23.4 C
Bandung
Kamis, Jan 15, 2026
Info Burinyay
Pendidikan

Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Gandeng IGTKI Gelar Kursus Orientasi Kepramukaan bagi Kepala TK

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung membuka Kursus Orientasi Kepramukaan IGTKI bagi kepala sekolah TK di Gedung Dewi Sartika, Kabupaten Bandung.
Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung, Hj. Emma Dety Dadang Supriatna, memberikan sambutan sekaligus membuka Kursus Orientasi Kepramukaan yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung melalui IGTKI-PGRI, di Gedung Dewi Sartika, Kompleks Pemda Kabupaten Bandung, Kamis (15/1/2026). -Foto:InfoBurinyay/Lee

Soreang, Info Burinyay – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung melalui Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Bandung menggelar Kursus Orientasi Kepramukaan bagi kepala sekolah TK se-Kabupaten Bandung. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Dewi Sartika, Kompleks Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung, Kamis (15/1/2026).

Melalui kegiatan tersebut, Disdik Kabupaten Bandung secara konsisten memperkuat penanaman pendidikan karakter sejak usia dini. Selain itu, kursus orientasi ini menjadi langkah konkret untuk mengintegrasikan nilai-nilai Gerakan Pramuka ke dalam pembelajaran PAUD, khususnya melalui pengenalan Pramuka Prasiaga.

Pada awal kegiatan, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung, Hj. Emma Dety Dadang Supriatna, membuka acara secara resmi. Selanjutnya, ia menyampaikan bahwa kepala sekolah TK memegang peran strategis dalam membangun karakter anak sejak tahap awal pendidikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Asep Kusumah, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa pendidikan karakter menjadi fondasi utama dalam menyiapkan generasi masa depan. Lebih jauh, ia mengaitkan penguatan karakter tersebut dengan visi nasional dan visi pembangunan Kabupaten Bandung menuju Indonesia Emas 2045.

“Sejalan dengan asta cita Presiden Republik Indonesia dan visi Bupati Bandung, tantangan kita hari ini adalah menyiapkan generasi penerus yang berkarakter kuat. Oleh karena itu, anak-anak perlu memiliki nilai moral yang baik, semangat gotong royong, serta keteladanan sejak dini,” ujar Asep Kusumah.

Lebih lanjut, Asep menjelaskan bahwa Gerakan Pramuka menyediakan sarana yang efektif untuk membangun karakter anak. Atas dasar itu, Disdik Kabupaten Bandung memperkuat kolaborasi dengan IGTKI dan Kwarcab Gerakan Pramuka agar penguatan karakter dapat berjalan optimal di jenjang PAUD.

Menurut Asep, usia prasekolah merupakan masa emas pembentukan kepribadian. Pada fase ini, anak-anak menyerap nilai-nilai kehidupan melalui pembiasaan dan keteladanan yang mereka lihat setiap hari. Oleh karena itu, sekolah perlu menghadirkan lingkungan belajar yang sarat nilai positif.

“Ketika kita mengenalkan Pramuka sejak dini, kita sedang membangun fondasi karakter anak. Dengan demikian, nilai disiplin, tanggung jawab, dan keteladanan akan melekat dalam kehidupan mereka,” katanya.

Di sisi lain, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung, Hj. Emma Dety Dadang Supriatna, menyebut kursus orientasi ini sebagai langkah awal penguatan Pramuka Prasiaga di Kabupaten Bandung. Selanjutnya, ia menilai kegiatan tersebut sebagai terobosan baru yang dimulai dari kepala sekolah TK.

“Kegiatan ini menjadi gebrakan awal dari Dinas Pendidikan melalui Bidang PAUD. Pramuka Prasiaga baru diluncurkan secara nasional pada 2025, dan kini Kabupaten Bandung mulai menerapkannya melalui orientasi ini,” jelas Emma.

Kemudian, Emma menerangkan bahwa Kwarcab bersama IGTKI memulai orientasi dari kepala sekolah agar pemahaman dapat menyebar secara sistematis. Setelah itu, kepala sekolah menyampaikan materi kepada guru. Selanjutnya, guru mengenalkan nilai-nilai tersebut kepada peserta didik.

