Soreang, Info Burinyay – Sebanyak 31 Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Bandung memilih H. Abdul Rouf sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) BKPRMI Kabupaten Bandung periode 2026–2031 secara aklamasi.
Forum Musyawarah Daerah (Musda) ke-VII menghasilkan keputusan tersebut di Pondok Pesantren Barokatul Walidain Al Mumtaz, Desa Panyirapan, Kecamatan Soreang, Sabtu (25/4/2026).
Abdul Rouf sebelumnya menjabat Sekretaris Umum DPD BKPRMI Kabupaten Bandung. Oleh karena itu, para peserta Musda mempercayakan kepemimpinan organisasi kepadanya untuk melanjutkan estafet perjuangan. Selain itu, seluruh DPK hadir dan menyatakan dukungan secara bulat, sehingga proses pemilihan berjalan lancar.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, membuka kegiatan tersebut. Ia hadir bersama sejumlah tokoh, seperti Sekretaris Umum DPW BKPRMI Jawa Barat H. Syaeful Bahri, Kepala Kemenag Kabupaten Bandung H. Ramlan Rustandi, Ketua MUI Kabupaten Bandung KH Yayan Hasuna Hudaya, serta Ketua Baznas Kabupaten Bandung Yusuf Ali Tantowi.
Dalam sambutannya, Dadang Supriatna mengapresiasi kontribusi pengurus sebelumnya yang aktif mendukung pembangunan daerah. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memuliakan ulama melalui berbagai program strategis.
“Kami menggulirkan program insentif guru ngaji sebagai bentuk perhatian kepada para pembina keagamaan, termasuk di lingkungan BKPRMI,” ujar Dadang.
Namun demikian, ia memaparkan hasil survei dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Data tersebut menunjukkan hanya sekitar 24 persen anak muslim tingkat TK hingga SMP yang mampu membaca Al-Qur’an. Kondisi ini, menurutnya, menjadi tantangan serius.
“Kita harus meningkatkan peran pembinaan di masjid. BKPRMI memegang posisi penting dalam membentuk generasi muda,” katanya.
Selanjutnya, Abdul Rouf menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang ia terima. Ia menilai amanah tersebut sebagai tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.
“Seluruh DPK hadir dan memberikan dukungan penuh. Saya siap bekerja untuk memajukan BKPRMI dan mengembangkan remaja masjid,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua demisioner Cecep Irfan Hilmi mengajak seluruh peserta menjadikan Musda sebagai momentum evaluasi dan penguatan gerakan dakwah. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam membina generasi muda.
“Musda ini bukan sekadar agenda lima tahunan. Kita harus menjadikannya ruang refleksi untuk memperkuat peran dalam memakmurkan masjid,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa tantangan organisasi akan semakin kompleks. Oleh sebab itu, ia mendorong pengurus baru menyusun program kerja yang taktis, aplikatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Selain agenda utama, panitia menyalurkan santunan kepada 50 santri TKA dan TQA. Dengan demikian, Musda ke-VII ini tidak hanya melahirkan kepemimpinan baru, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam membangun generasi Qur’ani di Kabupaten Bandung.
