Bandung, Info Burinyay – Ratusan alumni Sekolah Pendidikan Guru Negeri (SPGN) 2 Bandung dari angkatan 1968 hingga 1991 memadati Krakatau Ballroom Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang 45 No.121 Kota Bandung, Minggu (2/11/2025). Mereka berkumpul dalam acara Reuni Akbar dan Tepang Sono Alumni SPGN 2 Bandung bertema “Nyoreang Mangsa Katukang, Nyungsi Silaturahmi Wanci Kiwari”. Suasana penuh kehangatan dan nostalgia menyelimuti seluruh ruangan sejak pagi hingga sore.
Acara dibuka oleh Ketua PGRI Kota Bandung, DR. Rohimat, M.M.Pd., yang menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh alumni. Ia menegaskan bahwa silaturahmi seperti ini mampu memperkuat rasa persaudaraan dan memberikan pengaruh positif bagi masyarakat sekitar.
“Semoga kegiatan seperti ini menjadi contoh bagi kelompok masyarakat lain. Ketika kita menjaga persaudaraan dan kekerabatan yang erat, maka energi positifnya akan terasa luas. Saya berharap alumni SPGN 2 Kota Bandung tetap solid, kompak, bersaudara, dan sehat ceria sebagaimana taglinenya,” kata Rohimat disambut tepuk tangan meriah para peserta.
Setelah pembukaan, panitia menghadirkan tausyiah bersama KH. Muchtar Cholid. Dalam ceramahnya, beliau mengajak seluruh alumni untuk terus menjaga silaturahmi karena Allah menjanjikan umur panjang dan rezeki lapang bagi orang yang menyambung tali persaudaraan. Pesan tersebut membuat suasana semakin khidmat dan menambah makna spiritual dalam momen kebersamaan itu.
Ketua Panitia, Wawan Suryawan, S.Pd., M.Si., alumni angkatan 1981, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya kegiatan ini. Ia menjelaskan bahwa kekompakan seluruh alumni menjadi kunci utama kelancaran acara.
“Alhamdulillah Reuni Akbar SPG Negeri 2 Bandung berjalan lancar. Semua ini berkat rahmat Allah SWT dan dukungan teman-teman dari berbagai angkatan. Mereka datang dengan semangat luar biasa. Ada yang hadir dari Pontianak, Malang, dan Sumatera Barat. Ini bukti bahwa persaudaraan alumni SPGN 2 tetap kuat meski jarak memisahkan,” ujar Wawan dengan penuh rasa bangga.
Ia menambahkan, reuni bukan hanya ajang temu kangen, tetapi juga sarana memperkuat komunikasi lintas generasi. Ia mengajak seluruh alumni untuk terus menjaga hubungan dan saling mendukung di berbagai bidang kehidupan.
Setelah sambutan, para peserta saling berpelukan, bercanda, dan mengenang masa-masa sekolah. Suara tawa dan obrolan akrab memenuhi ballroom. Banyak alumni yang baru bertemu kembali setelah puluhan tahun berpisah.
Guru senior SPGN 2 Bandung, Nanang Krisnayadi, turut hadir dan memberikan kesan mendalam. Ia menilai semangat para alumni luar biasa dan layak menjadi contoh bagi generasi muda.
“Alhamdulillah kegiatan reuni ini sukses. Saya melihat semangat luar biasa dari setiap alumni. Mudah-mudahan tahun depan acaranya bisa lebih besar dan lebih maju lagi,” ujar Nanang penuh optimisme.
Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SPGN 2 Bandung, Cucu Saputra, juga menyampaikan pesan penting. Ia mengingatkan agar para alumni tetap memegang teguh nilai-nilai pendidikan yang telah mereka dapatkan semasa di SPG.
“Saya mengajak seluruh alumni untuk tetap menjadi guru yang mendidik, bukan sekadar mengajar. Seorang pendidik harus membentuk karakter siswa agar menjadi manusia seutuhnya. Mari terus bersemangat, bersatu, dan menjaga kesehatan agar silaturahmi kita tetap terjaga,” ucap Cucu dengan penuh semangat.
Sementara itu, Hj. Ai Juariah, alumni angkatan 1983, mengaku sangat bahagia bisa bertemu kembali dengan teman-teman lama. Ia bercerita bahwa reuni ini menjadi kesempatan langka untuk memperbarui hubungan yang sempat terputus oleh waktu dan jarak.
“Alhamdulillah, saya sangat senang. Sudah lama sekali tidak bertemu. Sekarang akhirnya bisa berkumpul kembali dalam keadaan sehat. Semoga tahun depan semua bisa hadir lagi dengan kebahagiaan yang sama,” tutur Ai Juariah dengan senyum haru.
Hj. Rida Restuti Suryana, S.Pd., M.Pd., alumni angkatan 1986, turut memberikan harapan serupa. Ia ingin agar reuni akbar berikutnya dapat menghadirkan lebih banyak alumni dari setiap angkatan.
“Semoga reuni mendatang bisa lebih ramai. Mari kita terus menjaga silaturahmi dan memperkuat persaudaraan antarangkatan. Inilah momen yang menyatukan kembali semangat lama kita,” ujar Rida penuh kehangatan.
Dari angkatan 1991, Jajang Lesmana atau yang akrab disapa Jales menegaskan makna penting menjaga tali persaudaraan. Ia menyebut bahwa silaturahmi membawa keberkahan bagi setiap orang yang menjaganya.
“Silaturahmi harus terus kita rawat. Allah menjanjikan umur panjang dan rezeki luas bagi orang yang menjaganya. Nikmati saja silaturahmi ini karena di dalamnya ada kebahagiaan dan keberkahan,” kata Jales dengan nada mantap.
Acara semakin meriah saat panitia menutup kegiatan dengan sesi ramah tamah dan foto bersama. Para alumni saling bertukar nomor kontak, berencana membentuk grup komunikasi aktif, dan mengatur pertemuan berikutnya. Keceriaan terlihat di wajah semua peserta, mencerminkan semangat kebersamaan yang tulus.
Reuni Akbar SPGN 2 Bandung bukan hanya mempertemukan kembali teman lama, tetapi juga menumbuhkan semangat baru untuk berkontribusi di dunia pendidikan dan sosial. Melalui kegiatan ini, para alumni membuktikan bahwa nilai persaudaraan dan pengabdian sebagai pendidik tidak pernah pudar.
Dengan semangat Nyoreang Mangsa Katukang, Nyungsi Silaturahmi Wanci Kiwari, para alumni berkomitmen menjaga kebersamaan dan memperluas manfaat silaturahmi bagi sesama. Mereka percaya bahwa kekuatan komunitas alumni akan terus memberi energi positif bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas.
