26.2 C
Bandung
Selasa, Mar 3, 2026
Info Burinyay
Pemerintahan

Kang DS Gelar Doa Bersama dan Gerak Cepat Tangani Banjir Kabupaten Bandung

Jemaah mengikuti doa bersama dan istigosah di Masjid Al Fathu Soreang untuk mendoakan keselamatan warga Kabupaten Bandung.
Para jemaah mengikuti doa bersama dan istigosah yang digelar Pemerintah Kabupaten Bandung di Masjid Al Fathu, Soreang, sebagai ikhtiar memohon perlindungan bagi masyarakat di tengah bencana banjir dan longsor.(Foto:InfoBurinyay/Denjaya)

Soreang, Info Burinyay – Bupati Bandung Dadang Supriatna memimpin rangkaian langkah cepat setelah banjir dan longsor melanda Kabupaten Bandung sejak awal Desember 2025. Ia bergerak langsung ke titik terdampak, memimpin rapat koordinasi, serta menggelar ikhtiar spiritual bersama berbagai tokoh ulama dan masyarakat. Dengan demikian, seluruh respons Pemkab tetap terarah dan menyeluruh.

Sejak awal Desember, BPBD Jawa Barat mencatat banjir yang meluas ke 15 kecamatan. Kawasan Baleendah, Bojongsoang, Dayeuhkolot, dan Kutawaringin masuk dalam zona paling terdampak. Selanjutnya, longsor di Kecamatan Arjasari tepatnya Kampung Condong, Desa Wargaluyu, menimbun tiga warga dan memicu operasi pencarian sejak hari pertama. Tim gabungan bergerak cepat meski medan yang licin terus menghambat pekerjaan.

Untuk memastikan penyelamatan berjalan aman, Bupati Dadang Supriatna turun langsung ke lokasi longsor. Ia mengawasi pencarian dan berkoordinasi dengan petugas teknis. Ia juga memberikan instruksi agar masyarakat tidak memasuki area rawan.

“Demi keselamatan bersama, kami mengimbau masyarakat tidak memasuki area longsor maupun zona pencarian. Hanya petugas yang boleh masuk,” tegasnya saat memberikan keterangan kepada wartawan. Ia menilai kondisi tanah yang labil dapat memicu longsor susulan kapan saja.

Setelah memantau kondisi lapangan, Bupati mengajak seluruh elemen untuk memperkuat ikhtiar spiritual. Oleh karena itu, ia menggelar istigosah dan doa bersama di Masjid Al Fathu Soreang pada Jumat (12/12/2025). Acara tersebut menghadirkan Ketua MUI Kabupaten Bandung, Ketua BAZNAS, K.H. Sofyan Yahya dari Pondok Pesantren Al Maarif, serta ratusan ASN dan warga. Melalui kegiatan ini, Bupati berharap keselamatan masyarakat tetap terjaga dan bencana serupa tidak kembali muncul.

Di sisi kebijakan, Bupati memimpin rapat koordinasi penanganan banjir bersama Gubernur Jawa Barat. Ia menegaskan perlunya status tanggap darurat selama 14 hari untuk membuka akses pembiayaan dan mempercepat penanganan.

“Banjir ini bukan lagi siklus 20 tahunan. Sekarang muncul setiap lima tahun dan curah hujannya sangat tinggi. Kami harus menetapkan tanggap darurat karena anggaran tidak bisa keluar tanpa status tersebut. Kebutuhan di lapangan sangat mendesak, jadi kami harus cepat,” ujarnya usai rapat.

Selanjutnya, ia meminta perangkat daerah memperkuat patroli, mengatur distribusi logistik, dan memastikan warga di titik rawan tetap terlindungi. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi cepat antarinstansi. Dengan demikian, potensi hambatan dapat teratasi sejak awal.

Upaya Pemkab sejalan dengan kebijakan pemerintah provinsi dan pusat. Pemerintah kini memperbaiki tata ruang serta menghentikan sementara izin pembangunan baru di zona risiko. Bupati Bandung mendukung langkah tersebut karena penataan ruang yang baik dapat mengurangi ancaman bencana jangka panjang. Ia menilai kolaborasi lintas pemerintahan menjadi faktor penting untuk menjaga keselamatan warga.

Melalui pendekatan teknis, administratif, dan spiritual, Bupati Bandung berupaya menjaga stabilitas kondisi daerah. Ia terus meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena curah hujan diperkirakan masih tinggi. Dengan demikian, seluruh langkah pemerintah dapat memberi perlindungan yang lebih efektif bagi warga Kabupaten Bandung.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.