26.2 C
Bandung
Selasa, Mar 3, 2026
Info Burinyay
Peristiwa

Mangga Raksasa 1 Kg Jadi Bukti Sukses GERTAMAN di Rancaekek Bandung

H. Budi Barokah menunjukkan buah mangga berukuran besar hasil program GERTAMAN di pekarangan rumah warga Bumi Rancaekek Kencana Kabupaten Bandung
Tokoh masyarakat Bumi Rancaekek Kencana, H. Budi Barokah, memperlihatkan buah mangga berukuran lebih dari satu kilogram yang tumbuh subur di pekarangan rumahnya sebagai hasil dukungan terhadap program GERTAMAN Pemkab Bandung. - Foto:InfoBurinyay/Denjaya

Rancaekek, Info Burinyay – Program ketahanan pangan Pemerintah Kabupaten Bandung terus berjalan di tingkat akar rumput. Salah satu program yang aktif mendorong partisipasi warga adalah GERTAMAN atau Gerakan Tanami Halaman. Program ini mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan mandiri dan berkelanjutan.

Di kawasan Bumi Rancaekek Kencana, Kabupaten Bandung, program tersebut menunjukkan hasil nyata. Tokoh masyarakat setempat, H. Budi Barokah, berhasil membuktikan bahwa pekarangan rumah mampu menghasilkan buah berkualitas dengan ukuran di atas rata-rata. Hasil tersebut terlihat di halaman rumahnya yang beralamat di Jalan Cempaka VI RT 03 RW 06.

H. Budi Barokah menanam pohon mangga di depan rumah sebagai bagian dari dukungan terhadap GERTAMAN. Seiring waktu, pohon tersebut tumbuh subur dan mulai berbuah lebat. Ukuran buah mangga yang dihasilkan bahkan mencapai lebih dari satu kilogram per buah.

“Alhamdulillah, ini buah mangga. Beratnya lebih dari satu kilo. Ukurannya besar sekali,” ujar H. Budi Barokah.

Ia menjelaskan bahwa bibit mangga tersebut berasal dari H. Dadang Naser. Bibit itu kemudian ditanam dan dirawat secara rutin di lingkungan rumah. Dengan perawatan sederhana dan konsisten, pohon mangga tersebut mampu menghasilkan buah dengan kualitas baik.

“Bibitnya dulu saya dapat dari Pak Dadang Naser. Jenisnya saya kurang tahu secara detail, tapi hasilnya luar biasa,” katanya.

Selain itu, H. Budi Barokah menyampaikan bahwa beberapa buah telah dipanen lebih awal. Namun, sebagian besar buah masih dibiarkan menggantung di pohon hingga matang sempurna. Saat ini, buah yang tersisa membutuhkan waktu sekitar tiga minggu sebelum siap dipetik.

“Yang ini belum matang. Masih perlu sekitar tiga minggu lagi,” jelasnya.

Melalui kegiatan menanam di pekarangan rumah, H. Budi Barokah menilai ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Menurutnya, program GERTAMAN membantu masyarakat memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri.

“Ini membantu ketahanan pangan di rumah sendiri. Kita bisa tanam dan nikmati hasilnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menilai gerakan ini memberikan dampak positif bagi lingkungan. Selain menghasilkan buah, halaman rumah menjadi lebih hijau dan asri. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menanam juga semakin meningkat. Oleh karena itu, ia mendorong warga lain untuk mengikuti langkah serupa.

Keberhasilan tersebut mencerminkan tujuan utama GERTAMAN yang menekankan pemberdayaan masyarakat. Program ini tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga pada perubahan pola pikir warga agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Dengan adanya dukungan tokoh masyarakat, GERTAMAN berpotensi berkembang lebih luas. Pemerintah Kabupaten Bandung berharap gerakan ini terus berlanjut dan menjadi budaya di tengah masyarakat. Melalui kolaborasi dan konsistensi, ketahanan pangan berbasis pekarangan dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.