29.6 C
Bandung
Selasa, Mei 12, 2026
Info Burinyay
Opini

Julang Ngapak Kembali Dilirik, Filosofi Rumah Adat Sunda Jadi Sorotan di Era Modern

Dosen DKV Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya, Iwan Muhammad Ridwan, menjelaskan filosofi rumah adat Sunda dan arsitektur Julang Ngapak dalam wawancara di kanal YouTube RHD Creative Network.
Dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya, Iwan Muhammad Ridwan, saat menjelaskan filosofi rumah adat Sunda dan makna arsitektur Julang Ngapak dalam wawancara bersama RHD Creative Network di Bandung. - Foto:infoburinyay/yk

Bandung, Info Burinyay — Minat masyarakat terhadap budaya tradisional Sunda terus meningkat di tengah perkembangan kota dan gaya hidup modern. Banyak warga mulai mencari suasana yang lebih tenang melalui wisata alam, kuliner khas Sunda, hingga bangunan bernuansa tradisional.

Dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya, Iwan Muhammad Ridwan mengatakan masyarakat Sunda sejak dahulu mengenal berbagai bentuk rumah adat dengan filosofi yang kuat. Bentuk atap rumah tersebut lahir dari inspirasi alam dan kehidupan sehari-hari masyarakat Sunda.

“Pertama ada Julang Ngapak yang bentuknya seperti burung mengepakkan sayap. Kemudian Parahu Kumurep menyerupai perahu terbalik, Badak Heuay seperti badak menguap, Jolopong yang memanjang, Capit Gunting, dan Tagog Anjing,” kata Iwan dalam wawancara di kanal YouTube RHD Creative Network, dikutip Selasa (12/5/2026).

Ia menjelaskan rumah adat Sunda bukan hanya tempat tinggal. Masyarakat Sunda juga menanamkan pandangan hidup dan nilai keseimbangan melalui bentuk bangunan tersebut.

Menurut Iwan, masyarakat perkotaan saat ini mulai merasa jenuh dengan kehidupan yang berjalan cepat dan penuh tekanan. Karena itu, banyak orang kembali melirik budaya tradisional sebagai bentuk pelarian dari rutinitas sehari-hari.

“Orang-orang kota mulai jenuh dengan kehidupan yang serba cepat dan kompetitif. Mereka merindukan suasana masa lalu yang terasa lebih tenang,” ujarnya.

Salah satu rumah adat Sunda yang paling populer ialah Julang Ngapak. Nama itu berasal dari bentuk atap yang menyerupai burung julang atau rangkong ketika mengepakkan sayap. Bagian ujung atap tampak melebar dan menjadi ciri khas utama bangunan tersebut.

Iwan menuturkan masyarakat Sunda zaman dahulu kemungkinan mengambil inspirasi dari burung rangkong yang hidup di kawasan hutan.

Selain itu, rumah adat Sunda memiliki pintu dan jendela berukuran lebih rendah. Kondisi tersebut membuat tamu otomatis menundukkan badan ketika masuk ke dalam rumah. Masyarakat Sunda memaknai kebiasaan itu sebagai simbol penghormatan kepada pemilik rumah.

Masyarakat Sunda juga menggunakan bambu dan kayu sebagai bahan utama bangunan. Mereka merancang bentuk atap miring agar sesuai dengan kondisi alam tropis. Dengan desain tersebut, air hujan dapat mengalir lebih baik dan tidak langsung jatuh deras ke tanah.

Tak hanya menampilkan nilai estetika, rumah adat Julang Ngapak juga menyimpan filosofi kosmologi masyarakat Sunda. Iwan menjelaskan masyarakat Sunda mengenal tiga lapisan kehidupan, yakni buana handap, buana tengah, dan buana luhur.

“Buana handap berkaitan dengan dunia bawah. Kemudian buana tengah menggambarkan kehidupan manusia, sedangkan buana luhur berkaitan dengan nilai spiritual,” katanya.

Ia menilai konsep tersebut menunjukkan pola pikir masyarakat Sunda yang selalu menjaga harmoni dalam kehidupan. Masyarakat Sunda, lanjutnya, kerap menghadirkan penengah untuk menciptakan keseimbangan di antara dua hal yang berbeda.

Hingga kini, masyarakat masih memakai konsep arsitektur Julang Ngapak pada sejumlah bangunan modern di Jawa Barat. Bentuk atap khas Sunda itu bahkan terlihat pada beberapa bangunan di Institut Teknologi Bandung.

Meski demikian, beberapa kampung adat di Jawa Barat sempat mengalami kebakaran yang merusak bangunan tradisional. Karena itu, Iwan berharap masyarakat terus menjaga dan membangun kembali rumah adat Sunda sebagai identitas budaya daerah.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.