26.2 C
Bandung
Selasa, Mar 3, 2026
Info Burinyay
Pemerintahan

Hujan dan Dingin Tak Surutkan Semangat Hari Desa Nasional 2026 di Bandung

Bupati Bandung menyampaikan sambutan pada Upacara Hari Desa Nasional 2026 di Lapangan Tanara Desa Banjarsari Pangalengan di tengah hujan.
Bupati Bandung menyampaikan sambutan saat Upacara Peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Lapangan Tanara, Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, meski diguyur hujan dan udara dingin, Jumat 23/01/2026/ - Foto:InfoBurinyay/Denjaya

Pangalengan, Info Burinyay – Hujan deras yang mengguyur kawasan Pangalengan tidak menghalangi ratusan kepala desa dan camat mengikuti upacara Hari Desa Nasional (HDN) 2026. Pemerintah Kabupaten Bandung menggelar kegiatan tersebut di Lapangan Tanara, Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Jumat.

Pada peringatan tahun ini, pemerintah mengangkat tema “Bangun Desa, Bangun Indonesia: Desa Terdepan untuk Indonesia”. Melalui tema tersebut, pemerintah menegaskan kembali posisi desa sebagai pilar utama pembangunan nasional. Oleh karena itu, peringatan HDN menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama.

Dalam sambutannya, Bupati Bandung H. Dadang Supriatna menekankan peran strategis desa dalam pembangunan daerah. Menurutnya, desa menjadi fondasi pemberdayaan masyarakat sekaligus penjaga nilai budaya lokal.

Selain itu, Kang DS menilai ketahanan pangan, sosial, dan budaya berawal dari desa. “Dari desalah tumbuh kekuatan ekonomi kerakyatan yang menopang kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati Bandung yang akrab disapa Kang DS.

Pada kesempatan tersebut, Kang DS menyampaikan bahwa peringatan Hari Desa Nasional tahun ini dirangkaikan dengan program Bunga Desa atau Bupati Ngamumule Desa. Program ini dirancang untuk memperkuat hubungan langsung antara pemerintah daerah dan masyarakat desa.

Melalui program tersebut, pemerintah tidak hanya menyampaikan kinerja. Sebaliknya, pemerintah hadir langsung untuk menyerap aspirasi serta mencatat keluhan warga terkait pelayanan publik di tingkat desa dan kecamatan.

“Program Bunga Desa merupakan wujud kehadiran pemimpin di tengah masyarakat,” katanya. Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap pelayanan publik semakin responsif dan tepat sasaran.

Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Bandung meluncurkan program lingkungan bertajuk Sapoci Kades atau Sepasang Pohon Cinta Kepala Desa. Program ini mendorong setiap kepala desa bersama pasangan untuk menanam sepasang pohon.

Menurut Kang DS, penanaman pohon tersebut menjadi simbol keteladanan dan tanggung jawab pemimpin desa. Selain itu, program ini diharapkan menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian alam.

Dalam kesempatan yang sama, Kang DS memaparkan capaian pembangunan desa di Kabupaten Bandung berdasarkan Indeks Desa. Saat ini, seluruh desa di wilayah tersebut terbebas dari status desa tertinggal.

“Saat ini terdapat 199 desa mandiri, 69 desa maju, dan dua desa berkembang,” ungkapnya. Dengan capaian tersebut, Kabupaten Bandung mencatatkan prestasi membanggakan dalam pembangunan desa.

Di sisi lain, pengembangan Kawasan Desa Mandiri juga menunjukkan progres signifikan. Hingga Desember 2025, pemerintah mencatat pembentukan 270 lembaga Kawasan Desa Mandiri serta 85 gerai KDMP yang aktif melayani masyarakat.

Masih dalam rangkaian acara, Pemerintah Kabupaten Bandung melantik Penjabat Kepala Desa Persiapan untuk tiga wilayah baru. Ketiganya meliputi Desa Persiapan Mekarwangi di Kecamatan Pangalengan, Desa Persiapan Pandanwangi di Kecamatan Cileunyi, dan Desa Persiapan Giriwangi di Kecamatan Cilengkrang.

Pemekaran wilayah tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Melalui langkah ini, pemerintah bertujuan mendekatkan pelayanan publik serta meningkatkan efektivitas tata kelola wilayah.

Menutup sambutannya, Bupati Bandung mengajak seluruh unsur pemerintahan desa untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi. Ia menegaskan bahwa pembangunan desa harus berjalan seimbang antara infrastruktur, lingkungan, budaya, dan pelayanan publik.

Dengan pendekatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung menargetkan terwujudnya daerah yang BEDAS menuju Indonesia Emas.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.