Pasirjambu. Info Burinyay – Kadisnaker Kabupaten Bandung, H. Dadang Komara, S.T., M.T., menegaskan kolaborasi antara buruh, pemerintah, dan pengusaha menjadi langkah penting untuk menjaga lingkungan sekaligus menekan angka pengangguran di Kabupaten Bandung.
Pernyataan itu ia sampaikan pada puncak peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 tingkat Kabupaten Bandung di Kantor BP3KSDMT, Kampung Papakmanggu RW 13, Desa Cibodas, Kecamatan Pasirjambu, Minggu (10/5/2026).
Panitia May Day 2026 mengusung tema “Eco Walker May Day 2026 Bandung Bedas Bersih menuju Indonesia Asri”. Dalam kegiatan itu, Menteri Lingkungan Hidup RI Drs. Moh. Jumhur Hidayat, M.Si., bersama Bupati Bandung Dadang Supriatna memimpin aksi penanaman pohon bersama para buruh dan pegiat lingkungan.
Dadang Komara mengatakan, kegiatan tersebut menjadi simbol sinergi lintas sektor dalam menjaga kawasan konservasi di Kabupaten Bandung. Menurut dia, keterlibatan buruh dalam aksi lingkungan mampu memperkuat kepedulian bersama terhadap kondisi lahan kritis.
“Alhamdulillah hari ini hadir Bapak Menteri Lingkungan Hidup bersama Pak Bupati dan Pak Sekda Provinsi Jawa Barat. Hari ini kami melaksanakan kegiatan penanaman pohon sebagai bagian dari rangkaian May Day tahun 2026 di Kabupaten Bandung,” ujar Dadang Komara.
Ia menilai, kolaborasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah dapat menjadi tonggak perlindungan lingkungan di Kabupaten Bandung. Selain itu, ia juga berharap semua pihak menjaga kawasan konservasi secara berkelanjutan.
“Kami berharap kolaborasi antara buruh, pengusaha, dan pemerintah ini menjadi tonggak perlindungan area konservasi di Kabupaten Bandung, khususnya lahan-lahan yang saat ini dalam kondisi kritis,” katanya.
Selain membahas isu lingkungan, Dadang Komara juga menjelaskan langkah pemerintah daerah dalam mengantisipasi angka pengangguran dan potensi pemutusan hubungan kerja. Saat ini, pihaknya masih menunggu regulasi pemerintah pusat terkait pembentukan Satgas Integrasi PHK yang Presiden RI sampaikan saat peringatan May Day di Monas pada 1 Mei 2026.
“Kami saat ini tinggal menunggu regulasi dari pusat. Nantinya pemerintah pusat akan menyampaikan regulasi itu ke daerah sebagai acuan penanganan persoalan PHK,” jelasnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bandung terus menyiapkan sejumlah regulasi untuk memperluas kesempatan kerja. Dadang Komara mengatakan, banyak perusahaan masih mensyaratkan tenaga kerja berpengalaman. Karena itu, pemerintah daerah mendorong program pemagangan agar lulusan baru memiliki kesiapan masuk ke dunia industri.
“Kami sedang menggodok berbagai regulasi untuk membantu persiapan perluasan lapangan pekerjaan. Sebab, perusahaan kadang meminta calon pekerja yang sudah berpengalaman,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, angka pengangguran di Kabupaten Bandung saat ini mencapai 6,68 persen. Menurut dia, tingginya jumlah lulusan SMA dan SMK belum sebanding dengan ketersediaan lapangan pekerjaan.
Karena itu, Disnaker Kabupaten Bandung terus mendorong perusahaan untuk membuka program pemagangan bagi lulusan baru. Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan pengalaman kerja sekaligus memperluas peluang kerja bagi generasi muda.
“Upaya yang kami dorong salah satunya melalui program pemagangan yang perusahaan-perusahaan bisa jalankan,” katanya.
Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Dandim 0624/Kabupaten Bandung, Kapolresta Bandung, Forkopimcam Pasirjambu, serta ratusan peserta dari unsur serikat pekerja dan komunitas lingkungan turut menghadiri puncak peringatan May Day 2026 tingkat Kabupaten Bandung.
