Jakarta, Info Burinyay – Bupati Bandung Dadang Supriatna memimpin konsultasi strategis dengan Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikdasmen RI di Jakarta Pusat, Senin (24/11/2025).
Ia hadir bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Asep Kusumah, Kepala Bapperida Marlan, Kepala BKAD Yana Rosmiana, dan Kepala BKPSDM Tatang Kusnawan. Rombongan pemerintah daerah menindaklanjuti isu pembiayaan gaji atau upah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu guru dan tenaga kependidikan.
Pertemuan berlangsung secara intensif untuk memperkuat koordinasi pembiayaan tenaga pendidik. Selain itu, konsultasi ini mengupayakan keberlanjutan layanan pendidikan di seluruh sekolah. Kang DS memaparkan langsung kondisi tenaga pendidik Kabupaten Bandung dengan data terbaru di hadapan jajaran Ditjen PAUD Dikdasmen.
Kabupaten Bandung saat ini mengelola 1.660 sekolah dengan tenaga pengajar berjumlah 5.600 guru PNS, 7.100 guru PPPK, dan 5.000 guru paruh waktu. Meski jumlahnya besar, kebutuhan riil pendidikan tetap menuntut penambahan sekitar 14.000 tenaga pendidik baru agar mutu pembelajaran tetap stabil. Oleh karena itu, pemerintah daerah memasukkan isu pemenuhan guru sebagai prioritas besar dalam kebijakan pembangunan sumber daya manusia.
Para peserta audiensi kemudian menelaah dinamika pensiun guru dalam beberapa tahun terakhir. Kang DS menjelaskan bahwa 4.987 guru ASN memasuki masa pensiun sejak 2021 hingga 2025. Pada periode yang sama, pemerintah daerah mengangkat 7.968 guru PPPK untuk menjaga stabilitas sekolah.
Namun tren pensiun guru masih berlangsung. Sebanyak 3.074 guru akan memasuki masa pensiun pada 2026 hingga 2030 sehingga ketimpangan pasokan tenaga pendidik mungkin terjadi jika pemerintah tidak mengeluarkan langkah kebijakan baru.
Kang DS menegaskan perlunya dua langkah strategis. Ia mengusulkan penegasan regulasi ASN agar PPPK dapat menerima amanah jabatan kepala sekolah berdasarkan kompetensi mereka. Selanjutnya, ia mendorong pembukaan kembali rekrutmen CPNS guru demi menjaga kesinambungan pelayanan pendidikan.
“Tanpa rekrutmen CPNS guru dalam lima tahun ke depan, Kabupaten Bandung hanya menyisakan sekitar 600 guru PNS. Kondisi seperti itu mengancam keberlanjutan kepemimpinan sekolah,” tegasnya.
Ia memastikan Pemkab Bandung siap memberikan dukungan penuh terhadap upaya penguatan layanan pendidikan.
“Kami berkomitmen meningkatkan kecukupan tenaga pendidik sekaligus mutu pembelajaran. Kualitas guru menentukan keberhasilan pendidikan,” ungkapnya.
Di sisi kebijakan nasional, Kang DS mengingatkan perlunya perhatian terhadap kebutuhan riil daerah. Ia menyoroti aspek formasi tenaga pendidik dan rasio ideal guru pada jenjang sekolah dasar. Pemkab Bandung juga menyatakan kesiapan menindaklanjuti hasil konsultasi melalui mekanisme resmi pemerintah pusat.
Pada akhir pertemuan, perwakilan Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto merespons positif aspirasi Pemkab Bandung. Ia akan menyampaikan hasil audiensi kepada Komisi X DPR RI, Menteri Keuangan, dan MenPAN-RB. Ia juga memastikan pembahasan isu tenaga pendidik berlangsung secara menyeluruh bersama seluruh pemangku kepentingan sektor pendidikan.
