Cileunyi, Info Burinyay – MGMPPJOK Sub Rayon 05 Cileunyi menggelar technical meeting Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMP tahun 2026 di SMPN 5 Cileunyi, Jalan Cibiru Hilir No.14, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Selasa, 21 April 2026. Forum ini sekaligus menjadi langkah awal untuk menyatukan persepsi teknis panitia dan peserta sebelum kompetisi dimulai.
Ketua MGMPPJOK Sub Rayon 05 Cileunyi, Solihin, M.Pd., menegaskan bahwa partisipasi sekolah tahun ini meningkat signifikan. Ia mencatat tren positif ini sebagai indikator meningkatnya kesadaran sekolah terhadap pentingnya pembinaan olahraga pelajar.
“Alhamdulillah, seleksi O2SN SMP tahun 2026 di tingkat Subrayon 05 menunjukkan peningkatan sekitar 20 persen. Dari total 65 sekolah, sebanyak 30 sekolah, baik negeri maupun swasta, ikut berpartisipasi,” kata Solihin.
Selanjutnya, ia memaparkan bahwa O2SN tingkat kabupaten akan mempertandingkan sembilan cabang olahraga. Namun, pengurus cabang masing-masing menangani dua cabang, yaitu taekwondo dan panjat tebing. Karena itu, Sub Rayon 05 hanya memfokuskan pelaksanaan pada tujuh cabang olahraga utama.
“Untuk tingkat kabupaten ada sembilan cabang olahraga. Akan tetapi, dua cabang ditangani langsung oleh pengurus cabang masing-masing. Jadi, kami hanya melaksanakan tujuh cabang di tingkat subrayon,” jelasnya.
Di sisi lain, jumlah peserta yang mengikuti seleksi juga cukup besar. Lebih dari 30 sekolah mengirimkan atletnya. Jika setiap cabang olahraga diikuti perwakilan sekolah, maka total peserta mencapai sekitar 210 atlet, baik kategori perorangan maupun beregu.
Selain itu, Solihin menekankan pentingnya kesiapan sekolah dalam membina talenta siswa. Ia mendorong setiap sekolah untuk tidak hanya mengirim peserta, tetapi juga menyiapkan atlet secara maksimal sejak awal.
“Setiap sekolah harus mempersiapkan peserta didiknya dengan lebih serius. O2SN menjadi wadah pengembangan talenta, sehingga pembinaan harus berjalan konsisten agar hasilnya optimal,” ujarnya.
Lebih jauh, ia juga mengingatkan peran strategis kepala sekolah dalam mendorong partisipasi siswa. Menurutnya, dukungan institusi pendidikan akan memperkuat ekosistem pembinaan olahraga di tingkat pelajar.
“O2SN merupakan program nasional yang berada di bawah Pusat Prestasi Nasional, BPTI, dan Kemendikbud. Karena itu, sekolah perlu aktif mendorong dan memperkuat partisipasi siswa,” tegasnya.
Melalui technical meeting ini, panitia memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana. Selain itu, forum ini juga memperkuat koordinasi antar sekolah. Pada akhirnya, MGMPPJOK Sub Rayon 05 Cileunyi menargetkan lahirnya atlet-atlet muda potensial yang mampu bersaing di tingkat kabupaten hingga nasional.
