Bandung, Info Burinyay – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Cileunyi menggelar pelatihan bertema “Peningkatan Akurasi Arah Kiblat melalui Pelatihan Qiswa Portable dan Google Earth Berbantuan Protractor.”
Kegiatan ini berlangsung di Aula Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Tujuannya membekali para pengurus serta aktivis masjid dengan keterampilan menentukan arah kiblat secara ilmiah dan akurat. Ketua DMI Kecamatan Cileunyi, K.H. Agus Nurcholiq, membuka pelatihan sekaligus memberikan dukungan penuh atas inisiatif akademik tersebut.
Dalam sambutannya, K.H. Agus Nurcholiq menegaskan pentingnya pelatihan ini bagi pengurus masjid.
“Kegiatan seperti ini sangat positif dan dibutuhkan para aktivis masjid. Melalui pelatihan ini, mereka bisa memastikan arah kiblat yang benar sehingga ibadah menjadi lebih sempurna,” ujar Agus Nurcholiq.
Pelatihan berlangsung dalam dua sesi, yaitu teori dan praktik. Pada sesi teori, H. Saepudin Rahmatullah memaparkan materi tentang perhitungan arah kiblat dan pentingnya ketelitian dalam menentukan posisi salat. Ia menjelaskan bahwa kesalahan kecil dapat mengubah arah secara signifikan.
“Arah kiblat merupakan hal prinsip dalam ibadah. Karena itu, pengurus masjid perlu memahami metode ilmiah agar hasilnya akurat dan bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Selanjutnya, Dr. Ea Cahya Septia Mahen memimpin sesi praktik dengan menjelaskan penggunaan Qiswa Portable dan aplikasi Google Earth berbantuan protractor. Ia menekankan bahwa peserta harus memahami teori sekaligus menguasai praktiknya.
“Peserta kami ajak berlatih langsung dengan alat sederhana namun presisi. Kami berharap mereka dapat menerapkan dan mengajarkan metode ini di lingkungan masjid masing-masing,” tutur Dr. Ea Cahya.
Sebanyak 57 peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Panitia menutup pendaftaran lebih awal karena keterbatasan fasilitas. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari takmir masjid, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang ingin mempelajari ilmu falak secara praktis.
Salah satu peserta, Salma Qurrota A’yun, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini.
“Pelatihan ini menambah wawasan dan keterampilan dalam menentukan arah kiblat secara tepat,” ungkapnya.
Peserta lain, Saefudin Zuhri, juga menyampaikan pandangan serupa.
“Kegiatan ini penting sebagai bekal berbagi ilmu kepada jamaah agar tidak ada lagi keraguan terhadap arah kiblat,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan praktik keagamaan. Fakultas berencana melanjutkan program serupa agar para peserta dapat menjadi agen edukasi dalam memastikan ketepatan arah kiblat di masyarakat.
