Soreang, Info Burinyay – Pembukaan Musyawarah Daerah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Bandung masa khidmat 2026–2031 berlangsung di Hotel Grand Sunshine, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus IPHI, tokoh agama, serta unsur Pemerintah Kabupaten Bandung.
Bupati Bandung, Dr. H. M. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si., membuka langsung Musda tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa bangga atas soliditas organisasi IPHI Kabupaten Bandung.
Menurut Bupati, kepengurusan IPHI menjadi ruang berkumpulnya para sahabat lama yang telah lama berkiprah dalam dunia keumatan dan organisasi. Karena itu, Musda ini memiliki nilai strategis sekaligus emosional.
“Di kepengurusan IPHI ini berkumpul para sahabat. Ada Ketua IPHI Jawa Barat Dr. H. Ijang Faisal, Ketua IPHI Kabupaten Bandung Dr. H. Sugianto, Sekretaris PW MUI Jawa Barat Drs. H. Jamjam Erawan, dan lainnya,” ujar Dadang Supriatna.
Lebih lanjut, Bupati menilai hubungan tersebut telah terjalin sangat lama. Bahkan, ia menyebut persahabatan itu sudah berlangsung lebih dari dua dekade.
“Ini merupakan reuni para sahabat yang sudah terjalin lebih dari 20 tahun,” katanya.
Selain itu, Bupati menegaskan bahwa Musda harus menjadi forum evaluasi organisasi. Ia meminta seluruh peserta fokus menilai program kerja lima tahun terakhir.
Karena itu, ia mengingatkan agar forum tidak berjalan seremonial semata. Menurutnya, IPHI perlu melanjutkan program yang telah berjalan baik.
“Saya minta Musda ini tidak banyak pencitraan. Untuk ketua, lanjutkan apa yang sudah ada,” tegasnya.
Selanjutnya, Bupati menyinggung makna ibadah haji dalam kehidupan umat Islam. Ia menjelaskan bahwa manusia paripurna tercermin dari keseimbangan ritual dan perilaku.
Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya menjaga kemabruran haji setelah kembali ke tengah masyarakat. Menurutnya, nilai haji harus tercermin dalam sikap dan tindakan sehari-hari.
“Pasca ibadah haji, jemaah harus menjaga kemabruran dengan baik. Jangan berhenti pada ritual,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati juga menyampaikan perhatian terhadap rendahnya tingkat literasi Al-Qur’an. Ia menyebut angka baca Al-Qur’an masih berada di kisaran 23 persen.
Dengan kondisi tersebut, ia berharap IPHI mengambil peran lebih aktif. Ia menilai IPHI memiliki potensi besar untuk mendorong gerakan literasi Al-Qur’an di Kabupaten Bandung.
“Di tahun 2026 ini, IPHI harus meningkatkan perannya. Terutama dalam mendorong peningkatan baca Al-Qur’an,” katanya.
Sementara itu, Musda IPHI Kabupaten Bandung membahas laporan pertanggungjawaban pengurus. Forum ini juga mengagendakan pemilihan ketua serta penyusunan program kerja periode 2026–2031.
Dengan semangat evaluasi dan kebersamaan, Musda ini diharapkan menghasilkan kepemimpinan yang kuat. Selain itu, IPHI diharapkan mampu memperkuat kontribusi sosial dan keagamaan di Kabupaten Bandung.
