26.2 C
Bandung
Selasa, Mar 3, 2026
Info Burinyay
Pendidikan

Disdik Kabupaten Bandung Pantau Langsung Pelaksanaan SAPA BEDAS di Hari Pertama Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Asep Kusumah mengikuti senam pagi bersama peserta didik dalam pelaksanaan Pagi Ceria dan SAPA BEDAS hari pertama semester genap 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Asep Kusumah, S.Sos., M.Si. (kedua dari kanan) mengikuti kegiatan senam pagi bersama peserta didik saat monitoring pelaksanaan Pagi Ceria dan Gerakan Bersama Edukasi SAPA BEDAS di salah satu sekolah di Kabupaten Bandung, Senin (12/1/2026). - Foto:InfoBurinyay/Denjaya

Cileunyi, Info Burinyay – Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung melaksanakan monitoring ke seluruh sekolah di wilayah Kabupaten Bandung pada Senin, 12 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan memastikan kelancaran hari pertama masuk sekolah Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026 sekaligus mengawal implementasi kebijakan pendidikan daerah.

Monitoring tersebut menindaklanjuti arahan Bupati Bandung Dadang Supriatna yang mencanangkan Gerakan Bersama Edukasi SAPA BEDAS atau Salam Sapa Pagi Anak Bedas Cerdas. Pemerintah daerah menerapkan program ini secara serentak pada hari pertama masuk sekolah setelah libur semester.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Asep Kusumah, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa jajarannya mengerahkan seluruh pejabat struktural dan pengawas sekolah untuk turun langsung ke lapangan. Mereka memastikan kegiatan berjalan tertib dan sesuai kebijakan.

“Seluruh pejabat struktural dan para pengawas kita tugaskan untuk bisa memastikan kelancaran hari pertama semester genap masuk sekolah setelah liburan,” kata Asep Kusumah saat ditemui di ruang kerjanya di Soreang, Senin siang.

Menurut Asep Kusumah, seluruh sekolah melaksanakan dua agenda utama pada hari pertama masuk sekolah. Agenda pertama mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Pagi Ceria, Senam, dan Upacara Bendera Hari Pertama Semester Genap Tahun 2026.

“Pada hari pertama masuk sekolah, sekolah melaksanakan Pagi Ceria yang di dalamnya ada senam dan upacara bendera,” ujarnya.

Selain itu, sekolah juga melaksanakan Gerakan Bersama Edukasi SAPA BEDAS. Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung mengatur pelaksanaannya melalui Surat Edaran Nomor 100.3.4.4/0073/Disdik/2026.

“Kegiatan kedua adalah Gerakan Bersama Edukasi SAPA BEDAS sesuai dengan Surat Edaran Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung,” kata Asep Kusumah.

Ia menjelaskan bahwa Bupati Bandung mendorong penguatan kualitas pendidikan melalui pendekatan pendidikan karakter. Pemerintah daerah menjadikan SAPA BEDAS sebagai salah satu strategi utama.

“Pak Bupati Bandung sudah menyampaikan kebijakan memperkuat kualitas pendidikan di Kabupaten Bandung. Fokusnya adalah penguatan pendidikan karakter. Karena itu, beliau mencanangkan Gerakan Bersama Edukasi SAPA BEDAS,” tuturnya.

Melalui SAPA BEDAS, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan menyambut peserta didik sejak pagi. Mereka membiasakan salam dan sapa untuk membangun kedekatan emosional di lingkungan sekolah.

“Kegiatan ini membangun hubungan emosional yang kuat dan positif antara warga sekolah. Selain itu, guru juga memantau kesiapan anak-anak mengikuti pembelajaran,” ujarnya.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, Asep Kusumah mengunjungi tiga sekolah secara langsung. Kunjungan pertama berlangsung di SD Negeri Sukarasa, Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

“Saya melihat langsung pelaksanaan Gerakan Bersama Edukasi SAPA BEDAS di SDN Sukarasa. Ini merupakan gagasan Pak Bupati Bandung,” ungkapnya.

