Rancaekek, Info Burinyay – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan apresiasi tinggi kepada Yayasan Asih Bumi Insani (ABI) atas konsistensinya menghadirkan kegiatan sosial yang nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat. Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, SE., menyampaikan apresiasi tersebut saat menghadiri Peringatan Hari Disabilitas Internasional dan Hari Ibu 2025 yang Yayasan ABI gelar di Gedung SMP–SMK Skye Digipreneur, Jalan Walini No. 24, Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Senin (22/12/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Erwan Setiawan menilai tema kegiatan sangat relevan dengan nilai kemanusiaan dan pembangunan inklusif. Ia menegaskan bahwa tema “Merangkul Disabilitas, Menghormati Ibu, Bergerak Bersama untuk Kemanusiaan” mencerminkan nilai luhur yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar seremonial.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yayasan Asih Bumi Insani atas inisiatif serta konsistensinya dalam menghadirkan kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Erwan Setiawan.
Lebih lanjut, Erwan menjelaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan sosial masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah wajib menjalankan seluruh proses sesuai aturan yang berlaku. Oleh karena itu, ia mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi dalam setiap pengajuan bantuan.
“Pemerintah bukan tidak ingin membantu. Namun, kami harus mematuhi aturan. Semua bentuk hibah dan bantuan sosial harus mengacu pada Permendagri Nomor 32 Tahun 2009,” tegasnya.
Selanjutnya, Erwan meminta jajaran pemerintah kecamatan untuk membantu Yayasan ABI dalam melengkapi seluruh persyaratan administrasi. Ia menilai perencanaan yang matang akan memudahkan pemerintah dalam menganggarkan dan merealisasikan program pada tahun berikutnya.
“Dalam pemerintahan, semua harus terencana dan teranggarkan. Kita tidak bisa langsung memberikan bantuan tanpa pengajuan dan perencanaan yang jelas,” katanya.
Menurut Erwan, mekanisme tersebut bertujuan menjaga keamanan dan akuntabilitas semua pihak. Ia menekankan bahwa pemerintah dan penerima bantuan harus sama-sama berada dalam posisi yang aman secara hukum dan administratif.
“Kita semua ingin menutup masa pengabdian dengan baik dan tanpa masalah. Karena itu, kita harus mengikuti aturan sejak awal,” ujarnya.
Selain menyoroti tata kelola pemerintahan, Erwan juga mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Ibu sebagai momentum refleksi. Ia menekankan pentingnya bakti kepada orang tua, terutama kepada ibu yang telah memberikan pengorbanan besar dalam kehidupan anak-anaknya.
“Dalam ajaran agama, ibu memiliki kedudukan yang sangat mulia. Selama ibu masih ada, rawat dan jaga dengan sepenuh hati. Jangan pernah menghitung pengorbanan beliau,” ucapnya.
Sementara itu, Erwan menegaskan makna penting Hari Disabilitas Internasional. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memandang penyandang disabilitas sebagai bagian aktif dalam pembangunan.
“Hari Disabilitas Internasional mengingatkan kita bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama. Penyandang disabilitas bukan objek belas kasihan, melainkan subjek pembangunan dengan potensi dan kreativitas yang besar,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, yayasan, dan masyarakat. Dengan sinergi yang terencana dan berkelanjutan, nilai kemanusiaan, inklusivitas, serta penghormatan terhadap peran ibu diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan sosial masyarakat Jawa Barat.
