Rancabali, Info Burinyay – Kemacetan total melumpuhkan jalur wisata Rancabali, Kabupaten Bandung, pada Sabtu pagi, 10 Januari 2026. Kepadatan terjadi di kawasan Tanjakan Mayor setelah sebuah bus pariwisata dan truk tronton saling berpapasan di ruas jalan yang sempit. Kondisi tersebut langsung menghentikan pergerakan kendaraan dari kedua arah.
Volume kendaraan wisata yang meningkat sejak pagi memperparah situasi lalu lintas. Jalur Rancabali yang memiliki lebar terbatas dan kontur menanjak tidak mampu menampung kendaraan besar yang melintas bersamaan. Akibatnya, antrean kendaraan memanjang dan menahan seluruh jenis kendaraan selama berjam-jam.
Owner Dusun Stroberi Rancabali, H. Uus Suryana, menjelaskan bahwa kemacetan sempat memengaruhi aktivitas pariwisata di kawasan Bandung selatan. Meski demikian, ia menilai penanganan cepat mampu mencegah dampak yang lebih luas.
“Situasi ini memang berdampak pada kunjungan wisata di Rancabali. Namun, petugas langsung bergerak cepat. Siang hari, arus lalu lintas sudah kembali lancar berkat bantuan kepolisian dan instansi terkait,” ujar H. Uus Suryana.
Ia menambahkan bahwa koordinasi antarpetugas di lapangan berjalan efektif. Aparat kepolisian bersama pihak terkait segera mengatur lalu lintas dan mengarahkan kendaraan agar kemacetan dapat terurai secara bertahap. Langkah tersebut membantu memulihkan akses menuju kawasan wisata.
Sementara itu, pengguna jalan turut merasakan dampak langsung dari kemacetan tersebut. Agus, warga Tangerang, mengaku gagal melanjutkan perjalanan menuju Cianjur selatan bersama keluarganya. Ia memilih jalur Rancabali untuk menuju Pantai Cidaun, namun kondisi jalan memaksanya menghentikan perjalanan lebih awal.
“Kami berencana ke Pantai Cidaun lewat Rancabali. Namun, kemacetan sangat parah. Kami terjebak lebih dari dua jam dan hanya sampai Barutunggul, lalu memutuskan kembali pulang,” kata Agus.
Menurut Agus, jalur wisata Bandung selatan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat. Ia menilai pelebaran jalan menjadi kebutuhan mendesak karena jalur tersebut sering dilalui kendaraan wisata dan logistik. Selain itu, kondisi jalan yang berbukit meningkatkan risiko kemacetan dan kecelakaan.
Setelah petugas mengatur arus lalu lintas secara intensif, kendaraan dari kedua arah mulai bergerak bergantian. Aktivitas masyarakat dan wisatawan kembali berjalan normal pada siang hari. Pengelola objek wisata pun melanjutkan operasional seperti biasa.
Peristiwa kemacetan di Rancabali kembali menyoroti pentingnya peningkatan infrastruktur dan pengelolaan lalu lintas di kawasan wisata. Jalur strategis di Bandung selatan membutuhkan penyesuaian kapasitas agar mampu mendukung mobilitas wisatawan secara aman dan lancar, terutama pada akhir pekan dan musim liburan.
