26.1 C
Bandung
Kamis, Mar 12, 2026
Info Burinyay
Peristiwa

Puluhan Santri Pesantren Cimanggung Keracunan Nasi Box

Puluhan santri Pondok Pesantren Nuurush Sholaah menjalani perawatan di rumah sakit akibat dugaan keracunan makanan usai menyantap nasi box.
Sejumlah santri Pondok Pesantren Nuurush Sholaah, Cimanggung, Sumedang, dirawat di rumah sakit setelah mengalami dugaan keracunan makanan usai pengajian rutin malam Jumat, Jumat (19/12/2025). (Foto:InfoBurinyay.Denjaya)

Sumedang, Info Burinyay – Puluhan santri Pondok Pesantren Nuurush Sholaah di Kampung Bankir, Desa Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, mengalami dugaan keracunan makanan pada Jumat, 19 Desember 2025. Insiden ini muncul setelah para santri mengonsumsi nasi box yang dibagikan seorang donatur seusai pengajian rutin malam Jumat.

Kapolsek Cimanggung, Kompol Aan Supriatna, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian menerima laporan setelah banyak santri mengeluhkan gangguan kesehatan secara bersamaan.

“Sekitar 54 santri terdampak setelah mengonsumsi nasi box saat pengajian rutin malam Jumat,” ujar Kompol Aan Supriatna saat dikonfirmasi, Jumat.

Selanjutnya, Kompol Aan menjelaskan bahwa gejala awal muncul sejak subuh. Namun, sebagian besar santri mulai merasakan keluhan berat pada sore hari.

“Para santri mengeluhkan mual, muntah, pusing, diare, dan kondisi tubuh yang lemah,” katanya.

Karena itu, pengurus pesantren segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan tenaga kesehatan. Mereka kemudian membawa santri yang kondisinya menurun ke fasilitas medis terdekat.

“Beberapa santri harus kami rujuk ke rumah sakit karena kondisinya cukup lemah,” tambahnya.

Lebih jauh, Kompol Aan menjelaskan bahwa pembagian nasi box berlangsung pada Kamis malam, 18 Desember 2025, setelah kegiatan pengajian rutin selesai. Setelah menerima laporan, aparat langsung melakukan pemantauan di lokasi pesantren.

Selain itu, pihak kepolisian juga menghubungi instansi kesehatan untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan terkoordinasi.

“Kami terus memantau perkembangan kondisi para santri dan berkoordinasi dengan pihak terkait,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan RSKK, dr. Lucky Noviathie, menyampaikan bahwa pihak rumah sakit menerima puluhan pasien dengan dugaan keracunan makanan sejak Jumat sore.

“Data yang sudah kami konfirmasi mencatat 42 pasien yang diduga mengalami keracunan makanan,” kata dr. Lucky.

Ia merinci bahwa 37 pasien merupakan santri Pondok Pesantren Nuurush Sholaah. Selain itu, lima pasien lainnya merupakan warga yang ikut mengonsumsi makanan tersebut.

Lebih lanjut, dr. Lucky menjelaskan asal daerah para santri yang menjalani perawatan. Ia menyebutkan bahwa sebagian besar santri berasal dari Kabupaten Sumedang.

“Sebanyak 20 santri berasal dari Kabupaten Sumedang,” ujarnya.

Selain itu, rumah sakit juga mencatat 11 santri berasal dari Kabupaten Badung. Sementara itu, tiga santri datang dari Kabupaten Bekasi. Sisanya masing-masing berasal dari Kabupaten Cirebon, Purwakarta, Tasikmalaya, Ciamis, Kota Salatiga, dan Kota Bandung.

Menurut dr. Lucky, hampir seluruh pasien datang dengan keluhan serupa.

“Rata-rata pasien mengeluhkan mual, muntah, diare, pusing, dan lemas,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa sebagian santri sempat mendapatkan penanganan awal secara internal di lingkungan pesantren. Namun, karena keluhan tidak membaik, pengurus membawa mereka ke rumah sakit.

“Pasien mulai berdatangan ke rumah sakit sekitar pukul 16.00 WIB,” katanya.

RSKK menangani jumlah pasien terbanyak. Namun, beberapa pasien juga menjalani perawatan di rumah sakit lain.

Selain RSKK, petugas kesehatan juga merawat pasien di Rumah Sakit Unpad, AMC, Harkel, serta fasilitas kesehatan di wilayah Cikopo.

Selanjutnya, dr. Lucky menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung. Koordinasi tersebut bertujuan untuk pelaporan kasus dan pengawasan lanjutan.

“Tim surveilans dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang juga sudah turun ke lokasi kejadian,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa koordinasi lintas wilayah tetap berjalan karena sebagian pasien berasal dari luar Kabupaten Sumedang.

“Kami terus menyampaikan laporan perkembangan kepada dinas kesehatan terkait,” katanya.

Supervisi Lapangan RSKK, Warsidi, menyatakan bahwa tim medis telah menangani seluruh pasien sesuai prosedur.

“Tim medis kami langsung memberikan penanganan kepada seluruh pasien,” ujar Warsidi.

Ia menjelaskan bahwa kondisi pasien terus menunjukkan perbaikan. Namun, tim medis masih melakukan observasi.

“Pasien belum kami izinkan pulang karena masih menjalani pemantauan,” katanya.

Warsidi menambahkan bahwa secara umum kondisi pasien stabil dan terus membaik dari waktu ke waktu.

“Alhamdulillah, kondisi mereka semakin baik dan kami optimistis seluruh pasien dapat segera pulih,” ujarnya.

Hingga berita ini disusun, pihak kepolisian bersama dinas kesehatan masih memantau perkembangan kondisi para santri. Selain itu, petugas juga terus menelusuri penyebab pasti dugaan keracunan makanan tersebut.

Pemeriksaan sampel makanan serta pendataan korban masih berlangsung. Aparat berharap hasil penelusuran tersebut dapat mencegah kejadian serupa di kemudian hari.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.