Setelah itu, Asep Kusumah melanjutkan kunjungan ke SMP Negeri 2 Cileunyi. Di sekolah tersebut, ia memantau pelaksanaan senam pagi bersama yang menjadi bagian dari program Pagi Ceria.

“Di SMPN 2 Cileunyi, saya mengikuti dan melihat langsung pelaksanaan senam sesuai Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah,” katanya.

Kunjungan ketiga berlangsung di SMP Negeri 1 Soreang. Di sekolah ini, Asep Kusumah menghadiri pelaksanaan upacara bendera hari pertama semester genap.

“Saya hadir dalam pelaksanaan upacara bendera di SMPN 1 Soreang,” ujarnya.

Asep Kusumah menegaskan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung telah menerbitkan dua surat edaran untuk mendukung kebijakan tersebut. Surat edaran pertama memperkuat kebijakan kementerian, sedangkan surat edaran kedua mengatur teknis SAPA BEDAS.

“Kita menerbitkan dua Surat Edaran. Yang pertama memperkuat Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 2 Tahun 2026. Yang kedua mengatur Gerakan Bersama Edukasi SAPA BEDAS,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pantauan sementara, Asep Kusumah menyatakan bahwa pelaksanaan hari pertama sekolah berjalan lancar. Sekolah menjalankan seluruh kegiatan sesuai rencana.

“Alhamdulillah, aktivitas hari pertama berjalan lancar. Kehadiran peserta didik, guru, dan kepala sekolah relatif 100 persen. Seluruh kegiatan berjalan tertib tanpa kendala,” katanya.

Ia juga menginstruksikan seluruh kepala sekolah untuk mendokumentasikan kegiatan dan menyebarkannya melalui media sosial sekolah.

“Saya meminta kepala sekolah mendokumentasikan kegiatan ini dan mengkampanyekannya melalui media sosial masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, dokumentasi tersebut menunjukkan kesiapan seluruh unsur pendidikan di Kabupaten Bandung dalam mengawali semester genap.

“Ini menjadi gambaran kesiapan peserta didik, Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan untuk memulai pembelajaran dengan semangat baru,” ungkapnya.

Asep Kusumah menambahkan bahwa semangat tersebut sejalan dengan visi besar pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak menjadikan Pagi Ceria dan SAPA BEDAS sebagai kegiatan seremonial. Sekolah wajib melaksanakannya secara konsisten.

“SAPA BEDAS dilaksanakan setiap hari sekolah. Setiap pukul 06.30 WIB, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan sudah menyambut siswa,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa sekolah dapat menyesuaikan lokasi penyambutan dengan kondisi masing-masing. Sekolah dapat melaksanakannya di gerbang, halaman, atau depan ruang kelas.

Melalui program ini, Bupati Bandung ingin membiasakan hubungan emosional yang positif di sekolah.

“Mengawali pembelajaran harus diawali dengan salam, sapa, edukasi, dan kesiapan seluruh warga belajar,” ujarnya.

Asep Kusumah juga meminta kepala sekolah dan pengawas melakukan monitoring berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memasukkan SAPA BEDAS sebagai salah satu indikator penilaian.

“Tahun 2026 kita melaksanakan Anugerah Bidang Pendidikan. SAPA BEDAS menjadi salah satu instrumen penguatan pendidikan karakter,” katanya.

Ia menilai keseriusan sekolah dalam melaksanakan SAPA BEDAS akan menciptakan kebiasaan baik yang berdampak jangka panjang.

“Kegiatan ini membangun suasana nyaman, rasa dihargai, dan hubungan emosional yang positif,” imbuhnya.

Menurut Asep Kusumah, Gerakan Bersama Edukasi SAPA BEDAS menjadi langkah strategis untuk menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak dan kondusif.

“Kita memiliki amanah untuk menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan ramah anak,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa hubungan emosional yang baik dapat mencegah potensi kekerasan dan perundungan di sekolah.

“Pak Bupati menegaskan bahwa hubungan emosional yang baik akan mengurangi potensi kekerasan dan perundungan. Semua itu dimulai dari praktik sederhana seperti SAPA BEDAS,” pungkasnya.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.