Soreang, Info Burinyay – Anugerah Literasi Leksam Bedas Tingkat SMP/MTs Kabupaten Bandung Tahun 2025 berlangsung di Gedung Moch Toha, Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Sabtu (20/12/2025). Kegiatan ini menghadirkan apresiasi nyata bagi para pelaku literasi yang konsisten membangun budaya baca dan tulis di Kabupaten Bandung.
Melalui agenda tersebut, Leksam Bedas memberikan penghargaan kepada siswa, sekolah, keluarga, serta unsur masyarakat. Panitia menilai peserta berdasarkan konsistensi, kreativitas, dan dampak kegiatan literasi. Dengan pendekatan itu, anugerah ini melampaui kegiatan seremonial semata.
Selain itu, Leksam Bedas merancang kegiatan ini sebagai penguatan ekosistem literasi yang inklusif. Program ini memadukan unsur Literasi, Edukasi, Keluarga, Sekolah, Anak, dan Masyarakat. Selanjutnya, nilai Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera menjadi ruh utama pelaksanaan program.
Sementara itu, konsep Leksam Bedas sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Bandung. Oleh karena itu, pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program ini. Dukungan tersebut mempertegas komitmen pembangunan sumber daya manusia berbasis literasi.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Asep Kusumah, menyampaikan bahwa Anugerah Literasi Leksam Bedas mencerminkan kolaborasi multipihak yang berkelanjutan. Menurutnya, literasi memegang peran strategis dalam menyiapkan generasi masa depan. Dengan demikian, literasi menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
“Anugerah Literasi Leksam Bedas tahun 2025 menunjukkan konsistensi kolaborasi multipihak. Budaya literasi menjadi pilar penting menuju Indonesia Emas 2045,” kata Asep Kusumah.
Lebih lanjut, Asep menjelaskan bahwa Leksam Bedas telah memasuki tahun keempat pelaksanaan. Selama periode tersebut, program ini terus melibatkan berbagai elemen masyarakat. Oleh sebab itu, Asep menilai Leksam Bedas sebagai mitra strategis penguatan budaya literasi di Kabupaten Bandung.
Menurut Asep, pelaksanaan tantangan literasi selama sepuluh bulan menunjukkan hasil yang signifikan. Anak-anak mengikuti sepuluh tantangan literasi dengan antusias. Alhasil, capaian prestasi yang muncul mencerminkan kualitas literasi yang semakin meningkat.
“Selama sepuluh bulan, anak-anak mengikuti sepuluh tantangan literasi. Hari ini kita melihat kualitas prestasi yang sangat membanggakan,” ujarnya.
Di sisi lain, Asep juga menyoroti capaian literasi hingga tingkat nasional. Ia menyebut salah satu peserta asal Kabupaten Bandung berhasil meraih peran strategis sebagai duta literasi budaya. Capaian tersebut memperkuat posisi daerah dalam peta literasi nasional.
“Tadi saya sampaikan, duta literasi budaya kita sudah mencapai tingkat nasional. Ada Neng Haura dari Cangkuang,” ungkapnya.
Selanjutnya, Asep menegaskan bahwa dunia pendidikan merupakan investasi strategis jangka panjang. Oleh karena itu, Bupati Bandung terus mendorong prinsip inklusivitas dalam pembangunan pendidikan. Pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya.
Menurutnya, pembangunan literasi tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan. Sebaliknya, orang tua, media, praktisi, dan pemerhati pendidikan memegang peran penting. Dengan kolaborasi tersebut, pembangunan daerah dapat berjalan lebih kuat.
“Kolaborasi semua pihak menjadi kekuatan utama untuk membangun Kabupaten Bandung yang lebih Bedas lagi,” pungkas Asep.
Pada akhirnya, Anugerah Literasi Leksam Bedas 2025 menegaskan komitmen Kabupaten Bandung dalam membangun budaya literasi berkelanjutan. Melalui sinergi lintas sektor, program ini diharapkan terus melahirkan generasi literat dan berdaya saing.
