Rancaekek, Info Burinyay — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Rancaekek menggelar kegiatan pemberian piagam penghargaan dan cendera mata bagi 48 guru yang memasuki masa purna bakti tahun 2025. Acara berlangsung penuh makna di Gedung Serbaguna (GSG) PGRI Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, pada Kamis, 13 November 2025.
Sebanyak 48 guru dari berbagai jenjang pendidikan—TK, SD, SMP, hingga SMA—mendapat apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka selama puluhan tahun mendidik generasi muda. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 PGRI sekaligus peringatan Hari Guru Nasional 2025.
Ketua PGRI Kecamatan Rancaekek, Drs. Japarudin Ishak, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan hasil keputusan bersama dalam rapat pengurus dan ranting. Ia menjelaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi dan rasa hormat terhadap jasa para guru yang telah berjuang memajukan pendidikan.
“Kami sudah mengagendakan kegiatan ini sejak awal tahun. PGRI ingin menghargai perjuangan para guru yang mengabdikan diri untuk mencerdaskan bangsa. Mereka layak mendapatkan apresiasi dan kenangan indah sebagai bukti bahwa dedikasi mereka tidak terlupakan,” ujar Japarudin.
Ia menegaskan, semangat mendidik tidak berhenti setelah pensiun. “Saya berharap para purna bakti tetap berperan aktif, memberikan saran dan pengalaman untuk memajukan organisasi serta pendidikan di Rancaekek,” tambahnya.
Dewan Pembina PGRI Kecamatan Rancaekek, Ir. H. Diar Hadi Gusdinar, M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai program kerja pengurus cabang Rancaekek berjalan konsisten dan berdampak positif bagi semangat kebersamaan di kalangan guru.
“Syukur Alhamdulillah, saya mengapresiasi Ketua dan seluruh jajaran PGRI Rancaekek. Mereka berhasil melaksanakan kegiatan yang sangat bermakna. Momen ini membuktikan bahwa PGRI menghormati jerih payah para guru yang telah lama berkontribusi,” ungkap Diar.
Ia menambahkan bahwa kegiatan penghargaan seperti ini mendorong guru-guru muda untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kompetensi. “Kegiatan ini bisa menjadi inspirasi agar guru semakin percaya diri dan bangga berada di bawah naungan PGRI,” lanjutnya.
Sementara itu, Adv. Agus Gandara, S.H., M.H., M.Pd., Ketua LBH PGRI Kabupaten Bandung yang hadir mewakili Ketua PGRI Kabupaten Bandung, H. Yusup Salim, S.Pd.I., M.Pd., menilai langkah PGRI Rancaekek sebagai contoh luar biasa.
“Dari 21 cabang PGRI di Kabupaten Bandung, hanya Cabang Rancaekek yang secara rutin memberikan penghargaan bagi guru purna bakti. Ini langkah inspiratif dan patut menjadi teladan bagi cabang lain,” tegasnya.
Agus juga menyampaikan pesan moral kepada para guru yang telah menyelesaikan masa tugasnya. “Kita boleh berhenti menjadi guru karena aturan administrasi, tetapi jangan pernah berhenti menjadi pendidik. Di manapun berada, teruslah mendidik dan menginspirasi,” ujarnya.
Ketua Panitia, Yayan Suryana, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini masuk dalam program kerja tahun 2025. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antara pengurus dan anggota purna bakti agar silaturahmi tetap terjalin erat.
“Pemberian penghargaan ini kami tujukan bagi anggota aktif PGRI Kecamatan Rancaekek yang memasuki masa pensiun sepanjang 2025. Tujuannya bukan hanya memberi apresiasi, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kekeluargaan antaranggota,” kata Yayan.
Ia berharap para purna bakti tetap terlibat dalam kegiatan organisasi. “Kami tetap membutuhkan saran, ide, dan pengalaman dari para senior yang telah berjasa besar bagi pendidikan di Rancaekek,” ujarnya menegaskan.
Sekretaris Bidang Budaya PGRI Rancaekek, Hj. Liis Hariani, S.Pd., menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan HUT PGRI ke-80. Ia menjelaskan, setelah pemberian penghargaan ini, PGRI Rancaekek juga menyiapkan kegiatan Porseni antar guru yang berlangsung pada 17–20 November 2025 di Ballroom SMP-SMK Skye Digipreneur.
“Untuk tahun ini, kami memberikan penghargaan kepada 48 orang purna bakti. Mereka terdiri dari guru, kepala sekolah, penilik, pengawas, hingga penjaga sekolah. Ini bentuk penghormatan kami kepada seluruh insan pendidikan,” kata Hj. Liis.
Ia juga menyebutkan bahwa puncak perayaan HUT PGRI akan digelar pada 25 November 2025 di Lapang Bojongloa. “Kami ingin seluruh anggota ikut serta, karena kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga simbol solidaritas guru,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Hj. Rina Mardiana, S.Pd., M.M., mewakili guru purna bakti, menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan. Ia mengaku bangga masih dilibatkan dalam kegiatan organisasi setelah pensiun.
“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa menyelesaikan tugas di bulan April 2025 dan tetap mendapatkan perhatian dari PGRI. Terima kasih kepada Ketua dan seluruh pengurus atas penghargaan ini. Kami merasa dihargai dan tetap menjadi bagian dari keluarga besar PGRI,” ucapnya haru.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para guru yang hadir saling berbagi kisah masa pengabdian dan mengenang perjalanan panjang mereka dalam dunia pendidikan. Setiap momen terasa hidup, menggambarkan kuatnya ikatan emosional antaranggota PGRI.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan pengurus, disertai doa agar para purna bakti tetap sehat, bahagia, dan terus berkontribusi bagi pendidikan di Kabupaten Bandung.
Melalui kegiatan ini, PGRI Rancaekek menegaskan komitmennya dalam menjaga semangat kebersamaan antar guru, baik yang aktif maupun purna bakti. Penghargaan tersebut bukan sekadar simbol, tetapi bukti nyata bahwa pengabdian guru selalu mendapat tempat terhormat dalam perjalanan pendidikan bangsa.
Dengan semangat itu, PGRI Rancaekek terus bergerak memperkuat solidaritas dan profesionalisme, agar dunia pendidikan di Rancaekek semakin maju dan berdaya saing.
