24.1 C
Bandung
Sabtu, Mar 7, 2026
Info Burinyay
Pemerintahan

Mudik Lebaran 2026: Pemkab Bandung Siagakan 1.333 Personel, Pos Terpadu Kini di Jalur Nagreg

Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono bersama Bupati Bandung Dadang Supriatna dan Ketua DPRD Kabupaten Bandung memberikan keterangan terkait strategi pengamanan arus mudik Idul Fitri 2026 di Soreang.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono, Bupati Bandung Dadang Supriatna, dan Ketua DPRD Kabupaten Bandung saat memberikan keterangan pers mengenai strategi pengamanan arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 H di Gedung Mohamad Toha, Kompleks Pemkab Bandung, Soreang, Sabtu (7/3/2026). Foto:infoburinyay/lee

Soreang, Info Burinyay – Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Polresta Bandung menyiapkan strategi terpadu untuk mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Kedua institusi memperkuat koordinasi guna menjaga kelancaran arus mudik dan arus balik di wilayah Kabupaten Bandung.

Strategi tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang berlangsung di Gedung Mohamad Toha, Kompleks Pemkab Bandung, Soreang, Sabtu (7/3/2026). Dalam kesempatan itu, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bandung turut hadir untuk memastikan kesiapan lintas sektor.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menjelaskan bahwa pemerintah daerah dan kepolisian telah merancang berbagai langkah antisipasi. Menurutnya, koordinasi yang kuat akan membantu menjaga mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.

“Untuk persiapan menghadapi Idul Fitri 1447 Hijriah, terutama pada H-3 hingga H+3 Lebaran, Kapolresta Bandung telah menyiapkan berbagai strategi dan inovasi. Kami optimistis langkah ini mampu mengantisipasi lonjakan kendaraan saat arus mudik maupun arus balik,” ujar Dadang Supriatna.

Selain membahas strategi lalu lintas, Dadang juga menyoroti peran aparat yang bertugas di lapangan. Ia menilai aparat keamanan memiliki kontribusi besar dalam menjaga stabilitas wilayah selama musim mudik.

Karena itu, pemerintah daerah berencana memberikan perhatian kepada personel yang bertugas. Dukungan tersebut mencakup unsur TNI, Polri, dan aparat kewilayahan yang aktif menjaga keamanan masyarakat.

“Saya juga memberikan perhatian kepada para Danramil, Kapolsek, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Mereka bekerja langsung di lapangan untuk menjaga keamanan daerah,” katanya.

Selanjutnya, Dadang mengapresiasi inovasi yang disiapkan Polresta Bandung dalam pengamanan arus mudik. Ia menegaskan bahwa ribuan personel akan bertugas untuk mengawal kelancaran perjalanan masyarakat.

“Sekitar 1.333 personel akan bertugas dalam pengamanan Lebaran. Selain itu, kami juga menyiapkan 21 titik pos pengamanan dan pos terpadu di sejumlah lokasi strategis,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono menjelaskan bahwa pihaknya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengamanan arus mudik tahun sebelumnya. Evaluasi tersebut menjadi dasar untuk memperbaiki pola pengamanan pada tahun ini.

“Pertama, kami menyampaikan terima kasih kepada Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, Ketua DPRD, serta seluruh pihak yang mendukung persiapan ini. Forkopimda Kabupaten Bandung telah menyusun sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi arus mudik dan arus balik tahun ini,” ujar Aldi.

Salah satu perubahan utama berkaitan dengan lokasi pos terpadu. Tahun lalu, Polresta Bandung menempatkan pos terpadu di kawasan Cileunyi. Namun setelah melakukan analisis, kepolisian memutuskan untuk memindahkan pos tersebut ke jalur utama Nagreg.

“Kami melakukan evaluasi terhadap pos terpadu di Cileunyi. Hasil analisis menunjukkan lokasi tersebut kurang efektif. Karena itu, tahun ini kami memindahkan pos terpadu ke jalur utama Nagreg, tepatnya di depan Kantor Kecamatan Nagreg,” jelasnya.

Menurut Aldi, jalur Nagreg menjadi salah satu titik dengan volume kendaraan tertinggi selama musim mudik. Oleh sebab itu, kepolisian menempatkan personel utama di kawasan tersebut.

“Personel akan bersiaga penuh di lokasi itu. Selain mengantisipasi kemacetan, kami juga menyiapkan langkah penanganan bencana alam serta kecelakaan lalu lintas,” katanya.

Selain menempatkan personel, Polresta Bandung juga menyiapkan berbagai sarana pendukung. Tim gabungan akan mengoperasikan mobil derek, kendaraan evakuasi, dan ambulans untuk mempercepat penanganan insiden di jalur mudik.

Lebih lanjut, kepolisian memetakan sejumlah titik rawan kemacetan di wilayah Kabupaten Bandung. Beberapa lokasi yang menjadi perhatian utama berada di jalur Cileunyi dan jalur utama Nagreg.

“Kami menemukan beberapa titik yang sering memicu perlambatan arus kendaraan. Biasanya terdapat angkutan umum yang berhenti untuk menaikkan atau menurunkan penumpang,” ungkap Aldi.

Selain itu, karakteristik jalan di kawasan Nagreg juga menjadi perhatian petugas. Jalur tersebut memiliki tanjakan dan turunan panjang yang sering memperlambat laju kendaraan.

Karena itu, petugas akan mengatur arus lalu lintas secara intensif di jalur tersebut. Langkah ini bertujuan menjaga pergerakan kendaraan agar tetap lancar dan mencegah penumpukan panjang.

Melalui koordinasi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Bandung dan Polresta Bandung berharap pengamanan arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah dapat berjalan lancar. Selain itu, masyarakat juga diharapkan mematuhi aturan lalu lintas serta mengikuti arahan petugas selama perjalanan mudik.

Dengan dukungan semua pihak, arus mudik dan arus balik di wilayah Kabupaten Bandung diharapkan berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.