25.9 C
Bandung
Kamis, Mar 5, 2026
Info Burinyay
Pendidikan

PKBM Sukses Karya Mandiri Sosialisasikan Pendidikan Kesetaraan di Desa Ciparay

Sosialisasi pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C oleh PKBM Sukses Karya Mandiri bersama perangkat Desa Ciparay di Aula Kantor Desa Ciparay, Kabupaten Bandung.
Pengurus dan narasumber PKBM Sukses Karya Mandiri menyampaikan materi sosialisasi pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C kepada kader PKK, RT, dan RW Desa Ciparay di Aula Kantor Desa Ciparay, Kabupaten Bandung, Jumat (20/12/2025). Foto:InfoBurinyay/Lee

Ciparay, Info Burinyay – PKBM Sukses Karya Mandiri Kecamatan Ciparay terus menguatkan perannya dalam memperluas akses pendidikan masyarakat. Melalui sosialisasi pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C, lembaga ini mendorong warga untuk kembali menempuh pendidikan. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Ciparay, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jumat (20/12/2025).

Melalui agenda ini, PKBM tidak hanya menyampaikan informasi program. Lebih dari itu, PKBM berupaya membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pendidikan sepanjang hayat. Karena alasan tersebut, panitia merancang sosialisasi dengan melibatkan berbagai unsur desa.

Pada kesempatan itu, Penilik PKBM Kecamatan Ciparay Hj. Leli Susilawati, S.Pd., M.Pd.,membuka kegiatan secara resmi. Selanjutnya, Ketua PKBM Sukses Karya Mandiri Dr. Janaenah, S.Pd., M.M., menyampaikan pemaparan utama. Selain itu, Kasi Pemerintahan Desa Ciparay, Nana Karmana, Kepala Sekolah PKBM Sukses Karya Mandiri Tina Mariana, S.Pd., kader PKK, RT, RW, serta masyarakat Desa Ciparay mengikuti kegiatan secara aktif. Jumlah pamilon tercatat sekitar 100 orang.

Sejak awal pelaksanaan, panitia menekankan pentingnya kolaborasi lintas unsur. Oleh karena itu, kader PKK bersama RT dan RW ikut terlibat langsung dalam mobilisasi peserta. Dengan pendekatan tersebut, informasi pendidikan kesetaraan dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat keluarga.

Ketua PKBM Sukses Karya Mandiri, Dr. Janaenah, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa sosialisasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang lembaga. Menurutnya, pendidikan nonformal berperan penting dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini kami bisa melaksanakan sosialisasi pendidikan kesetaraan di Desa Ciparay,” ujar Dr. Janaenah.

Lebih lanjut, ia menyoroti persoalan anak putus sekolah yang masih muncul di wilayah desa. Karena itu, PKBM memprioritaskan pencegahan melalui pendekatan langsung ke masyarakat.

“Kami ingin Desa Ciparay tidak lagi memiliki anak putus sekolah. Oleh sebab itu, kami bekerja sama dengan kader PKK serta RT dan RW,” katanya.

Melalui kerja sama tersebut, PKBM memperoleh data warga yang belum menuntaskan pendidikan. Setelah data terkumpul, PKBM melakukan pendekatan persuasif secara berkelanjutan. Dengan langkah ini, warga didorong untuk kembali percaya diri melanjutkan pendidikan.

Selain membahas tujuan kegiatan, Dr. Janaenah juga menguraikan perjalanan PKBM Sukses Karya Mandiri. PKBM mulai dirintis pada tahun 2017. Kemudian, lembaga ini memperoleh izin operasional pada tahun 2018. Seiring berjalannya waktu, PKBM menunjukkan perkembangan yang konsisten.

“Alhamdulillah, alumni kami sudah banyak yang berhasil. Bahkan, beberapa alumni berprofesi sebagai arsitek bangunan gedung,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa sejumlah bangunan yang ia dirikan menggunakan rancangan alumni PKBM. Tidak hanya itu, sebagian lulusan juga berhasil mengembangkan usaha mandiri. Fakta tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa pendidikan nonformal mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas.

