27.9 C
Bandung
Rabu, Mei 13, 2026
Info Burinyay
Pendidikan

Student SMP-SMK Skye Digipreneur Pamer Bisnis di JATOS, Omzet Tembus Rp160 Juta

Student SMP dan SMK Skye Digipreneur memamerkan produk bisnis kreatif dalam Skye Future Makers Festival di JATOS Sumedang
Suasana booth bisnis student SMP dan SMK Skye Digipreneur saat mengikuti Skye Future Makers Festival di Jatinangor Town Square (JATOS), Kabupaten Sumedang, Rabu (13/5/2026). Festival tersebut menjadi ajang pamer ide bisnis, kreativitas, dan karya entrepreneur muda dari berbagai bidang usaha. - Foto:infoburinyay/dj

Sumedang, Info Burinyay – SMP dan SMK Skye Digipreneur menggelar Skye Future Makers Festival di Jatinangor Town Square (JATOS), Kabupaten Sumedang, Rabu (13/5/2026). Festival bertema “Eksplorasi Bisnis dan Pagelaran Kreativitas Students” itu menghadirkan puluhan karya dan ide bisnis student SMP hingga SMK.

Para student menunjukkan kreativitas, kemampuan bisnis, dan keterampilan presentasi di depan publik. Selain itu, para orang tua student ikut mendukung festival bersama jajaran yayasan dan sekolah.

Chief of Skye Foundation Ajeng Komala, Founder Skye Digipreneur School Angga Sanusi, S.T., para coach, dan orang tua student menghadiri kegiatan tersebut.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Coach Widhia Arafa Nureza, A.Md., mengatakan festival itu bertujuan membangun mental kreatif dan jiwa wirausaha sejak usia muda. Karena itu, pihak sekolah menghadirkan konsep pameran bisnis dan pagelaran karya kreatif dalam suasana edukatif.

“Alhamdulillah hari ini acara berjalan lancar di JATOS. Kegiatan ini memberi ruang bagi student untuk menyampaikan ide dan karya mereka,” ujar Widhia.

Menurut Widhia, kegiatan itu melatih kemampuan berpikir kritis para student. Selain itu, festival tersebut meningkatkan apresiasi terhadap sains, teknologi, dan seni. Student juga belajar tampil percaya diri saat berbicara di depan publik.

Ia melihat para student sangat antusias selama festival berlangsung. Mereka menampilkan berbagai ide bisnis, mulai dari games, food and beverage, commission art, hingga produk kreatif lainnya.

“Kami berharap kegiatan ini memberi pengalaman baik bagi student. Mereka mulai belajar membuka booth dan stand bisnis sejak usia muda,” katanya.

Widhia menambahkan, pengalaman tersebut membantu student menghadapi tantangan bisnis pada masa depan. Karena itu, sekolah terus mendorong student agar berani mencoba dan belajar dari proses.

CEO SMP Skye Digipreneur, Coach Agus Gandara, SH., MH., M.Pd., menjelaskan festival tersebut menjadi wadah untuk memamerkan hasil pembelajaran student selama bersekolah.

Ia menyebut kegiatan itu menjadi syarat kelulusan khusus kelas 9. Para student harus membuat ide bisnis sekaligus menjalankan usahanya secara langsung melalui pameran.

“Kegiatan ini membuktikan bahwa student tidak hanya belajar teori di kelas. Mereka juga belajar membangun usaha dan mempresentasikan hasilnya kepada masyarakat,” ujar Agus.

Karena itu, Agus berharap lulusan SMP Skye Digipreneur memiliki mental entrepreneur sejak dini. Selain memiliki kemampuan usaha, student juga tetap memegang nilai keimanan dan ketakwaan.

CEO SMK Skye Digipreneur, Coach Asep Risnandar, S.Ip., SH., MH., mengatakan sekolah terus membangun pola pikir bisnis kepada seluruh student. Menurutnya, student harus memiliki visi besar sejak usia sekolah.

“Hari ini kami membangun mindset kepada student bahwa mereka datang ke JATOS bukan untuk menjadi pembeli. Suatu hari nanti mereka harus menjadi pemilik tempat seperti ini,” kata Asep.

Ia juga mengajak generasi muda untuk membangun jiwa kewirausahaan melalui pendidikan berbasis bisnis dan kreativitas.

Academic Director SMP Skye Digipreneur, Coach Widya Astorina, S.Kom., M.Pd., mengaku bangga melihat perkembangan student selama mengikuti berbagai proyek pembelajaran bisnis di sekolah.

Menurut Widya, para student tidak hanya menciptakan ide usaha. Mereka juga menjalankan bisnis hingga memperoleh omzet besar untuk ukuran pelajar SMP.

“Student berhasil meraih omzet hingga Rp160 juta. Pencapaian itu sangat luar biasa untuk usia SMP,” ungkapnya.

Karena itu, Widya berharap para student terus mengembangkan bisnis hingga jenjang pendidikan berikutnya di SMK Skye Digipreneur.

Perwakilan kelas 12 PO SMK Skye Digipreneur, Ardeina Putri dan Putri Amelia, menilai Skye Future Makers Festival menjadi wadah penting bagi student untuk memperkenalkan bisnis dan karya kreatif kepada masyarakat.

Dalam festival tersebut, para student memamerkan beragam produk. Mereka menjual makanan, fashion, buku, hingga produk daur ulang.

“Kegiatan ini menjadi tempat bagi student untuk menunjukkan bahwa mereka adalah calon pengusaha muda yang terus berkarya dan berinovasi,” ujar mereka.

Selain itu, keduanya mengajak adik kelas agar terus semangat memanfaatkan setiap peluang yang ada.

“Apapun kesempatannya, sekecil apa pun, harus diambil. Terus berinovasi dan mengikuti perkembangan zaman,” katanya.

Student kelas 9C SMP Skye Digipreneur, Teja Bachtiar, berharap festival tersebut mampu memotivasi para student untuk terus memperjuangkan masa depan mereka.

“Ingat tujuan kalian. Saat kalian punya mimpi, kalian akan menyusun langkah-langkah untuk mencapainya,” ujar Teja.

Melalui Skye Future Makers Festival, SMP dan SMK Skye Digipreneur ingin membangun generasi muda yang kreatif, inovatif, dan memiliki mental entrepreneur sejak dini. Selain itu, sekolah ingin memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan, masyarakat, dan industri kreatif di Kabupaten Sumedang.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.