Soreang, Info Burinyay – Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Ibu ke-97, Hari Bela Negara ke-77, HUT Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-54, Hari Bhakti Pekerjaan Umum ke-80, Hari Guru Nasional ke-80, serta HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-80 tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Upakarti, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung, Soreang, Senin (22/12/2024).
Bupati Bandung Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.IP., M.Si., memimpin langsung upacara tersebut. Selain unsur Forkopimda, kegiatan ini juga diikuti jajaran ASN, organisasi profesi, tenaga pendidik, serta perwakilan masyarakat dan pelaku UMKM.
Dalam amanatnya, Bupati Dadang Supriatna menegaskan bahwa peringatan lima momentum nasional ini memiliki makna strategis bagi pembangunan daerah. Ia menyebutkan bahwa seluruh momen tersebut saling berkaitan dalam memperkuat fondasi sosial, ekonomi, serta ideologi bangsa.
“Pada hari ini kita memperingati Hari Ibu, Hari Pekerjaan Umum, Hari PGRI, Hari Bela Negara, dan Hari Guru. Lima momentum ini menjadi pengingat peran besar semua unsur dalam membangun bangsa,” ujar Dadang Supriatna.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa peran ibu memiliki nilai yang sangat fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bandung terus mendorong kebijakan yang berpihak pada kesetaraan gender.
“Tanpa ibu, kita tidak akan lahir. Bahkan kemerdekaan pun tidak lepas dari peran ibu. Karena itu, peran ibu harus diwujudkan dalam kebijakan nyata,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa regulasi nasional telah mengatur keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam berbagai lini kepemimpinan. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi bentuk keberpihakan terhadap perempuan tanpa mengesampingkan kompetensi.
“Di Kabupaten Bandung, kami terus mengupayakan agar peran ibu tampil dalam pemerintahan. Namun tetap berdasarkan kompetensi masing-masing,” ucapnya.
Selain itu, Dadang Supriatna juga mengajak seluruh masyarakat untuk menghormati dan memuliakan ibu. Ia mengingatkan bahwa doa seorang ibu memiliki kekuatan luar biasa.
“Saya titip kepada semuanya, hormati dan muliakan ibu. Doa ibu tidak ada batasan dan langsung menuju kepada Allah SWT,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak menyakiti hati ibu. Sementara itu, bagi yang telah kehilangan ibunda, ia mengajak untuk terus mendoakan.
“Peran ibu itu sangat luar biasa dan harus kita akui bersama,” tambahnya.
Dalam momentum Hari Bhakti Pekerjaan Umum, Bupati Bandung menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam menyelesaikan pembangunan infrastruktur secara menyeluruh. Ia menargetkan penyelesaian berbagai persoalan infrastruktur dalam tiga tahun ke depan.
“Dalam tiga tahun ke depan, kami fokus menyelesaikan infrastruktur. Bukan hanya jalan, tetapi juga drainase,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung masih rawan banjir. Oleh karena itu, pemerintah daerah telah meminta Dinas Pekerjaan Umum untuk melakukan kajian mendalam.
“Hasil kajian menunjukkan perlunya pembangunan kolam retensi, termasuk di kawasan perumahan,” jelasnya.
Menurutnya, setiap pengembangan perumahan ke depan wajib memperhatikan daya serap air. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang investasi, namun tetap harus patuh terhadap tata ruang.
“Silakan mengembangkan perumahan, tetapi retensi air wajib disiapkan dan tidak boleh melanggar tata ruang,” tegasnya.
Selanjutnya, dalam peringatan Hari Bela Negara, Dadang Supriatna menekankan pentingnya pemahaman ideologi Pancasila di kalangan ASN. Ia meminta seluruh ASN Kabupaten Bandung memahami butir-butir Pancasila dan UUD 1945.
“Bela negara harus lahir dari hati nurani. ASN wajib paham Pancasila dan kandungan UUD 1945,” katanya.
Ia menilai bela negara tidak akan optimal tanpa pemahaman ideologi yang utuh. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa NKRI merupakan harga mati.
“Kalau kita paham ideologi bangsa, bela negara akan lebih maksimal,” ujarnya.
Dalam peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI, Bupati Bandung memberikan apresiasi tinggi kepada para guru. Ia menyebut guru sebagai pahlawan sejati dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Tanpa guru, kita tidak akan menjadi apa-apa. Guru bukan hanya pahlawan, tetapi juga sumber amal jariyah,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap jumlah guru ASN yang terus menurun. Oleh karena itu, ia telah mengusulkan rekrutmen CPNS guru dalam lima tahun ke depan.
“Jika tidak ada rekrutmen, lima tahun ke depan guru ASN hanya tersisa 646 orang,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa usulan tersebut terus dikonsultasikan dengan KemenPAN-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Pada peringatan HUT Korpri, Bupati Bandung meresmikan Koperasi Korpri Kabupaten Bandung. Ia berharap koperasi tersebut menjadi instrumen nyata peningkatan kesejahteraan ASN.
“Saya berharap koperasi ini tidak hanya seremonial, tetapi benar-benar produktif,” katanya.
Ia bahkan bergabung secara langsung sebagai anggota koperasi dengan menyetor modal awal. Ia juga mendorong pembentukan unit usaha koperasi di 31 kecamatan.
“Saya minta koperasi Korpri mengembangkan usaha peternakan telur. Kebutuhan MBG mencapai seribu ton per bulan,” jelasnya.
Menurutnya, langkah tersebut akan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Bandung Tatang Kusnawan, SE., M.IP., menyampaikan bahwa kegiatan retreat Korpri diikuti 80 peserta. Peserta terdiri dari pejabat administrator, sekretaris perangkat daerah, serta pejabat yang baru dipromosikan.
“Harapannya setelah retreat ini, dedikasi, loyalitas, dan integritas semakin terlihat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarperangkat daerah.
Camat Ciwidey Nardi Sunardi, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa peringatan HUT Korpri juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan dan pameran UMKM.
“Alhamdulillah hasil pemeriksaan sehat dan kegiatan ini sangat bermanfaat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Camat Rancabali Mamet Slamet, S.IP., M.Si. Ia menilai layanan kesehatan ini memudahkan ASN dan masyarakat.
“Kegiatan seperti ini rutin dan sangat membantu,” katanya.
Ketua PGRI Kabupaten Bandung H. Yusup Salim, S.Pd.I., M.Pd., mengingatkan bahwa libur sekolah hanya berlaku bagi siswa. Sementara itu, guru tetap melaksanakan tugas sesuai ketentuan.
Ia juga memaparkan bahwa Kabupaten Bandung memiliki 90 SMP negeri dan total 352 SMP negeri serta swasta.
Selain itu, pelaku UMKM turut meramaikan kegiatan tersebut. Owner Indonesian Adventure Mohmad Ari Aditya menyampaikan bahwa kehadiran UMKM menjadi wadah promosi produk lokal.
“Kami menampilkan produk adventure dengan konsep limited edition,” ujarnya.
Ia berharap dukungan pemerintah daerah dapat terus mendorong pertumbuhan UMKM lokal.
Melalui peringatan ini, Pemerintah Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran perempuan, meningkatkan infrastruktur, menanamkan nilai bela negara, memperjuangkan kesejahteraan guru, serta menguatkan Korpri sebagai penggerak pembangunan daerah.
