Soreang, Info Burinyay – Kabupaten Bandung kini memiliki ikon baru yang sarat nilai sejarah dan semangat perjuangan. Sebuah patung Jenderal Besar Sudirman kini berdiri megah di Kampung Bojong RT 13 RW 06, Desa Soreang, Kecamatan Soreang. Monumen ini resmi meluncur pada Senin, 10 November 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional.
Acara peresmian berlangsung khidmat dan meriah. Pemerintah Kabupaten Bandung bersama TNI, Polri, dan masyarakat hadir untuk menghormati sosok Panglima Besar Jenderal Sudirman yang menjadi teladan dalam keberanian dan pengabdian. Momentum tersebut sekaligus mempertegas semangat juang yang diwariskan para pahlawan bangsa.
Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) Letjen TNI Iwan Setiawan, S.E., M.M., memimpin langsung peresmian. Ia tampil sebagai tokoh utama di balik gagasan pembangunan monumen yang kini menjadi kebanggaan warga Soreang.
“Pertama, kami resmikan Monumen Jenderal Sudirman dan Jalan Jenderal Sudirman. Setelah itu, saya serahkan kepada Pak Bupati untuk dijaga dan dirawat,” kata Letjen Iwan dalam sambutannya.
Ia menjelaskan bahwa monumen tersebut hadir sebagai simbol semangat perjuangan rakyat Indonesia. “Saya berharap monumen ini menjadi tempat kebanggaan masyarakat Soreang. Dari sini, semangat patriotisme terus berkobar,” tambahnya dengan tegas.
Letjen Iwan juga mengumumkan rencana besar berikutnya. Ia akan membangun monumen tambahan di area depan, menyerupai Patung Pancoran di Jakarta. “Saya ingin menambahkan monumen dengan helikopter di atasnya. Nanti baling-balingnya berputar, melambangkan kesiapsiagaan TNI menjaga NKRI,” ujarnya penuh semangat.
Ia menegaskan, bendera Merah Putih yang berkibar di area monumen tidak boleh dibiarkan lusuh. “Kalau sobek, kita ganti. Kalau pudar, kita perbarui. Semangat perjuangan harus terus segar seperti benderanya,” pesannya lantang.
Bupati Bandung, Dr. H. M. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si., menyambut gagasan itu dengan rasa bangga. Ia memuji kontribusi besar Letjen Iwan yang membawa kebanggaan baru bagi Kabupaten Bandung.
“Monumen ini hasil gagasan luar biasa Kang Iwan. Saya berterima kasih atas dedikasinya. Semoga monumen ini menjadi motivasi bagi kita untuk mempertahankan NKRI,” ujar Bupati.
Ia langsung menginstruksikan jajaran pemerintah untuk menindaklanjuti pengelolaan monumen dan perubahan nama jalan. “Saya minta Dinas Perhubungan segera menyesuaikan nama jalan. Pak Sekda juga saya tugaskan membuat SK resminya. Dinas Perkimtan harus menjaga dan merawat monumen ini,” tegasnya.
Bupati juga menyoroti rencana pembangunan monumen helikopter. Ia meminta PLN menata ulang posisi tiang listrik agar tampilan area lebih rapi dan indah. “Kita ingin tempat ini menjadi pusat kebanggaan sekaligus daya tarik wisata baru bagi masyarakat Soreang,” ujarnya.
Gubernur Jawa Barat, H. Dedi Mulyadi, S.H., M.M., yang berhalangan hadir, menyampaikan sambutan secara virtual. Ia mengapresiasi semangat Danpussenif Letjen Iwan Setiawan yang berhasil menghidupkan nilai kepahlawanan di tanah kelahirannya.
“Wilujeng ka warga Soreang, dinten ieu, 10 November 2025, diresmikeun Monumen Jenderal Sudirman sareng Jalan Jenderal Sudirman. Ieu bukti hormat ka pahlawan bangsa,” ucap Gubernur dalam bahasa Sunda. Ia juga mengirim doa agar kegiatan berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., menilai inisiatif Letjen Iwan sebagai tindakan inspiratif yang menunjukkan rasa cinta terhadap tanah kelahiran.
“Saya kagum karena Kang Iwan lahir dan besar di sini. Beliau tidak lupa asal-usulnya dan ingin memberi arti bagi kampung halamannya. Ini pelajaran berharga bagi kita semua,” ungkap Kapolda.
Ia menilai, simbol helikopter yang akan dibangun nanti mencerminkan kesiapan aparat pertahanan dalam menjaga keamanan bangsa. “Kalau Soreang aman, Jawa Barat aman, Indonesia pun aman. Kami dari kepolisian siap mendukung semangat itu,” tegasnya.
Camat Soreang, Drs. H. Haris Taupik, turut menyampaikan rasa bangga. Ia menyebut kehadiran monumen ini akan memicu kebangkitan ekonomi lokal dan memperkuat identitas Soreang sebagai kota bersejarah.
“Atas nama pemerintah Kecamatan Soreang, saya menyampaikan terima kasih kepada Letjen Iwan. Monumen ini akan menarik wisatawan dan menggerakkan ekonomi warga,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa masyarakat kini memiliki ikon baru yang menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan. “Monumen ini bukan sekadar patung, tetapi simbol perjuangan dan semangat untuk membangun daerah,” tambah Haris.
Suasana peresmian berlangsung penuh keakraban. Ribuan warga datang sejak pagi untuk menyaksikan langsung prosesi pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti.
Pihak penyelenggara juga menggelar berbagai kegiatan sosial, seperti pengobatan gratis dan pembagian sembako. Semua kegiatan itu menjadi bentuk nyata semangat kepedulian sosial di momen Hari Pahlawan.
Salah satu warga Cantilan Kutawaringin, Iin, mengaku bangga bisa ikut hadir. “Saya datang untuk periksa kesehatan, tapi juga ingin menyaksikan langsung peresmian Monumen Jenderal Sudirman. Acaranya luar biasa. Semoga sukses terus untuk panitia dan sponsor,” tuturnya antusias.
Masyarakat tampak antusias mengabadikan momen di sekitar monumen yang kini berdiri kokoh. Anak-anak sekolah hingga veteran TNI terlihat menikmati acara dengan penuh semangat.
Dengan berdirinya monumen ini, Kabupaten Bandung menambah satu lagi destinasi bersejarah yang tidak hanya menjadi simbol perjuangan, tetapi juga ruang edukasi bagi generasi muda. Pemerintah daerah menargetkan kawasan sekitar monumen berkembang sebagai pusat wisata sejarah dan edukasi nasionalisme.
Peresmian Monumen Jenderal Sudirman di Soreang menjadi bukti bahwa semangat kepahlawanan tidak pernah pudar. Dari tanah kelahiran seorang perwira bangsa, semangat juang Jenderal Sudirman kini hidup dalam wujud nyata. Monumen itu akan berdiri tegak, menjadi pengingat abadi bahwa cinta tanah air harus terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa.
