Jumat, Jan 16, 2026
Info Burinyay
Pemerintahan

Camat Rancabali Mamet Slamet Pantau Ketat Wisata, Tegaskan Larangan Kembang Api

Camat Rancabali Mamet Slamet memberikan keterangan terkait pemantauan kawasan wisata dan larangan kembang api jelang tahun baru.
Camat Rancabali, Mamet Slamet, S.IP., M.Si., memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri kunjungan kerja dan Deklarasi Moral Indonesia Emas 2025 Bupati Bandung di SMPN 1 Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (30/12/2025). - Foto:InfoBurinyay/Lee

Soreang, Info Burinyay – Camat Rancabali, Mamet Slamet, S.IP., M.Si., memimpin langsung pemantauan kawasan wisata menjelang pergantian tahun. Bersama unsur Forkopimcam, ia menggerakkan pengawasan terpadu untuk memastikan seluruh destinasi wisata mematuhi himbauan pemerintah terkait larangan menyalakan kembang api.

Langkah tersebut mencerminkan sikap empati pemerintah terhadap kondisi duka kemanusiaan. Pemerintah daerah saat ini merespons musibah yang menimpa masyarakat di Sumatera Aceh dan Kabupaten Bandung. Oleh karena itu, Camat Rancabali mengajak seluruh pengelola wisata dan pengunjung untuk menahan diri serta menjaga suasana yang tertib dan beretika.

Mamet Slamet menjelaskan bahwa jajaran kecamatan tidak hanya mengandalkan laporan. Sebaliknya, ia bersama Forkopimcam turun langsung ke lapangan. Dengan cara itu, pemerintah kecamatan dapat memastikan kebijakan berjalan nyata, bukan sekadar himbauan tertulis.

“Bersama Forkopimcam, kami terus memonitor kawasan wisata. Kami menyampaikan secara langsung himbauan dari Pak Gubernur, Pak Kapolda, dan Pak Bupati agar masyarakat tidak menyalakan kembang api. Saat ini kita masih berada dalam suasana berkabung kemanusiaan,” ujar Mamet Slamet.

Selain melakukan pemantauan, Mamet juga mendatangi sejumlah lokasi wisata unggulan di wilayah Rancabali. Ia memastikan setiap pengelola memahami konteks kebijakan tersebut. Lebih dari itu, ia membuka ruang diskusi dengan manajemen agar setiap keputusan dapat berjalan selaras.

“Kemarin saya meninjau langsung Walini, Green Hill, Ranca Upas, eMTe Resort, hingga Kawah Putih. Di setiap lokasi, kami berdiskusi dengan manajemen. Kami meminta mereka tidak menyelenggarakan aktivitas yang mengarah pada penggunaan kembang api saat malam tahun baru,” tegasnya.

Selanjutnya, Mamet mengarahkan pengelola wisata untuk mengambil langkah preventif. Ia meminta manajemen menyampaikan himbauan kepada pengunjung sejak awal kedatangan. Dengan demikian, pengunjung dapat memahami aturan sebelum menikmati fasilitas wisata.

“Kami meminta pihak pengelola menyampaikan larangan tersebut melalui sistem tiket dan memasang spanduk himbauan di area strategis. Cara ini membantu pengunjung memahami kebijakan tanpa kebingungan,” tambah Mamet.

Di sisi lain, Mamet menekankan bahwa pemerintah tidak bermaksud membatasi sektor pariwisata. Sebaliknya, pemerintah mendorong terciptanya wisata yang beradab dan berempati. Ia menilai sikap saling menghormati justru memperkuat citra kawasan wisata.

Mamet Slamet menyampaikan pernyataan tersebut kepada infoburinyay.com setelah menghadiri kunjungan kerja serta deklarasi evaluasi progres pembelajaran melalui tiga muatan lokal dalam program Deklarasi Moral Indonesia Emas 2025. Bupati Bandung memimpin kegiatan tersebut di SMPN 1 Soreang, Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang, Selasa (30/12/2025).

Melalui pengawasan aktif dan komunikasi terbuka, Pemerintah Kecamatan Rancabali berharap seluruh pihak dapat bersinergi. Dengan dukungan pengelola wisata dan kesadaran masyarakat, perayaan pergantian tahun diharapkan berjalan aman, tertib, dan mencerminkan nilai kemanusiaan.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.