Sabtu, Feb 7, 2026
Info Burinyay
Pemerintahan

Kang DS Dorong Pendidikan Karakter dan Spiritual di Milad Al Azhar Majalaya

Bupati Bandung Dadang Supriatna memotong tumpeng pada Milad Al Azhar ke-37 di Majalaya, Kabupaten Bandung
Bupati Bandung Dadang Supriatna memotong tumpeng sebagai ungkapan syukur pada peringatan Milad Al Azhar ke-37 yang dirangkaikan dengan kegiatan Jalan Santai Keluarga Besar Al Azhar Majalaya dan Rancaekek serta menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Sabtu (7/2/2026). - Foto:InfoBurinyay/Denjaya

Majalaya, Info Burinyay – Bupati Bandung Dadang Supriatna menghadiri kegiatan Jalan Santai Keluarga Besar Al Azhar Majalaya dan Rancaekek di Jalan Rancajigang Nomor 75, Desa Padamulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Sabtu (7/2/2026) pagi. Kegiatan tersebut melibatkan siswa Taman Kanak-Kanak (TK), Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Azhar.

Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna, hadir dalam rangka peringatan Milad Al Azhar ke-37. Pihak sekolah juga menggelar kegiatan ini untuk menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Para siswa, guru, dan orang tua mengikuti kegiatan sejak pagi hari.

Sejumlah pejabat daerah mendampingi Bupati Bandung. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung Dicky Anugrah dan Camat Majalaya Rofiran turut hadir. Perwakilan Keluarga Besar Al Azhar Majalaya, Aep Saefullah, menyambut langsung kedatangan Kang DS.

Dalam rangkaian acara, Kang DS melakukan prosesi potong tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas Milad Al Azhar ke-37. Setelah itu, ia mengangkat bendera start untuk memulai kegiatan jalan santai. Para peserta langsung bergerak mengikuti rute yang panitia siapkan.

Di sela kegiatan, Bupati Bandung menegaskan pentingnya pendidikan karakter bagi peserta didik. Ia menilai pendidikan karakter harus dimulai sejak usia dini. Menurutnya, pendidikan tersebut relevan bagi siswa TK, MI, MTs, hingga Madrasah Aliyah di lingkungan Al Azhar Majalaya dan Rancaekek.

“Pendidikan karakter sangat penting untuk menjawab tantangan masa depan. Lembaga pendidikan Al Azhar mengaitkan pendidikan formal dengan nilai spiritual,” kata Kang DS.

Ia menjelaskan bahwa pendidikan karakter menjadi harapan para orang tua. Kang DS menilai pendidikan tersebut mampu membentuk generasi yang unggul secara intelektual dan kuat secara moral.

“Pendidikan karakter mendorong kemajuan bangsa dan negara. Ke depan, masyarakat tidak hanya membutuhkan intelektual, tetapi juga kekuatan spiritual,” ujarnya.

Kang DS menekankan bahwa keseimbangan antara intelektual dan spiritual menentukan keberhasilan. Ia menyebut kedua unsur tersebut sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.

“Kesuksesan bergantung pada kemampuan melakukan inovasi untuk kemajuan bangsa dan negara,” katanya.

Selain itu, Kang DS kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung terhadap program Magrib Wajib Mengaji dan Isya Wajib Belajar. Ia meminta seluruh masyarakat menjalankan program tersebut secara konsisten.

“Magrib wajib mengaji dan isya wajib belajar merupakan terobosan penting. Program ini bertujuan mencerdaskan anak bangsa yang berkarakter dan berakhlakul karimah,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kang DS menyampaikan perkembangan program Besti atau Beasiswa Ti Bupati. Pemerintah Kabupaten Bandung terus menggulirkan program tersebut setiap tahun.

“Kami akan terus meningkatkan program Besti. Targetnya mencapai 500 calon mahasiswa,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah menyasar warga yang memiliki keterbatasan ekonomi melalui program tersebut. Namun, penerima beasiswa tetap harus memiliki prestasi dan semangat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Sementara itu, perwakilan Keluarga Besar Al Azhar Majalaya, Aep Saefullah, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Bandung. Ia menilai kehadiran Kang DS memberi motivasi bagi pihak sekolah dan para siswa.

“Kehadiran Pak Bupati memberi motivasi khusus bagi sekolah. Kami berharap dukungan terhadap pendidikan terus berjalan dengan lancar,” katanya.

Aep juga menyampaikan pesan Kang DS kepada para siswa. Ia menilai pesan tersebut mudah dipahami dan memberi inspirasi.

“Beliau menyampaikan tiga amal jariah, yaitu anak saleh, sedekah jariah, dan ilmu yang bermanfaat. Pesan ini memotivasi anak-anak untuk menatap masa depan dan menghadapi Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.