Senin, Mei 18, 2026
Info Burinyay
Kab. BandungPendidikan

Gebrakan SMA Pasundan Rancaekek! IHT 3 Hari dan Penghargaan Guru Dongkrak Mutu Pendidikan

Kepala SMA Pasundan Rancaekek bersama Ketua YPDM Pasundan dan para guru penerima penghargaan saat pembukaan In House Training pembelajaran diferensiasi Tahun Ajaran 2025-2026 di Aula SMA Pasundan Rancaekek, Kabupaten Bandung.
Ketua YPDM Pasundan Dadang Mulyana, Kepala SMA Pasundan Rancaekek Burhanudin, serta jajaran guru berfoto bersama usai penyerahan penghargaan Guru Getol, Guru Getol Mapag, dan Guru Pinunjul dalam kegiatan In House Training (IHT) pembelajaran berbasis diferensiasi di SMA Pasundan Rancaekek, Senin (18/5/2026). - Foto:infoburinyay/dj

Rancaekek, Info Burinyay – SMA Pasundan Rancaekek menggelar In House Training (IHT) bertema “Memahami Konsep Pembelajaran Berbasis Diferensiasi” Tahun Ajaran 2025-2026 di Aula SMA Pasundan Rancaekek, Jalan Dahlia Raya, Kelurahan Rancaekek, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Senin, 18 Mei 2026. Sekolah menjalankan kegiatan itu selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Mei 2026.

Panitia juga menyerahkan penghargaan kepada Guru Getol, Guru Getol Mapag, dan Guru Pinunjul sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi tenaga pendidik di lingkungan sekolah.

Ketua YPDM Pasundan, Dadang Mulyana, membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menilai IHT pembelajaran berbasis diferensiasi menjadi langkah strategis untuk mendorong kemajuan sekolah-sekolah Pasundan, khususnya SMA Pasundan Rancaekek.

Menurut Dadang Mulyana, panitia menghadirkan pemateri profesional yang memiliki kemampuan meningkatkan kapasitas guru. Karena itu, ia meyakini peningkatan kompetensi guru akan berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran di sekolah.

“Ketika kualitas pembelajaran meningkat, maka kualitas lulusan juga ikut meningkat. Karena itu, Yayasan Pendidikan Dasar Menengah Pasundan wajib mengapresiasi kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Selain itu, Dadang Mulyana menekankan pentingnya kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun budaya apresiasi dan disiplin di lingkungan pendidikan. Ia menilai kepala sekolah harus menjalankan fungsi kepemimpinan sekaligus fungsi manajerial secara seimbang.

Menurut dia, kepala sekolah wajib memberi penghargaan kepada guru yang berprestasi, sekecil apa pun bentuk pencapaiannya. Namun, kepala sekolah juga harus berani menjatuhkan sanksi kepada guru yang melanggar aturan.

“Saya sangat menghargai siapa pun yang berprestasi dan memberi kontribusi positif bagi pengembangan sekolah. Kepala sekolah wajib memberi reward agar budaya positif terus tumbuh di lingkungan pendidikan,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMA Pasundan Rancaekek, Burhanudin, menjelaskan kegiatan IHT berlangsung setiap hari mulai pukul 13.00 hingga 17.30 WIB. Pada hari pertama, panitia membuka kegiatan sekaligus menyampaikan dua materi utama mengenai pembelajaran berbasis diferensiasi.

Burhanudin mengatakan sekolah perlu meningkatkan pemahaman guru mengenai konsep pembelajaran diferensiasi. Sebab, hasil rapor pendidikan menunjukkan pemahaman guru terhadap metode tersebut masih rendah.

“Karena itu kami terus mendorong Bapak dan Ibu Guru agar meningkatkan kompetensi dan memperkuat pemahaman tentang pembelajaran diferensiasi,” ujarnya.

Selain itu, Burhanudin juga mengapresiasi arahan Ketua YPDM Pasundan yang menekankan empat kompetensi guru, terutama kompetensi pedagogik, kepribadian, dan sosial.

“Profesionalisme tentu penting, tetapi kompetensi pedagogik, kepribadian, dan sosial juga harus terus kami perkuat,” katanya.

Di sisi lain, Pengawas Pembina KCD Wilayah VIII Jawa Barat, Unu Nurahman, menilai kegiatan tersebut mampu meningkatkan kualitas guru di SMA Pasundan Rancaekek.

Ia juga menilai kepemimpinan Burhanudin mampu membawa perubahan signifikan bagi sekolah. Menurutnya, peningkatan nilai rapor pendidikan selama dua tahun terakhir menjadi indikator nyata kemajuan sekolah.

“Saya melihat perubahan dan peningkatan nilai rata-rata pendidikan selama dua tahun terakhir. Hal itu menunjukkan kepemimpinan kepala sekolah memberi kontribusi positif terhadap kemajuan sekolah,” ujarnya.

Karena itu, Unu meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga selesai agar mereka dapat menerapkan hasil pelatihan dalam proses pembelajaran di kelas.

Dalam kesempatan yang sama, sejumlah guru penerima penghargaan turut menyampaikan apresiasi. Guru Getol, Intan Permatasari Muhariyani, mengajak seluruh guru menjaga disiplin dan meningkatkan pelayanan kepada siswa maupun orang tua.

“Kami harus hadir lebih awal, disiplin masuk kelas, serta memberi pelayanan terbaik kepada siswa dan orang tua,” katanya.

Kemudian, Guru Pinunjul Supervisi, Linda Yudani, menilai persiapan materi pembelajaran dan penguasaan materi menjadi kunci saat supervisi berlangsung.

Ia mengaku bersyukur karena kepala sekolah memberi apresiasi atas dedikasinya dalam proses pembelajaran.

Selain itu, Guru Getol Mapag, Winda Pitriyani, menegaskan pentingnya budaya 3S, yakni senyum, salam, dan sapa, kepada seluruh siswa, guru, maupun orang tua siswa.

Menurut Winda, seluruh tenaga pendidik harus menjaga sopan santun demi menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan positif.

Melalui kegiatan IHT tersebut, SMA Pasundan Rancaekek berharap para guru semakin memahami konsep pembelajaran berbasis diferensiasi. Dengan begitu, sekolah dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mutu lulusan dari tahun ke tahun.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.