“Dengan pola ini, proses pembelajaran akan berjalan lebih mudah. Selain itu, anak-anak menerima materi Pramuka melalui metode yang menyenangkan dan sesuai dengan usia mereka,” ujarnya.

Pada saat yang sama, Emma menekankan pentingnya pendidikan karakter pada anak usia dini. Menurutnya, anak-anak pada masa golden age merekam setiap pengalaman yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari.

“Ketika kita menanamkan nilai disiplin, saling menghormati, dan cinta tanah air sejak dini, karakter itu tumbuh bersama anak-anak,” tambahnya.

Selanjutnya, Sekretaris Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung, Iyan Mulyana, S.Sos., M.T., menjelaskan bahwa Pramuka Prasiaga mencakup anak-anak sebelum usia tujuh tahun. Oleh karena itu, ia menyebut orientasi ini sebagai jembatan menuju jenjang Pramuka Siaga.

“Melalui kegiatan ini, kami menyampaikan pemahaman kepramukaan sesuai usia anak. Pertama, kami memberikan kursus orientasi kepada Mabigus. Setelah itu, Mabigus menyampaikan materi tersebut kepada para pembina di satuan pendidikan,” kata Iyan.

Selain itu, ia menambahkan bahwa Gerakan Pramuka mengenal jenjang Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega secara struktural. Dengan hadirnya Pramuka Prasiaga, proses pembinaan karakter dapat dimulai lebih awal dan berjalan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, panitia mencatat sekitar 497 peserta mengikuti orientasi, di luar unsur panitia. Sebagai hasilnya, Iyan menilai angka tersebut mencerminkan antusiasme tinggi dari kepala sekolah TK di Kabupaten Bandung.

“Ke depan, kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut. Dengan begitu, kegiatan Pramuka Prasiaga akan menopang pembentukan karakter di satuan pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang PAUD dan Pengendalian Perizinan Pendidikan Disdik Kabupaten Bandung, Dr. Hj. Iis Suryatini, M.Ag., menyampaikan bahwa Kabupaten Bandung memiliki jumlah satuan PAUD yang sangat besar. Oleh sebab itu, program penguatan karakter perlu menjangkau seluruh satuan pendidikan.

“Saat ini Kabupaten Bandung memiliki sekitar 1.957 satuan PAUD. Karena itu, kita perlu memastikan seluruh satuan tersebut menanamkan nilai karakter sejak dini,” ucap Iis.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa orientasi ini melibatkan sekitar 490 kepala sekolah TK sebagai Kepala atau Ketua Mabigus. Selain itu, pengurus IGTKI, para ketua cabang, dan pengawas turut mengikuti kegiatan ini.

“Secara keseluruhan, total peserta yang hadir hari ini mencapai lebih dari 500 orang,” jelasnya.

Setelah mengikuti orientasi, para kepala sekolah langsung menerapkan materi di satuan pendidikan masing-masing. Selanjutnya, mereka mengenalkan Pramuka Prasiaga melalui metode edukatif dan menyenangkan.

“Jika hari ini 500 sekolah mengikuti orientasi, maka selanjutnya 500 sekolah pula yang menyebarkan nilai-nilai ini kepada anak-anak,” katanya.

Di bagian lain, Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Bandung, Hj. Ela Nurlaila, S.Sos., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan tersebut. Selain itu, ia mencatat tingkat partisipasi peserta mencapai hampir 80 persen dari total lembaga TK di Kabupaten Bandung.

“Dari sekitar 650 lembaga, sebanyak 490 kepala sekolah hadir. Dengan demikian, angka ini menunjukkan komitmen yang sangat baik,” tutur Ela.

Ia berharap materi orientasi ini memperkuat pembentukan karakter anak usia dini. Menurutnya, pendidikan karakter akan memberikan hasil optimal ketika sekolah memulainya sejak awal.

“Kita berharap anak-anak didik kita tumbuh menjadi generasi emas Indonesia 2045 yang berkarakter, disiplin, dan cinta tanah air,” pungkasnya.

Melalui kursus orientasi ini, Pemerintah Kabupaten Bandung terus mendorong sinergi antara dunia pendidikan dan Gerakan Pramuka. Pada akhirnya, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menyiapkan generasi masa depan yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter kuat.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.