Rabu, Feb 25, 2026
Info Burinyay
PemerintahanPrestasi

IPM Kab. Bandung Melejit! 2025 Tembus 75,58, Pertumbuhan Lampaui Rata-Rata Lima Tahun

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan capaian IPM Kabupaten Bandung 2025 saat kunjungan kerja di Rancaekek
Bupati Bandung Dadang Supriatna memaparkan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung tahun 2025 yang mencapai 75,58 poin saat kunjungan kerja di Kecamatan Rancaekek, Senin, 23 Februari 2025. - Foto:infoburinyay/dj

Rancaekek, Info Burinyay – Pemerintah Kabupaten Bandung mencatat percepatan pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada 2025. Kenaikan ini sekaligus memperkuat tren positif pembangunan daerah dalam lima tahun terakhir. Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan, IPM Kabupaten Bandung tahun 2025 mencapai 75,58 poin. Angka tersebut naik 0,99 poin atau 1,33 persen dibandingkan capaian 2024 yang berada di level 74,59 poin.

Dadang menyampaikan capaian itu saat kunjungan kerja ke Kecamatan Rancaekek, Senin, 23 Februari 2025. Menurut dia, pemerintah daerah terus mengarahkan kebijakan pada peningkatan kualitas hidup warga. Karena itu, ia menilai pertumbuhan IPM 2025 menunjukkan hasil kerja yang konsisten dan terukur.

“IPM Kabupaten Bandung tahun 2025 naik mencapai 75,58, meningkat 0,99 poin atau 1,33 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 74,59 poin,” kata Dadang.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik Kabupaten Bandung merilis data resmi pada 20 Februari 2026. BPS mencatat seluruh dimensi pembentuk IPM mengalami pertumbuhan. Dengan demikian, kenaikan IPM tidak terjadi secara parsial, melainkan menyentuh sektor kesehatan, pendidikan, dan standar hidup.

Selama periode 2020 hingga 2025, IPM Kabupaten Bandung tumbuh rata-rata 0,78 persen per tahun. Namun demikian, pada 2025 pemerintah berhasil mendorong pertumbuhan hingga 1,33 persen. Artinya, laju kenaikan tahun ini melampaui rata-rata lima tahun sebelumnya. Oleh sebab itu, pemerintah menilai akselerasi pembangunan manusia berjalan efektif.

Pada dimensi kesehatan, pemerintah meningkatkan mutu layanan dan memperluas jangkauan fasilitas kesehatan. Selain itu, pemerintah juga memperkuat program promotif dan preventif di tingkat kecamatan. Hasilnya, Umur Harapan Hidup bayi yang lahir pada 2025 mencapai 75,70 tahun. Angka ini naik 0,47 tahun dibandingkan bayi yang lahir pada 2024. Dengan capaian tersebut, kualitas kesehatan masyarakat menunjukkan perbaikan yang nyata.

Di sisi lain, sektor pendidikan juga mencatat perkembangan positif. Harapan Lama Sekolah penduduk usia 7 tahun ke atas mencapai 12,99 tahun pada 2025. Sebelumnya, pada 2024, angka itu berada di level 12,74 tahun. Dengan kenaikan 0,25 tahun, pemerintah melihat adanya peningkatan akses pendidikan bagi anak usia sekolah.

Selanjutnya, Rata-rata Lama Sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas meningkat dari 9,15 tahun menjadi 9,40 tahun. Pemerintah mendorong partisipasi pendidikan melalui program kesetaraan dan peningkatan kompetensi. Karena itu, masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kualitas diri.

Adapun pada dimensi standar hidup layak, pemerintah mencatat kenaikan rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun yang telah disesuaikan. Pada 2025, nilainya mencapai Rp11,62 juta. Sementara pada 2024, angkanya sebesar Rp11,39 juta. Dengan kenaikan Rp227 ribu atau 1,99 persen, daya beli masyarakat menunjukkan penguatan yang stabil.

Secara keseluruhan, Pemerintah Kabupaten Bandung mengintegrasikan kebijakan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi dalam satu arah pembangunan. Oleh karena itu, pemerintah optimistis tren pertumbuhan IPM akan terus berlanjut. Ke depan, pemerintah berkomitmen menjaga konsistensi program agar kualitas sumber daya manusia semakin meningkat.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.