“Walaupun jalurnya nonformal, kami tetap menanamkan disiplin belajar. Selain itu, kami mengutamakan penguatan keterampilan,” jelasnya.

Lebih jauh, PKBM menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, lulusan PKBM memiliki kemampuan adaptif terhadap perkembangan global dan industri.

Sementara itu, Penilik PKBM Kecamatan Ciparay, Hj. Leli Susilawati, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, PKBM Sukses Karya Mandiri berperan aktif mendukung kebijakan pendidikan nonformal pemerintah.

“Alhamdulillah, kegiatan sosialisasi hari ini berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata,” ujarnya.

Ia kemudian menjelaskan komposisi peserta yang mengikuti kegiatan. Peserta berasal dari kader PKK di 10 RW, para ketua RW, serta perwakilan RT se-Desa Ciparay. Dengan komposisi ini, pesan pendidikan kesetaraan dapat diteruskan secara berantai ke masyarakat.

Selain itu, materi sosialisasi difokuskan pada pemahaman pendidikan kesetaraan. Materi mencakup Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA. Peserta juga menerima penjelasan mengenai mekanisme pembelajaran di PKBM.

Menurut Hj. Leli, pendidikan tidak mengenal batas usia maupun waktu. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu melanjutkan pendidikan melalui jalur nonformal.

“Siapa pun bisa belajar dan bersekolah kapan saja,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengimbau warga Kabupaten Bandung untuk memanfaatkan layanan pendidikan nonformal. Dinas Pendidikan, katanya, terus memfasilitasi pembelajaran masyarakat.

“Yang belum tamat SD dapat melanjutkan di Paket A. Selanjutnya, yang belum selesai SMP bisa mengikuti Paket B. Sementara itu, yang belum tamat SMA dapat bergabung di Paket C,” ujarnya.

Kepala Sekolah PKBM Sukses Karya Mandiri, Tina Mariana, S.Pd., memaparkan sistem pembelajaran yang diterapkan. Ia menjelaskan bahwa PKBM mengombinasikan tatap muka dan pembelajaran daring.

“Tatap muka kami laksanakan satu kali dalam seminggu. Selebihnya, pembelajaran dilakukan secara online,” katanya.

Saat ini, PKBM Sukses Karya Mandiri membina 295 siswa Paket B dan Paket C. Tina berharap para siswa memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya pendidikan.

“Harapan kami, PKBM terus berkembang dan siswa semakin termotivasi untuk belajar,” ujarnya.

Dari unsur pemerintah desa, Kasi Pemerintahan Desa Ciparay, Nana Karmana, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PKBM. Ia menilai kegiatan ini berdampak positif bagi kemajuan desa.

“Atas nama Pemerintah Desa Ciparay, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi,” katanya.

Menurut Nana, sosialisasi pendidikan kesetaraan mendorong peningkatan indeks pendidikan desa. Selain itu, kegiatan ini membuka akses informasi pendidikan bagi masyarakat secara luas.

Sementara itu, salah satu pamilon, Kamelia dari RW 03 Kampung Babakan Tarogong, menyampaikan kesan positif. Ia mengaku memperoleh pemahaman baru melalui kegiatan tersebut.

“Kami mendapatkan banyak ilmu untuk disampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap warga Desa Ciparay tidak lagi menyerah pada kondisi putus sekolah. Menurutnya, pendidikan selalu memiliki jalan untuk dilanjutkan.

“Usia bukan penghalang. Yang terpenting adalah semangat untuk belajar,” pungkasnya.

Melalui sosialisasi ini, PKBM Sukses Karya Mandiri bersama pemerintah desa dan Dinas Pendidikan menargetkan peningkatan partisipasi pendidikan masyarakat. Dengan sinergi tersebut, pendidikan kesetaraan diharapkan mampu melahirkan masyarakat Desa Ciparay yang lebih maju, berdaya saing, dan berpengetahuan.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.