Garut, Infoburinyay – Warga Kampung Pulo, Desa Sindangsuka, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, menggelar kegiatan seni dan sosial bertajuk SEMANIS JABAR atau Semarak Seni Islami Jawa Barat. Melalui kegiatan ini, masyarakat menggabungkan syiar Islam dengan kepedulian sosial.
Sejak awal, panitia melaksanakan SEMANIS JABAR pada Jumat, 6 Februari 2026. Pada kesempatan tersebut, warga melibatkan berbagai unsur masyarakat dan menyelenggarakan acara berskala Jawa Barat.
Selain itu, panitia menghadirkan lomba seni Islami, seperti hadroh, marawis, dan qosidah. Pada saat yang sama, panitia juga menyelenggarakan khitanan massal dan santunan anak yatim.
Lebih lanjut, panitia menggelar tabligh akbar yang melibatkan tokoh agama. Selanjutnya, warga membuka bazar UMKM untuk mendukung pelaku usaha lokal di wilayah tersebut.
Dengan demikian, masyarakat berupaya menjadikan masjid dan lingkungan sekitarnya sebagai pusat aktivitas umat. Oleh karena itu, panitia menempatkan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, sejumlah pejabat dan tokoh menghadiri acara pembukaan SEMANIS JABAR. Dalam kegiatan tersebut, hadir Kasi Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Barat Drs. Rd. H. Aas Kosasih, M.Si, Camat Cibatu, unsur TNI dan Polri, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam.
Dalam sambutannya, Aas Kosasih menyampaikan apresiasi kepada pengurus DKM Masjid Ali Imron. Menurutnya, pengurus masjid mampu menginisiasi kegiatan berskala provinsi dari lingkungan desa.
Selain itu, Aas Kosasih menilai masjid perlu memainkan peran yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, ia mendorong umat untuk menghidupkan masjid dengan kegiatan yang membawa manfaat sosial.
“Masjid harus diramaikan dengan kegiatan positif yang memberi manfaat. Dari sinilah akan lahir generasi yang kelak memimpin,” ujar Aas Kosasih.
Pada kesempatan yang sama, Aas Kosasih juga mengapresiasi keterlibatan warga Kampung Pulo sejak tahap persiapan. Dengan semangat kebersamaan tersebut, menurutnya, masyarakat dapat terus memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitar.
Sementara itu, Ketua Panitia SEMANIS JABAR, Nur’saad, SE, menjelaskan bahwa panitia menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai wujud rasa syukur dan harapan. Dengan fasilitas yang terbatas, panitia tetap berupaya menghadirkan kegiatan yang bermanfaat.
Selain itu, Nur’saad menegaskan bahwa panitia memberi ruang bagi pemberdayaan masyarakat lokal melalui bazar UMKM. Dengan langkah tersebut, panitia mendorong warga untuk mengembangkan potensi ekonomi desa.
Lebih jauh, Nur’saad menilai desa tidak hanya berfungsi sebagai wilayah pertanian. Namun demikian, desa juga dapat menjadi ruang penanaman nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
Dengan terselenggaranya SEMANIS JABAR, warga Kampung Pulo menunjukkan bahwa syiar Islam dan seni Islami dapat tumbuh dari desa. Pada akhirnya, dari lingkungan sederhana, pesan-pesan kebaikan hadir secara nyata di tengah masyarakat.
