatan tersebut, mereka tidak hanya menanam benih, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi menanam kesadaran,” tegas Kang DS.

Sementara itu, pemerintah daerah memilih metode penyebaran bibit melalui jalur udara. Keputusan ini muncul karena banyak kawasan hutan memiliki medan terjal dan sulit dijangkau melalui jalur darat.

“Kami menggunakan pesawat agar kawasan yang sulit dijangkau tetap memiliki peluang untuk pulih,” jelasnya.

Dengan metode tersebut, pemerintah daerah berharap benih dapat menjangkau area hutan yang selama ini minim intervensi manusia. Selain itu, penyebaran udara memungkinkan proses rehabilitasi berjalan lebih merata dan efisien.

Lebih lanjut, Kang DS menekankan bahwa upaya menjaga hutan hari ini akan menentukan keselamatan generasi mendatang. Menurutnya, alam akan memberikan perlindungan jika manusia merawatnya secara konsisten.

“Hutan yang kita jaga hari ini menjadi penyangga kehidupan esok hari. Jika kita merawat alam dengan sungguh-sungguh, alam akan menjaga kita dan anak cucu kita,” tuturnya.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Bandung kembali menegaskan bahwa pelestarian hutan bukan sekadar wacana. Pemerintah daerah memulai perjalanan panjang yang berangkat dari kepedulian, diperkuat dengan konsistensi, dan diwariskan sebagai amanah kehidupan.

Dari udara, pemerintah daerah menebarkan benih harapan. Kabupaten Bandung melangkah menuju masa depan dengan hutan yang kembali hijau serta lingkungan yang lebih lestari, pungkas Kang DS.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.