25.6 C
Bandung
Senin, Mar 2, 2026
Info Burinyay
Pemerintahan

Kang DS Gaspol! Stabilkan Harga Pangan, Genjot Infrastruktur dan Disiplinkan ASN di Ramadan

Bupati Bandung Dadang Supriatna memimpin apel bulanan ASN di Lapangan Upakarti Soreang jelang Ramadan 2026
Bupati Bandung Dadang Supriatna (Kang DS) memimpin apel bulanan Aparatur Sipil Negara di Lapangan Upakarti, Soreang, Senin (2/3/2026). Dalam arahannya, Kang DS menegaskan komitmen Pemkab Bandung menjaga stabilitas pangan, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta memperkuat disiplin kinerja ASN selama Ramadan dan menjelang Idulfitri. - Foto:infoburinyay/red

Soreang, Info Burinyay – Pemerintah Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pangan, mempercepat pembangunan infrastruktur, dan memperkuat disiplin aparatur selama Ramadan. Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menyampaikan penegasan itu saat memimpin apel bulanan ASN di Lapangan Upakarti, Soreang, Senin (2/3/2026).

Memasuki pekan kedua Ramadan dan menjelang Idulfitri, Kang DS menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah bergerak cepat. Ia meminta jajaran terkait mengantisipasi potensi kenaikan harga dan gangguan distribusi bahan pokok. Karena itu, ia menekankan pentingnya koordinasi intensif dengan distributor dan pelaku usaha.

“Saya meminta seluruh OPD terkait memastikan ketersediaan bahan pangan aman dan harga tetap stabil. Lakukan operasi pasar murah, perketat pengawasan, dan koordinasikan dengan distributor. Jangan sampai masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan Ramadan,” ujarnya.

Sebagai langkah nyata, Pemkab Bandung akan menggelar Pasar Ramadan 1447 Hijriah pada 5–8 Maret 2026 di Plaza Upakarti. Pemerintah daerah menargetkan kegiatan itu mampu membantu warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Pasar Ramadan ini harus benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” kata Kang DS.

Selain sektor pangan, Kang DS juga menyoroti percepatan pembangunan infrastruktur dan penanganan sampah. Ia meminta seluruh perangkat daerah menjaga ritme kerja selama bulan puasa. Menurut dia, Ramadan justru harus memperkuat komitmen pelayanan publik.

“Kita tidak boleh kendor meskipun sedang berpuasa. Justru Ramadan harus menjadi penguat komitmen dan semangat kita dalam meningkatkan pelayanan dan pembangunan,” tegasnya.

Ia menilai infrastruktur yang memadai akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Infrastruktur yang baik juga akan meningkatkan akses layanan publik bagi masyarakat. Pada saat yang sama, ia meminta dinas terkait menangani persoalan sampah secara terintegrasi. Ia menegaskan penanganan sampah menyangkut kesehatan dan kenyamanan warga sehingga tidak boleh ditunda.

Dalam aspek tata kelola pemerintahan, Kang DS mengingatkan seluruh perangkat daerah menyiapkan dokumen dan data pendukung secara lengkap. Ia meminta setiap OPD merespons kebutuhan administrasi secara cepat, terutama saat pemeriksaan oleh BPK RI terkait pertanggungjawaban APBD Tahun 2025.

“Saya mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk responsif dan menyiapkan seluruh dokumen serta data secara lengkap dan tepat waktu. Jangan sampai terjadi keterlambatan atau kendala administratif karena ini menyangkut kredibilitas dan integritas Pemerintah Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Memasuki satu tahun pertama kepemimpinan Kang DS bersama Wakil Bupati Ali Syakieb periode 2025–2030, ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN. Ia menyebut sejumlah indikator makro menunjukkan capaian positif. Salah satunya, Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Bandung kini mencapai 75,58 poin.

“IPM kita sudah mencapai 75,58 poin. Ini dilihat dari angka harapan hidup 75,70 tahun, rata-rata lama sekolah 9,4 tahun, dan daya beli masyarakat sebesar Rp11,61 juta per kapita. Ini adalah hasil kerja keras kita semua,” ungkapnya.

Namun demikian, Kang DS tetap mengingatkan adanya tantangan global. Ia menilai dinamika internasional berpotensi memicu kenaikan harga komoditas dan menekan daya beli masyarakat. Karena itu, ia meminta jajaran pemerintah daerah menyusun langkah antisipatif sejak sekarang.

“Kita tidak bisa menutup mata terhadap situasi global yang sedang memanas. Dampaknya bisa kita rasakan melalui kenaikan harga komoditas dan tekanan terhadap daya beli masyarakat. Maka, kita harus siap mengantisipasinya di tingkat daerah,” katanya.

Sebagai penutup, Kang DS mengajak seluruh ASN menjadikan Ramadan sebagai momentum penguatan integritas dan peningkatan kinerja. Ia berharap seluruh aparatur terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Mari kita jadikan bulan Ramadan ini sebagai momentum untuk memperkuat integritas, meningkatkan kinerja, dan memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.