Jumat, Feb 6, 2026
Info Burinyay
Pemerintahan

Anak Terancam Gadget, DWP Diskominfo Kabupaten Bandung Dorong Parenting Islami di Era Digital

Peserta Safari Psikologi DWP Diskominfo Kabupaten Bandung mengikuti kegiatan Parenting Islami di Gedung Oriza, Jumat (06022026).
Dharma Wanita Persatuan Diskominfo Kabupaten Bandung bersama peserta dari DWP OPD dan kecamatan se-Kabupaten Bandung berfoto bersama usai kegiatan Safari Psikologi bertema Parenting Islami: Pola Mendidik Anak di Era Digital di Gedung Oriza, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung, Jumat (06/02/2026). - Foto:InfoBurinyay/Diskominfo

Soreang, Info Burinyay – Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam pola tumbuh kembang anak. Orang tua kini menghadapi tantangan baru dalam mengarahkan penggunaan gawai agar anak tetap berkembang secara seimbang.

Menanggapi kondisi tersebut, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Diskominfo Kabupaten Bandung menggelar Safari Psikologi bertema Parenting Islami: Pola Mendidik Anak di Era Digital. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Oriza, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung, Jumat (06/02/2026).

Melalui kegiatan ini, DWP Diskominfo Kabupaten Bandung mengajak orang tua memahami tantangan pengasuhan anak generasi Alpha. Peserta kegiatan berasal dari perwakilan DWP setiap organisasi perangkat daerah dan kecamatan se-Kabupaten Bandung.

Dalam pemaparan materi, kegiatan ini menyoroti dampak penggunaan gadget terhadap perkembangan anak. Penggunaan gawai secara berlebihan berpotensi mengurangi aktivitas fisik anak. Selain itu, anak juga berisiko mengalami penurunan kemampuan bersosialisasi.

Tidak hanya itu, paparan layar yang tinggi dapat memengaruhi kemampuan anak dalam mengendalikan emosi. Oleh karena itu, orang tua perlu mengambil peran aktif dalam mendampingi anak di era digital.

Psikolog klinis anak, Yogi Kusprayogi, menegaskan bahwa keterlibatan orang tua memegang peranan penting dalam menghadapi tantangan tersebut. Ia menekankan pentingnya interaksi langsung antara orang tua dan anak.

“Orang tua perlu melatih sensor motorik anak melalui aktivitas fisik dan permainan yang melibatkan gerak. Selain itu, orang tua harus mengenal anak lebih dalam, memahami karakter dan emosinya, serta membangun dialog dengan menanyakan minat dan cita-cita anak. Dengan begitu, anak merasa diperhatikan dan didampingi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yogi menjelaskan bahwa orang tua tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan psikologis. Orang tua juga perlu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam pola pengasuhan sehari-hari.

Penanaman nilai tauhid sejak dini, komunikasi terbuka, serta pemahaman terhadap tahapan tumbuh kembang anak dapat membentuk karakter anak secara utuh. Pendekatan ini membantu anak menghadapi tantangan digital dengan pondasi emosional dan spiritual yang kuat.

Ketua DWP Diskominfo Kabupaten Bandung, Putri Candrasuci, menyampaikan bahwa edukasi parenting memiliki peran strategis dalam menghadapi perubahan sosial. Menurutnya, kemajuan teknologi menuntut kesiapan orang tua dalam membangun pola asuh yang adaptif.

“Anak-anak saat ini hidup di era digital. Karena itu, orang tua perlu memiliki pemahaman yang baik agar mampu menerapkan pola asuh yang tepat serta membangun komunikasi yang berkualitas dengan anak,” tuturnya.

Putri berharap kegiatan Safari Psikologi dapat memberikan manfaat langsung bagi keluarga. Ia juga mendorong peserta untuk menerapkan materi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Bandung, Tintin Cakra Amiyana, mengingatkan orang tua agar bersikap bijak dalam menyikapi penggunaan gadget. Ia menilai teknologi digital memiliki potensi positif dan negatif.

“Gadget dapat memberikan manfaat jika digunakan secara positif, namun juga berpotensi menimbulkan dampak negatif jika tidak diawasi. Karena itu, peran orang tua sangat penting dalam membimbing anak agar mampu memilah informasi yang mudah diakses melalui gawai,” jelasnya.

Melalui Safari Psikologi ini, DWP Diskominfo Kabupaten Bandung memperkuat literasi digital keluarga. Kegiatan ini juga mendorong penerapan parenting Islami yang adaptif untuk membentuk generasi yang cerdas digital, sehat emosional, dan kuat spiritual.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.